Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

3 Hal yang Harus Diperhatikan Anak saat Simulasi TKA!

3 min read
3 Hal yang Harus Diperhatikan Anak saat Simulasi TKA!
kemendikdasmen.go.id
  • Simulasi TKA 2026 bagi siswa SMA, MA, dan SMK berlangsung 21–27 September, sebelum ujian utama pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.

  • Peserta perlu mencatat materi dan bentuk soal yang sulit, lalu mencocokkannya dengan kerangka asesmen TKA, bukan menganggap soal simulasi sebagai bocoran resmi.

  • Siswa perlu memahami fitur sistem ujian, mengatur waktu, serta memakai skor simulasi skala 200–800 sebagai baseline untuk menentukan prioritas belajar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Siswa SMA, MA, dan SMK sederajat kini mulai menjalani simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Simulasi ini berlangsung pada 21–27 September 2026, sebelum pelaksanaan TKA utama yang dijadwalkan pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Bagi anak kelas 12, simulasi TKA sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai latihan mengerjakan soal. Momen ini justru bisa dimanfaatkan untuk mengenali materi yang perlu dipelajari, memahami tampilan sistem ujian, hingga mengetahui kemampuan anak dalam mengatur waktu.

Lantas, apa saja hal yang perlu diperhatikan anak saat mengikuti simulasi TKA?

Berikut Popmama.com telah merangkum 3 hal yang harus diperhatikan anak saat simulasi TKA. Yuk, simak!

  1. 1. Perhatikan materi dan bentuk soal yang muncul

    Perhatkan materi apa yang muncul pada saat simulasi ujian
    kemendikdasmen.go.id

    Simulasi TKA bisa menjadi kesempatan bagi anak untuk melihat kembali materi dan bentuk soal yang diujikan pada setiap mata pelajaran. Setelah selesai mengerjakan, anak dapat mencatat soal atau materi yang terasa sulit, termasuk bagian yang membuatnya membutuhkan waktu lebih lama untuk menjawab.

    Hal tersebut dapat membantu anak mengetahui materi apa saja yang masih perlu dipelajari menjelang TKA. Namun, soal yang muncul saat simulasi sebaiknya tidak dianggap sebagai bocoran atau kisi-kisi resmi untuk TKA.

    Anak justru dapat menggunakannya sebagai petunjuk untuk memahami kompetensi yang perlu dikuasai.

    Pusmendik menyediakan kerangka asesmen TKA untuk setiap mata pelajaran. Untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK, mata uji wajib terdiri dari:

    • Bahasa Indonesia,
    • Matematika,
    • Bahasa Inggris,
    • dua mata ujian pilihan.

    Jadi, setelah simulasi, anak bisa mencocokkan bagian yang masih sulit dengan materi dalam kerangka asesmen. Cara ini membuat waktu belajar lebih terarah daripada hanya menghafalkan soal yang sempat muncul saat simulasi.

  2. 2. Kenali tampilan dan fitur sistem ujiannya

    Perhatikan tampilan aplikasi atau website agar tidak menghabiskan waktu
    kemendikdasmen.go.id

    Jangan hanya fokus pada soal. Anak juga perlu memperhatikan seperti apa tampilan website atau aplikasi yang digunakan untuk mengerjakan simulasi TKA.

    Perhatikan letak nomor soal, pilihan jawaban, tombol untuk berpindah ke soal berikutnya, tombol kembali ke soal sebelumnya, hingga fitur untuk menandai soal yang masih diragukan.

    Anak juga perlu mengetahui bagaimana cara menyimpan atau mengakhiri pengerjaan sesuai petunjuk yang diberikan pada sistem.

    Pusmendik juga menyediakan berbagai materi dan perangkat untuk membantu peserta mengenal mekanisme TKA, termasuk laman simulasi dan aplikasi latihan.

    Hal sederhana seperti mengetahui fungsi setiap tombol dapat membuat anak lebih terbiasa ketika menghadapi ujian sebenarnya. Dengan begitu, anak tidak perlu menghabiskan waktu untuk beradaptasi dengan tampilan sistem saat TKA berlangsung.

    Jadi, setelah simulasi selesai, anak bisa mengingat kembali layout ujian dan fitur apa saja yang tersedia. Semakin familiar dengan sistemnya, anak dapat lebih berkonsentrasi pada soal yang sedang dikerjakan.

  3. 3. Perhatikan waktu dan evaluasi skor simulasi

    Anak perlu mencatat berapa lama waktu untuk setiap mata pelajaran
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Waktu menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan selama simulasi. Anak sebaiknya mencatat berapa lama waktu yang tersedia untuk setiap mata ujian dan mengamati apakah waktu tersebut cukup untuk menyelesaikan seluruh soal.

    Jika ada soal yang membutuhkan waktu terlalu lama, anak dapat mengevaluasi penyebabnya. Bisa saja karena belum memahami materi, terlalu lama membaca soal, atau belum memiliki strategi untuk menentukan soal mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu.

    Setelah simulasi selesai, anak juga dapat mencatat skor yang diperoleh sebagai baseline atau nilai awal. Hasil tersebut bukan sekadar angka, tetapi bisa digunakan untuk mengetahui mata uji mana yang masih membutuhkan perhatian lebih.

    Untuk TKA SMA/SMK/sederajat 2026, skala nilai yang digunakan adalah 200–800. Karena itu, anak dan orangtua perlu melihat hasil simulasi sesuai sistem penilaian yang berlaku pada jenjang tersebut, bukan membandingkannya dengan sistem nilai 0–100.

    Anak juga bisa membuat target belajar berdasarkan hasil awal. Misalnya, jika ada mata uji yang hasilnya masih rendah dibandingkan mata uji lain, materi pada bagian tersebut dapat diprioritaskan dalam jadwal belajar berikutnya.

    Itulah 3 hal yang perlu diperhatikan anak saat mengikuti simulasi TKA. Semangat belajar dan semoga berhasil, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More