Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

13 Hal yang Ingin Didengar Anak saat Berbuat Salah

13 Hal yang Ingin Didengar Anak saat Berbuat Salah
Pinterest.com/mothersbloggr
  • Orangtua dianjurkan merespons kesalahan anak dengan tenang, membedakan perilaku salah dari jati diri anak, serta menghindari amarah dan penghakiman.

  • Kalimat yang mengajak anak menjelaskan kejadian, jujur, dan merasa didengarkan membantu menciptakan ruang aman agar mereka terbuka tanpa takut dimarahi.

  • Kesalahan perlu diarahkan sebagai proses belajar lalu validasi emosi anak, tawarkan dukungan untuk memperbaiki masalah, beri kesempatan mencoba lagi, dan tegaskan kasih sayang tetap ada.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Anak pasti pernah melakukan kesalahan yang membuat orangtua kesal. Biasanya respon yang pertama kali keluar adalah memarahi anak tanpa mendengar penjelasannya. 

Seperti yang disebutkan dalam Psychology Today dengan judul The Benefits of Mistakes and Failure, ketika anak melakukan kesalahan, sebenarnya yang dibutuhkan mereka bukan amarah atau bagaimana cara menghilangkan kesalahan tersebut.

Tapi bagaimana orangtua merespons dengan bijak, seperti membedakan antara kesalahan dan jati diri anak. Bagaimana sih maksudnya? Yuk disimak 13 hal yang ingin didengar anak saat berbuat salah versi Popmama.com.


  1. 1. “Semua orang pernah salah”

    Orangtua menyatakan kepada anak "semua orang pernah membuat salah"
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Kalimat tersebut mengajarkan kepada anak bahwa ketika mereka melakukan kesalahan, bukan berarti mereka menjadi sosok yang nakal atau jahat. 

    Tujuannya adalah untuk memberikan pengertian kepada anak bahwa setiap orang pasti melakukan kesalahan dan berhak diberikan kesempatan.


  2. 2. “Mama dan Papa tidak marah sama kamu”

    Orangtua tidak akan marah kepada anak saat ia berbuat salah
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Kalimat tersebut memberi ruang bagi anak untuk menyampaikan kebenaran tanpa merasa takut. Karena pada dasarnya, setelah melakukan kesalahan, kebanyakan mereka merasa takut untuk dimarahi oleh orangtuanya.


  3. 3. “Ayo kita selesaikan ini bersama ya”

    Menyelesaikan masalah bersama orangtua
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Kalimat tersebut meyakinkan anak bahwa mereka tidak harus menghadapi atau menyelesaikan masalahnya sendirian. Peran orangtua dalam hal ini adalah membantu anak untuk menyelesaikan masalahnya, tetapi ingat untuk tetap memberikan ruang untuk anak menyelesaikan masalahnya sendiri.


  4. 4. “Apa yang terjadi?”

    Orangtua menanyakan "apa yang terjadi?" kepada anak
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Kalimat tersebut menunjukkan keinginan orang tua untuk memahami situasi terlebih dahulu sebelum menghakimi. Perlu diingat Mama Papa, menanyakan situasi anak bertujuan agar anak jujur terhadap situasi yang dialaminya.


  5. 5. "Kamu bisa coba lagi”

    Orangtua yakin kepada anak untuk mencoba lagi
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Kalimat tersebut mengingatkan bahwa satu kesalahan tidak menentukan siapa diri mereka. Setiap anak melakukan kesalahan dan berjanji untuk lebih baik adalah kesempatan yang harus diberikan oleh orangtua.


  6. 6. “Mama dan Papa bangga kamu mau jujur”

    Orangtua bangga kepada anak yang jujur
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza

    Kalimat tersebut menekankan bahwa kejujuran jauh lebih berharga daripada menyembunyikan kesalahan. Biasanya juga ada anak yang memilih untuk diam dan menutupi kesalahannya karena takut dimarahi.


  7. 7. “Pelajaran apa yang kamu dapatkan?”

    Orangtua menanyakan kepada anak "pelajaran apa yang kamu dapatkan?"
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Kalimat tersebut membantu anak melihat kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar. Karena agar anak mengerti kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi, peran orangtua adalah memberikan penegasan melalui hal yang ia pelajari atas kesalahannya.


  8. 8. “Gapapa kalau kamu malu”

    Orangtua mengatakan "gapapa kalau kamu malu"
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Kalimat tersebut memvalidasi emosi dan perasaan besar yang sedang dirasakan anak. Terlebih ketika anak melakukan kesalahan di ruang umum, Mama dan Papa perlu memvalidasi perasaannya agar ia tidak merasa kecil.


  9. 9. “Kamu tetap anak yang baik”

    Orangtua mengatakan "kamu tetap anak baik"
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Kalimat tersebut memberikan kepastian pada anak dan memberikan pemahaman bahwa perilaku buruk tidak mengubah nilai diri mereka. Tujuannya tentu agar anak tidak merasa bahwa dirinya adalah sosok yang buruk.


  10. 10. “Gimana kita memperbaikinya?”

    Orangtua dan anak mencari solusi
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Kalimat tersebut memfokuskan pada proses perbaikan dan solusi, bukan sekadar hukuman. Seperti yang telah disebutkan, anak memerlukan validasi dan solusi dari kesalahannya.


  11. 11. “Mama dan Papa yakin kamu bisa menyelesaikannya”

    Orangtua yakin kepada anaknya
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Kalimat tersebut memberikan kepercayaan bahwa anak mampu membuat pilihan yang lebih baik di masa depan. Karena ia akan tahu ketika ia salah dan memerlukan keyakinan bahwa dirinya dapat memperbaiki kesalahannya.


  12. 12. “Mama dan Papa tetap sayang kamu”

    Orangtua yang sayang kepada anaknya
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Kalimat tersebut menjelaskan bahwa mereka tetap dicintai, bahkan di hari-hari tersulit sekalipun. Rasa bersalah anak pasti besar setelah melakukan kesalahan, pastikan orangtua tidak menyebutkan kalimat yang membuatnya semakin merasa bersalah.


  13. 13. “Mama dan Papa mau mendengarkan penjelasan kamu”

    Orangtua yang mendengarkan anaknya
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Kalimat tersebut menegaskan kehadiran orang tua sebagai tempat aman bagi anak kapan saja. Mendengarkan anak perlu dilakukan tanpa menghakimi terlebih dahulu, agar anak dapat terbuka secara emosional.

    Itu dia 13 hal yang ingin didengar anak saat berbuat salah.

    Bagaimana Mama Papa, Sudah mengerti cara membedakan antara kesalahan dan jati diri anak?

    Tujuan utama parenting bukanlah membesarkan anak yang tidak pernah berbuat salah, melainkan membesarkan anak yang merasa aman untuk belajar, memperbaiki diri, dan selalu terbuka kepada orang tuanya.


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More