Wajib Tahu! 6 Kesalahan Orangtua dalam Mengasuh Anak Remaja

Kesalahan kecil dalam mengasuh dapat berefek pada masa depan anak, Ma!

26 Januari 2019

Wajib Tahu 6 Kesalahan Orangtua dalam Mengasuh Anak Remaja
Freepik/Pressphoto

Menjadi orangtua sama sekali bukan tugas yang sederhana. Mengasuh anak adalah pekerjaan yang kompleks dan penuh waktu yang sangat berbeda untuk setiap keluarga.

Semua orangtua menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Namun terkadang kita melakukan kesalahan dalam mengasuh anak dan berdampak negatif bagi masa depan anak. Kesalahan ini mengganggu tumbuh kembang anak menjadi orang dewasa yang diharapkan.

Apa saja kesalahan yang sering terjadi? Simak ulasan berikut.

1. Over protective

1. Over protective
Freepik/pressfoto

Kita hidup di zaman di mana kita selalu mendengarkan berita mengenai penculikan, perdagangan anak, atau ketergantungan obat. Hal ini menyebabkan orangtua menjadi khawatir dan melindungi anak-anak agar tidak menjadi sasaran kejahatan.

Anak yang diasuh oleh orangtua yang terlalu protektif memiliki kecenderungan mendapatkan masalah dibanding orangtua yang tidak.

Selain itu, karena sering dilarang, anak kemungkinan akan membohongi orangtua karena ia ingin melakukan hal yang dilarang. Misalnya Mama melarang anak untuk menonton di bioskop bersama teman. Karena tidak mau dilarang, ia mengatakan kepada Mama bahwa ada kerja kelompok di rumah teman sekelasnya. Alih-alih mengerjakan tugas, ia malah pergi ke bioskop bersama teman.

Ia juga akan membandingkan orangtuanya yang over protective dengan orangtua temannya yang memberi kebebasan asal bertanggungjawab. Yang mungkin terjadi adalah anak kehilangan respek terhadap orangtua.

2. Tidak tepat mengambil peran

2. Tidak tepat mengambil peran
Freepik

Sebagai orangtua, Mama dan Papa ingin dekat dengan layaknya seorang teman. Tetapi kedekatan dengan anak ada batasnya. Orangtua harus mengetahui kapan waktunya menjadi orangtua dan kapan waktunya harus berperan sebagai seorang teman.

Jika orangtua terus-terusan berperan sebagai teman, yang mungkin terjadi adalah orangtua menjadi kehilangan otoritas dan respek anak.

3. Tidak meminta anak bertangjawab

3. Tidak meminta anak bertangjawab
Freepik/bearfotos

Tidak meminta pertanggungjawaban anak atas hal-hal seperti berbohong, menipu, mencuri, dan perbuatan yang salah lainnya pasti akan menanamkan sikap bahwa aturan tidak berlaku bagi mereka. Ketika anak-anak secara konsisten dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka sejak usia sangat muda, mereka dengan cepat belajar tentang konsekuensi atas perilaku yang salah.

Dengan cara yang sama, mereka belajar tentang hasil positif yang dihasilkan perilaku yang baik. Sehingga anak mengerti bahwa mereka akan kehilangan kebebasan dan hak istimewa yang mereka dapatkan jika mereka mencuri atau berbohong. Anak juga belajar proses pemikiran sebab-akibat yang berguna baginya kelak.

Editors' Picks

4. Kurang komunikasi

4. Kurang komunikasi
Freepik/bearfotos

Memberi tahu anak bahwa mereka bisa datang kepada Mama dan Papa untuk berbicara tentang apa pun hanyalah bagian pertama dari menciptakan pintu terbuka untuk komunikasi.

Jika Anda ingin anak bersikap terbuka, Mama juga harus demikian kepada mereka. Selain itu juga Mama harus membuat mereka mengerti bahwa mereka tidak akan dihakimi.

Menutup pintu komunikasi menyebabkan anak mencari pendapat dari orang lain yang belum tentu berpengalaman dan malah menjerumuskan.

5. Sering menakuti-nakuti anak

5. Sering menakuti-nakuti anak
Freepik/peoplecreations

Apakah Mama sering mendengar “Jangan nakal, nanti kamu ditangkap polisi” atau “Jangan nonton film ini, nanti otakmu rusak!”.  Jika anak kemudian menyadari apa yang dikatakan Mama tidak menyakitinya, mereka akan mempertanyakan semua peraturan yang Mama buat.

Sebaiknya orangtua berhati-hati memberi label “tidak baik” dan memberi batasan yang jelas antara mana yang baik dan tidak.

6. Bersikap munafik

6. Bersikap munafik
Freepik/Peoplecreations

Memberitahu anak bahwa perilaku tertentu tidak dapat diterima dan kemudian melakukan perilaku yang sama seperti yang telah Mama larang, hal ini akan menghilangkan respek anak. Mereka akan berpikir “ Kok Mama dan Papa boleh tetapi saya tidak?”.

Anak menghargai orangtua  ketika orangtua memimpin dengan memberi contoh dan akan lebih cenderung mengikuti arahan orangtua

Mengasuh anak memang tidak mudah tetapi orangtua bertanggungjawab atas pengasuhan dan pendidikan anak. Semoga bermanfaat, Ma!

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!