Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

10 Puisi Singkat Tentang Alam yang Indah dan Menginspirasi

10 Puisi Singkat Tentang Alam yang Indah dan Menginspirasi
Pexels/ScottWebb
Share Article

Puisi adalah bentuk karya sastra yang menggunakan bahasa indah, kaya akan makna, dan biasanya terikat oleh irama, rima, dan ritme tertentu. 

Puisi seringkali menggunakan kata-kata yang padat dan ekspresif untuk menyampaikan emosi, gagasan, atau gambaran dengan cara yang unik salah satunya puisi tentang alam.

Berikut Popmama.com merangkum 10 puisi singkat tentang alam yang dapat menjadi inspirasi.

  1. 1. Puisi "Gunung"

    Orami.co.id
    Orami.co.id

    Dikutip dari buku Antologi Puisi Semesta Harapan, penerbit Guepedia (2022). 

    Gunung, kau amat indah

    Hijaumu segarkan mataku 

    Di pedalaman sangat asri dan sejuk

     

    Gunung 

    Kau segarkan mata pagi hariku

    Di malam hari, kau menakutkan

    Hewan buasmu, amat menyeramkan

    Tapi jika kau gundulkan

    Tak hijau bumi ini

    Jika kau tidak muncul

    Lusuh sekali dunia ini

    Jika kau tiada

    Tiada lagi air mineral

    Namun kau sangat menyusahkan

    Bila gempa menimpa

    Mungkinkah terjadi letusan

     

    Gunung 

    Kau dikenal menyeramkan

    Tanpamu, apa daya dunia ini

    Hijaukanlah dunia ini!

  2. 2. "Syair Alam"

    Freepik/wirestock
    Freepik/wirestock

    Dikutip dari buku Antologi Puisi Goresan Pena Cinta, penerbit Adab (2020). 

    Wahai pencipta alam

    Kekagumanku tak pernah padam

    Dari siang hingga malam

    Tatapan mataku tak bisa terpejam

     

    Melihat semua goresan tangan

    Nyata adanya, 

    Indah rasanya

    Lukisan yang seolah bernyawa

     

    Izinkan kami 

    Untuk menggapai mimpi

    Bersama naluri

    Menikmati rangkaian alam ini

  3. 3. "Hutan yang Indah"

    Freepik/benzoix
    Freepik/benzoix

    Air dangkal kujalani
    Tubuh yang basah mulai kukeringkan
    Akar-akar pohon memakan air dan hujan telah tiada
    Kemarau menyambut
    Untuk keseimbangan alam
    Merdunya burung-burung bernyanyi
    Hari baru sebagai tandanya
    Aku terpana akan buaian ini
    Hanya milikku saja
    Sejenak aku menutup mata
    Sejenak membentangkan tanganku
    Bahagia kurasakan, sejuk, dan bahagia

  4. 4. "Lestari Alam, Lestari Jiwaku"

    Freepik/nikitabuida
    Freepik/nikitabuida

    Dikutip dari Antologi Puisi: Syair Hati, penerbit Guepedia (2021).

    Bising kota tak pernah tahu gemulai tanaman padi di pelosok negeri

    Menghijau di kala muda, silau emas di kala panen

    Kicau merdu sang pencuri kecil, tak pernah lelah menarik sebatang padi

     

    Tiada palang kereta atau lampu lalu lintas di sini

    Yang berjejer hanya pohon-pohon rindang tak bertuan

    Gemuruh aliran sungai mengundang bermain di tengah terik mentari membakar kulit

    Tiada sawah yang kosong

    Dipenuhi armada penjaga, kaleng musik pengusir pencuri padi kecil

     

    Jika lelah dengan segalanya

    Datang saja kemari, alam ciptaan Tuhan

    Pejamkan mata di rumah sawah tak berdinding

    Dielus angin yang berhembus

    Terjaga oleh alam yang lestari, menenangkan jiwa yang berisik

     

  5. 5. "Kemana Perginya Alam Lestari"

    Freepik/wirestock
    Freepik/wirestock

    Dulu sering ku lihat hamparan hijau sawah beratapkan langit biru
    Kiri kanan sawah, tengahnya sungai
    Di antara gunung matahari terbit malu-malu
    Namun sekarang kemana?

