Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
TikTok dan Roblox Belum Patuh PP TUNAS, Ini 7 Hal yang Perlu Mama Tahu
Logo Roblox dan jenis-jenis permainannya
  • Pemerintah menerapkan PP TUNAS untuk memastikan platform digital menyediakan ruang aman bagi anak-anak dan melindungi mereka dari konten atau interaksi berisiko.
  • TikTok dan Roblox belum sepenuhnya patuh terhadap PP TUNAS, masih dalam tahap kepatuhan parsial, dan diberi tenggat hingga 10 April untuk menyerahkan rencana aksi.
  • Beberapa platform seperti Meta, Bigo Live, dan X sudah memenuhi aturan, sementara YouTube masih dalam proses persetujuan dengan Komdigi terkait penerapan regulasi tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di era digital seperti sekarang, anak-anak semakin mudah mengakses berbagai platform online. Mulai dari menonton video hingga bermain game, semuanya bisa dilakukan hanya dengan satu perangkat. Namun, kemudahan ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi orangtua terkait keamanan anak di dunia digital.

Karena itu, pemerintah menghadirkan regulasi seperti Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2026 tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital PP TUNAS untuk melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital. Aturan ini menjadi penting agar platform digital memiliki tanggung jawab dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna di bawah umur.

Berikut Popmama.com rangkum 7 hal yang perlu Mama ketahui.

1. Apa itu PP TUNAS dan kenapa penting untuk anak?

Seorang anak laki-laki sedang bermain handphone dan menggunakan earphone

PP TUNAS merupakan regulasi yang mengatur perlindungan anak di ruang digital. Aturan ini bertujuan untuk memastikan platform online memiliki sistem yang aman bagi pengguna di bawah umur.

Dengan adanya regulasi ini, anak diharapkan bisa menggunakan platform digital dengan lebih aman, tanpa terpapar konten atau interaksi yang berisiko.

2. TikTok dan Roblox masih belum sepenuhnya patuh

Saat ini, TikTok dan Roblox diketahui belum sepenuhnya memenuhi ketentuan PP TUNAS. Keduanya baru mencapai tahap kepatuhan parsial.

Artinya, masih ada beberapa aspek perlindungan anak yang perlu diperbaiki oleh kedua platform tersebut. Saat ini TikTok dan Roblox sendiri sudah mulai diberi peringatan oleh Menteri Komdigi, Meutya Hafid untuk segera memenuhi kepatuhannya. 

3. Keduanya meminta waktu untuk perbaikan

TikTok dan Roblox telah mengajukan permintaan waktu kepada Komdigi untuk menyelesaikan kewajiban mereka. Keduanya diberikan tenggat hingga 10 April untuk menyerahkan rencana aksi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mereka untuk menyesuaikan sistem dengan regulasi yang berlaku.

4. Beberapa platform sudah lebih dulu memenuhi aturan

Paxel

Di sisi lain, beberapa platform seperti Meta, Bigo Live, dan X dilaporkan sudah memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam PP TUNAS.

Hal ini menunjukkan bahwa penerapan regulasi sebenarnya memungkinkan untuk dilakukan oleh platform digital.

5. Meta sudah mulai ambil langkah nyata

Paxels

Meta menjadi salah satu platform yang sudah mengambil tindakan konkret. Salah satunya dengan menutup akun pengguna di bawah usia 16 tahun.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap anak di ruang digital.

6. YouTube masih dalam tahap persetujuan

pin.it

Sementara itu, YouTube yang berada di bawah Google masih belum memberikan persetujuan final terkait aturan ini.

Komdigi juga telah memanggil pihak terkait dan memberikan sejumlah pertanyaan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi.

7. Apa dampaknya untuk keamanan anak di dunia digital?

Paxels

Kepatuhan platform terhadap regulasi seperti PP TUNAS sangat berpengaruh pada keamanan anak. Tanpa sistem yang jelas, anak berisiko terpapar konten yang tidak sesuai atau interaksi yang berbahaya.

Karena itu, selain regulasi dari pemerintah, peran orangtua juga tetap penting dalam mengawasi aktivitas digital anak. Mama bisa mulai dengan membatasi waktu penggunaan gadget, mendampingi anak saat online, serta mengedukasi mereka tentang keamanan digital.

Pada akhirnya, menciptakan ruang digital yang aman untuk anak membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, mulai dari platform, pemerintah, hingga orangtua.

Editorial Team