“Coba temukan tiga benda berbentuk lingkaran dalam satu menit!”
7 Cara Bikin Belajar saat PJJ Lebih Menyenangkan untuk Anak

- PJJ dapat membuat anak jenuh dan kehilangan fokus jika hanya menatap layar, sehingga belajar perlu dikemas lewat permainan yang tetap relevan dengan materi.
- Aktivitas seperti berburu benda, kuis kartu, toko-tokoan, cerita gambar, eksperimen sains, dan tebak kata membantu anak bergerak, berkreasi, serta mengulang pelajaran.
- Papan permainan buatan sendiri dapat disesuaikan dengan materi; anak bisa terlibat dari membuat hingga memainkannya, sementara aktivitas rumah perlu aman dan didampingi.
PJJ atau pembelajaran jarak jauh membuat anak perlu beradaptasi dengan suasana belajar yang berbeda dari biasanya.
Jika setiap hari hanya diisi dengan menatap layar, mendengarkan penjelasan, dan mengerjakan tugas, anak bisa lebih mudah kehilangan fokus atau merasa jenuh.
Mama pun mungkin perlu mencari cara agar waktu belajar di rumah tetap menyenangkan tanpa mengurangi kesempatan anak memahami pelajaran.
Salah satu cara yang bisa dicoba adalah menggabungkan kegiatan belajar dengan permainan. Anak tetap dapat mengenal konsep pelajaran, tetapi melalui aktivitas yang membuatnya bergerak, berpikir, berkreasi, dan berinteraksi bersama Mama.
Bahkan, benda-benda sederhana yang tersedia di rumah bisa dimanfaatkan untuk membuat permainan edukatif.
Berikut Popmama.com telah merangkum 7 ide belajar sambil bermain saat PJJ agar anak tidak mudah bosan. Yuk, simak!
1. Berburu benda sesuai materi pelajaran

Popmama.com/Violin Heldina/AI Belajar tidak selalu harus dilakukan sambil duduk di depan buku atau menatap layar. Mama bisa mengajak anak bermain “berburu benda” di rumah yang berkaitan dengan materi pelajaran.
Aktivitas ini sederhana, tetapi dapat membuat anak bergerak sekaligus mengingat materi dengan cara yang lebih menyenangkan.
Misalnya, ketika sedang belajar tentang bentuk, Mama dapat meminta anak mencari benda berbentuk lingkaran, persegi, atau persegi panjang. Ketika mempelajari tumbuhan, anak bisa mencari beberapa jenis daun di sekitar rumah dan mengamati perbedaannya.
Agar semakin seru, berikan batas waktu untuk setiap tantangan. Mama bisa mengatakan:
Setelah itu, minta anak menjelaskan mengapa benda tersebut sesuai dengan jawaban.
Mama juga dapat memberikan tantangan tambahan berdasarkan materi yang sedang dipelajari. Dengan begitu, anak tetap mendapatkan kesempatan untuk mengulang pelajaran sambil bergerak dan mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya.
2. Bermain kuis dengan kartu pertanyaan

Popmama.com/Violin Heldina/AI Kartu pertanyaan bisa menjadi permainan sederhana untuk membantu anak mengulang materi PJJ tanpa membuatnya merasa sedang belajar. Mama hanya perlu menyiapkan beberapa potongan kertas, kemudian menuliskan satu pertanyaan pada setiap kartu.
Pertanyaan dapat disesuaikan dengan pelajaran yang sedang dipelajari. Misalnya:
- menuliskan soal penjumlahan,
- pertanyaan tentang hewan,
- kosakata bahasa Indonesia,
- pengetahuan umum.
Setelah semua kartu siap, masukkan ke dalam sebuah wadah dan biarkan anak mengambilnya secara acak.
Agar lebih menarik, Mama bisa memberikan satu poin untuk setiap jawaban yang benar. Tambahkan beberapa kartu kejutan, seperti mendapatkan bonus poin atau kesempatan melempar pertanyaan kepada Mama.
Permainan ini juga dapat dilakukan bersama saudara agar suasananya semakin seru. Mama tidak perlu membuat pertanyaan terlalu sulit. Tujuannya adalah membantu anak mengingat kembali informasi yang sudah dipelajari.
Dengan format permainan, kegiatan mengulang pelajaran dapat terasa lebih ringan. Anak juga bisa belajar menjawab pertanyaan secara spontan sambil melatih keberanian untuk menyampaikan jawabannya.
3. Belajar matematika dengan permainan toko-tokoan

