Polusi udara masih menjadi ancaman kesehatan yang serius tiap tahunnya.
Menurut WHO ada sekitar tujuh juta orang meninggal lebih cepat akibat menghirup polusi udara. Bahkan hampir 99% populasi penduduk di dunia, mendiami wilayah yang rentan polusi udara.
Mengutip dari Kompas, di Indonesia sendiri polusi udara bertengger pada posisi ke-5 sebagai penyebab kematian tertinggi.
Pencemaran udara dapat berasal dari berbagai sumber, seperti asap kendaraan, limbah pabrik, pembakaran sampah, kebakaran hutan, aktivitas industri, hingga letusan gunung berapi yang melepaskan debu, gas, dan awan panas. Polutan yang berasal dari aktivitas tersebut diantaranya adalah karbondioksida dan sulfur dioksida.
Mengutip dari Kemenkes, gas CO2 atau karbondioksida yang muncul dari aktivitas pembakaran dapat mengurangi oksigen dalam tubuh.
Sedangkan gas SO2 atau sulfur dioksida yang dihasilkan dari kegiatan industri ini dapat menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan seperti pada selaput lendir hidung, tenggorokan, hingga paru-paru.
Sedihnya, anak-anak masuk ke dalam kelompok yang rentan terpapar polusi udara. Hal ini dikarenakan sistem imun dan kekebalan yang belum matang serta saluran pernapasan yang masih berkembang.
Jika anak terus-menerus menghirup udara yang tercemar, efeknya bisa berbahaya untuk pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan perilakunya.
Kali ini sudah Popmama.com rangkum informasi mengenai bahaya polusi udara untuk anak. Disimak ya, Ma!
