Melihat adik dan kakak bertengkar tentu bisa membuat Mama ikut pusing. Mulai dari berebut mainan, saling mengejek, sampai adu mulut mungkin menjadi pemandangan yang sesekali terjadi di rumah.
Meski begitu, tidak semua perselisihan perlu langsung dihentikan orangtua. Menurut dr. Citra Amelinda, SpA, IBCLC, MKes melalui unggahan Instagram @citra_amelinda, sibling rivalry atau persaingan antarsaudara merupakan salah satu tahap yang dapat mendukung perkembangan sosial dan emosional anak.
Anak bisa berselisih karena ingin mendapatkan perhatian orangtua, mencari posisi tertentu dalam keluarga, atau memperebutkan barang, teman, maupun waktu bersama orangtua.
Frekuensi dan tingkat perselisihan pun dapat berbeda pada setiap keluarga, bergantung pada jarak usia, kepribadian anak, serta cara orangtua meresponsnya.
Lantas, kapan Mama perlu membiarkan anak menyelesaikan masalahnya sendiri dan kapan harus segera turun tangan?
Simak penjelasannya yang telah dirangkum Popmama.com berikut ini.