Popmama.com/Violin Heldina/AI Matematika bisa terasa lebih menyenangkan ketika anak belajar menggunakan situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu caranya adalah melalui permainan toko-tokoan. Mama hanya perlu menyiapkan beberapa benda di rumah untuk dijadikan barang dagangan.
Berikan harga sederhana pada setiap barang, kemudian ajak anak bermain sebagai penjual atau pembeli. Mama dapat menggunakan uang mainan atau membuat uang tiruan dari potongan kertas. Anak kemudian diminta menghitung jumlah belanjaan, menjumlahkan harga, atau menentukan uang kembalian.
Supaya lebih menantang, Mama dapat memberikan sejumlah uang dan meminta anak memilih barang yang ingin dibeli. Contohnya:
“Kalau Mama memberikan uang Rp20.000, kamu mau membeli apa saja?”
Permainan ini membuat anak belajar berhitung melalui aktivitas yang terasa seperti bermain peran. Mama juga dapat bergantian menjadi pembeli agar anak berlatih menghitung dengan situasi yang berbeda.
Selain kemampuan berhitung, permainan toko-tokoan dapat membantu anak memahami bahwa matematika digunakan dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Jadi, belajar tidak hanya berlangsung melalui soal di buku.
4. Membuat cerita dari gambar

Popmama.com/Violin Heldina/AI Mama bisa memanfaatkan gambar sederhana untuk mengajak anak belajar bahasa sekaligus mengembangkan kreativitas. Caranya, siapkan beberapa gambar secara acak. Gambar tersebut dapat berupa hewan, benda, tempat, makanan, atau karakter yang mudah dikenali anak.
Setelah itu, minta anak membuat sebuah cerita dengan menggunakan seluruh gambar yang tersedia. Misalnya, anak mendapatkan gambar kucing, rumah, dan sepeda. Mama dapat meminta anak menghubungkan ketiganya menjadi satu cerita yang utuh.
Tidak perlu membatasi jalan cerita yang dibuat anak. Biarkan mereka menggunakan imajinasi dan menciptakan cerita yang unik, bahkan jika terdengar lucu atau tidak biasa.
Setelah selesai, minta anak membacakan cerita tersebut atau menceritakannya dengan menggunakan kata-kata sendiri.
Aktivitas ini dapat membantu anak berlatih menyusun kalimat, memahami urutan cerita, menambah kosakata, dan menyampaikan gagasan. Mama juga bisa memberikan pertanyaan sederhana setelah anak selesai bercerita.
Belajar bahasa pun terasa seperti membuat cerita sendiri, bukan sekadar mengerjakan latihan di buku. Aktivitas ini juga bisa menjadi kesempatan bagi Mama untuk mengenali imajinasi dan cara anak melihat sesuatu.
5. Melakukan eksperimen sains

