Suasana tegang menyelimuti Yayasan Pondok Pesantren Abul Barokat Nahdlatul Wathan (YABANA) Bunkate, Lombok Tengah, NTB, setelah ratusan santriwati dijemput oleh orangtua mereka.
Kejadian ini terjadi karena munculnya video laporan investigasi sehingga memunculkan kekhawatiran orangtua santriwati terhadap keselamatan anak-anak mereka.
Hal tersebut terjadi karena adanya dugaan kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh pendiri pesantren, yaitu Ahmad Imanuddin Sumar atau yang dipanggil Abah.
Meskipun pihak pesantren memberlakukan masa libur bersama selama beberapa hari, banyak wali murid yang memilih untuk memindahkan anak-anak mereka secara permanen ke sekolah atau pesantren lain di Lombok.
Para orangtua pun secara bersamaan menjemput dan membawa balik barang-barang pribadi anak-anak mereka.
Hingga saat ini, pihak berwenang dari Polres Lombok Tengah menyatakan telah memprioritaskan penuntutan kasus tersebut dengan melakukan pemeriksaan awal serta mengawal hak-hak para santri.
Di sisi lain, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram mencatat sudah ada lima korban yang melapor, sementara pihak pendiri pesantren, Ahmad Imanuddin Sumar (Abah), belum memberikan komentar saat dimintai tanggapan.
Berikut Popmama.com berikan poin penjelasan santriwati di Lombok dipulangkan terkait dugaan asusila pendiri pesantren.