    Lapisan tanah becek berwarna coklat setiap habis hujan
    Kini tanahku berwarna abu
    Lama kucari tanah becekku
    Tapi kenapa sekarang tak nampak?
    Cemara kehidupan tinggi menjulang

    Menjadi rumah bagi banyak hewan buatan Tuhan
    Sekarang cemaranya tidak berwarna hijau dan teduh
    Tetap tinggi tapi banyak jendela, banyak lampu
    Mengapa bisa begitu?

    Sering banjir, sering longsor
    Di barat ada asap bikin marah tetangga
    Padahal dahulu tidak begitu
    Ibu pertiwi cuma tersedu tapi tidak malu
    Sayang sekali ibu pertiwi kini tidak hanya sedih
    Menanggung pilu sambil tertatih
    Anak-anaknya nakal semua
    Biar dimarahi tapi tak pernah jera

  6. 6. "Gunung"

    Unsplash/Rohit Tandon
    Unsplash/Rohit Tandon

    Puisi berjudul Gunung yang dikutip dari buku Antologi Pusi: Pendar Desaku, penerbit Omara Pustaka (2019).

    Gunung yang tinggi

    Menjulang hingga ke awan

    Gunung kau berwarna hijau

    Jika dipandang membuatku senang

     

    Gunung tempat banyak hewan 

    Ia berteduh di dalamnya

    Jika tiada bergunung

    Hewan-hewan tak bisa berteduh

     

    Melihat gunung

    Indah di pedesaan

    Selalu ingin bertemu dengan teman lama

    Gunung tetaplah hijau dan indah

  7. 7. Keindahan Alam di Pagi Hari

    Freepik/TravelSpace
    Freepik/TravelSpace

    Ku buka mata
    Cahaya pagi menembus kaca jendela
    Semerbak mawar merah dan putih merekah
    Ku buka jendela
    Ku hirup udara nan segar
    Melihat kabut tebal yang masih menyelimuti bumi
    Setetes embun membasahi daun
    Kicauan indah terdengar di telinga
    Angin menembus halus menembus kulit
    Ku lihat awan seputih melati
    Dan langit sebiru lautan samudra
    Kini ku siap menghadapi hari yang baru dan indahnya bumi

  8. 8. Laut yang Membentang

    Pexels/kovyrina
    Pexels/kovyrina

    Ombak datang dan pergi,
    Menghempas karang tanpa henti,
    Di bawahnya, kehidupan tak terhingga,
    Menyimpan cerita yang tak terungkap.

    Laut biru yang tak terjamah,
    Menyimpan rahasia alam yang dalam,
    Setiap tetes airnya adalah kisah,
    Tentang perjalanan waktu yang abadi.

  9. 9. "Dari Bentangan Langit"

    Pexels/Pixabay
    Pexels/Pixabay

    Dari bentangan langit yang semuIa
    Kemarau itu datang kepadamu
    Tumbuh perlahan
    Berhembus amat panjang
    Menyapu lautan

    Mengekal tanah berbongkahan menyapu hutan!
    Mengekal tanah berbongkahan! Datang kepadamu
    Ia, kemarau itu dari Tuhan, yang senantiasa diam dari tangan-Nya.
    Dari tangan yang dingin dan tak menyapa yang senyap.
    Yang tak menoleh barang sekejap.

  10. 10. "Sempurnanya Ciptaan Ilahi"

    Freepik/wirestock
    Freepik/wirestock

    Oleh: Aniek Rizka

    Pagi itu langit begitu cerah

    Namun panas mentari tak menyakiti

    Napasku membuncah

    Tak sabar, di mana kakiku akan berhenti?

    Di tanah yang dingin pohon-pohon menjulang

    Udara dingin, namun tak berangin

    Terus menanjak, terus menyusuri tebing

    Ransel membebani, tenggorokan kering

    Hutannya seram,

    Tebingnya curam,

    Jalannya suram,

    Asa lebam.

    Setapak berkelok dan menanjak tak berujung

    Burung dan hewan penghuni hutan berdendang

    Ini terlalu jauh!

    Badan penuh peluh, mulut penuh keluh.

    "Sedikit lagi", "Sebentar lagi", terhadap diri kukuhkan hati

    "Itu dia!" bahagia memekik, buah kesabaran bersemi

    Surgakah ini? Mata yang tak tau diri segera mengimani

    Air terjun Lalay, sungguhnya kami tak akan lalai

    Indah yang tersembunyi, begitu sempurnanya ciptaan llahi.

    Sungguh aku tak ingin pergi.

    Demikian 10 puisi singkat tentang alam yang indah dan menginspirasi. Semoga bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More