Popmama.com/Violin Heldina/AI Materi sains akan terasa lebih menarik ketika anak dapat melihat dan mencoba konsep yang sedang dipelajari secara langsung. Mama bisa mengajak anak melakukan eksperimen sederhana menggunakan benda-benda yang tersedia di rumah.
Salah satu contoh yang mudah dilakukan adalah percobaan benda mengapung dan tenggelam. Siapkan wadah berisi air, kemudian kumpulkan beberapa benda yang aman digunakan. Sebelum memasukkannya ke dalam air, minta anak menebak apakah benda tersebut akan mengapung atau tenggelam.
Setelah semua percobaan selesai, ajak anak membandingkan hasilnya dengan perkiraan sebelumnya. Mama juga dapat mengajukan pertanyaan sederhana seperti:
“Menurutmu, kenapa benda ini bisa mengapung?”
“Apa yang berbeda dari benda yang tenggelam?”
Aktivitas tersebut membuat anak belajar melalui proses mengamati, memprediksi, mencoba, dan menarik kesimpulan sederhana. Cara ini juga dapat membantu anak memahami bahwa sains tidak hanya ada di buku pelajaran.
Mama tidak perlu menyiapkan eksperimen yang rumit. Pilih kegiatan yang aman dan tetap dampingi anak selama proses berlangsung, terutama ketika menggunakan air atau benda berukuran kecil.
6. Bermain tebak kata dengan gerakan

Popmama.com/Violin Heldina/AI Setelah mengikuti pembelajaran melalui layar, anak mungkin membutuhkan aktivitas yang membuat tubuhnya kembali aktif. Permainan tebak kata dengan gerakan bisa menjadi pilihan karena anak dapat belajar sekaligus bergerak.
Mama dapat menuliskan beberapa kata pada potongan kertas, kemudian memasukkannya ke dalam wadah. Pilih kata yang berhubungan dengan materi pelajaran. Anak mengambil satu kertas secara acak dan harus memperagakan kata tersebut tanpa mengucapkannya.
Mama atau anggota keluarga lainnya kemudian mencoba menebak jawabannya.
Permainan ini bisa digunakan untuk belajar kosakata bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Mama juga dapat menyesuaikan kata berdasarkan materi yang sedang dipelajari anak di sekolah.
Agar semakin menyenangkan, berikan batas waktu untuk setiap gerakan. Anak dapat memperoleh poin jika Mama berhasil menebak jawabannya dalam waktu yang ditentukan.
Selain membantu mengingat kosakata, aktivitas ini membuat proses belajar menjadi lebih aktif. Anak juga belajar memahami makna sebuah kata melalui gerakan dan situasi. Mama pun dapat ikut bermain sehingga kegiatan PJJ terasa lebih santai dan tidak monoton.
7. Membuat papan permainan dari materi pelajaran

Popmama.com/Violin Heldina/AI Mama bisa membuat papan permainan sendiri dengan memanfaatkan kertas karton atau beberapa lembar kertas. Aktivitas ini tidak hanya seru ketika dimainkan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses belajar anak.
Buat jalur sederhana yang terdiri dari beberapa kotak. Pada sejumlah kotak, tuliskan instruksi seperti menjawab pertanyaan, menyelesaikan soal, menyebutkan kosakata, atau melakukan tantangan tertentu.
Anak kemudian menggunakan benda kecil sebagai pion dan dadu sederhana untuk menentukan langkah.
Pertanyaan yang ada di papan dapat disesuaikan dengan pelajaran yang sedang dipelajari. Misalnya, anak harus menjawab soal matematika sebelum bisa melanjutkan ke kotak berikutnya. Mama juga bisa menambahkan kotak bonus agar permainan terasa lebih menarik.
Menariknya, anak dapat dilibatkan sejak proses membuat papan permainan. Biarkan mereka menggambar jalur, menghias papan, dan menuliskan beberapa pertanyaan sederhana.
Kegiatan ini membuat anak belajar dalam beberapa tahap sekaligus, mulai dari memahami materi, membuat permainan, hingga memainkannya. Papan tersebut juga dapat disimpan dan digunakan kembali saat anak ingin belajar sambil bermain.
Itulah 7 ide belajar sambil bermain saat PJJ yang bisa Mama coba agar suasana belajar di rumah terasa lebih menyenangkan.
Mulai dari berburu benda, bermain kuis, hingga membuat papan permainan, berbagai aktivitas tersebut dapat disesuaikan dengan materi yang sedang dipelajari anak.
Selamat mencoba, Ma. Semoga bermanfaat!




















