Persahabatan masa kecil biasanya menjadi tempat di mana anak-anak belajar tentang kepercayaan, loyalitas, dan kerentanan.
Tapi pernah gak sih, Mama Papa menghadapi si Anak yang sedang memiliki konflik dan pertengkaran oleh temannya. Memang hal itu adalah bagian tak terhindarkan dari hubungan apa pun, bahkan di antara sahabat.
Yang menjadi tantangannya adalah bagaimana orangtua mengajarkan anak untuk tetap menjadi teman yang baik ketika sedang bertengkar dengan temannya, misalnya seperti menjaga rahasia dan kepercayaan teman mereka.
Belum lagi anak usia 6-9 tahun masih sering emosi dan tidak ingin kalah, ya, Ma. Hal itu justru memunculkan masalah karena si Anak emosi. Sering kali anak-anak menggunakan informasi pribadi temannya untuk membalas dendam atau mempermalukan.
Anak bisa jadi membocorkan rahasia temannya yang memalukan, menceritakan ketakutan temannya, atau mengolok-olok situasi keluarga temannya. Tindakan ini dapat menghancurkan kepercayaan, menyebabkan rasa sakit hati yang mendalam, bahkan mengakhiri persahabatan.
Oleh karena itu, orangtua memiliki peran penting untuk mengajarkan batasan yang sehat kepada anak-anaknya.
Jadi, yuk disimak cara ajarkan anak, marah bukan berarti boleh bocorkan rahasia teman, berikut di Popmama.com.
