Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Benarkah Anak yang Tidur di Atas Jam 9 Malam Berisiko Punya Badan Pendek?
Pexels/cottonbro studio
  • Waktu tidur berpengaruh besar pada pelepasan hormon pertumbuhan anak, terutama saat fase tidur dalam yang terjadi di awal malam.
  • Tidur terlalu larut dan kurang berkualitas bisa menghambat pembentukan tulang serta berdampak pada tinggi badan jika berlangsung terus-menerus.
  • Anak disarankan tidur sekitar pukul 8–9 malam agar hormon pertumbuhan bekerja optimal, didukung nutrisi seimbang dan pola hidup sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebagian dari Mama mungkin pernah mendengar bahwa anak sebaiknya tidur sebelum jam 9 malam agar tumbuh tinggi maksimal. Ternyata, anjuran ini bukan sekadar mitos belaka. 

Secara medis, waktu dan kualitas tidur memang berperan penting dalam proses pertumbuhan anak, terutama karena berkaitan dengan pelepasan hormon pertumbuhan atau growth hormone (GH).

Meski asupan gizi sudah tercukupi, kebiasaan tidur terlalu larut tetap bisa berdampak pada proses tumbuh kembang si Kecil. Namun, benarkah tidur di atas jam 9 malam otomatis membuat tinggi badan anak tidak maksimal? 

Simak pembahasannya telah Popmama.com siapkan. 

1. Hormon pertumbuhan paling aktif saat awal tidur malam

Pexels/cottonbro studio

Hormon pertumbuhan (GH) diproduksi oleh kelenjar pituitari dan dilepaskan paling tinggi saat anak memasuki fase tidur dalam (deep sleep). Fase ini biasanya terjadi pada siklus awal tidur malam. 

Karena itu, anak yang tidur lebih awal berpeluang mendapatkan kualitas deep sleep yang lebih optimal. Puncak keluarnya mengikuti waktu anak tertidur. 

Artinya, jika anak tidur terlalu larut dan durasinya kurang, fase tidur dalam bisa berkurang, sehingga pelepasan hormon pertumbuhan tidak maksimal.

2. Kurang tidur bisa mengganggu proses pembentukan tulang

Pexels/cottonbro studio

Hormon pertumbuhan berperan penting dalam pembentukan tulang panjang dan regenerasi jaringan tubuh.

Ketika hormon ini terganggu dalam jangka panjang, pertumbuhan tinggi badan anak secara teori bisa ikut terdampak.

Meski begitu, tinggi badan tidak hanya dipengaruhi oleh tidur. Faktor genetik, kecukupan nutrisi, aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan juga memiliki peran besar.

Jadi, tidur larut bukan satu-satunya penyebab, tetapi bisa menjadi salah satu faktor risiko jika terjadi terus-menerus.

3. Tidur larut justru berkaitan dengan risiko berat badan berlebih

Pexels/Pixabay

Penelitian dari Karolinska Institute menemukan bahwa anak usia 1–6 tahun yang tidur lebih larut cenderung memiliki BMI dan lingkar pinggang lebih tinggi.

Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara waktu tidur dan regulasi metabolisme tubuh.

Anak yang kurang tidur dapat mengalami gangguan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

Jika berlangsung lama, kondisi ini bisa meningkatkan risiko kelebihan berat badan, sehingga pada akhirnya juga dapat memengaruhi kualitas tumbuh kembang secara keseluruhan.

4. Kualitas tidur lebih penting dari sekadar jamnya

Pexels/RDNE Stock project

Selain waktu tidur, kualitas tidur juga sangat menentukan. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Otolaryngology–Head and Neck Surgery menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat menurunkan puncak pelepasan hormon pertumbuhan.

Anak yang sering terbangun di malam hari, mengalami gangguan napas saat tidur, atau memiliki pola tidur tidak teratur bisa mengalami penurunan kualitas deep sleep

Jika terjadi dalam jangka panjang, pertumbuhan tinggi badan bisa menjadi kurang optimal meskipun kebutuhan gizinya tercukupi.

5. Tidur sebelum jam 9 malam bisa jadi strategi terbaik untuk anak

Pexels/Ketut Subiyanto

Meski tidak ada ‘jam sakral’ yang mutlak berlaku untuk semua anak, banyak ahli menyarankan anak usia prasekolah dan sekolah dasar untuk tidur sekitar pukul 8–9 malam. 

Hal ini memberi waktu cukup bagi tubuh untuk memasuki siklus tidur dalam yang optimal. Durasi tidur yang dianjurkan pun berbeda sesuai usia, umumnya berkisar 9–13 jam per hari untuk anak usia dini dan sekolah dasar. 

Dengan tidur cukup dan berkualitas, pelepasan hormon pertumbuhan bisa berlangsung lebih maksimal, sehingga mendukung tinggi badan anak sesuai potensi genetiknya.

Jadi, Apakah Tidur di Atas Jam 9 Pasti Menghambat Tinggi Badan?

Freepik

Jawabannya adalah tidak selalu ya, Ma. Namun jika kebiasaan tidur larut yang terjadi terus-menerus dan disertai durasi serta kualitas tidur kurang dapat membuat anak berisiko mengalami gangguan pertumbuhan. 

Karena itu, selain memastikan asupan gizi seimbang, Mama juga perlu menjaga rutinitas tidur anak agar teratur.

Kombinasi nutrisi yang baik, aktivitas fisik cukup, serta tidur berkualitas adalah kunci agar tinggi badan si Kecil tumbuh optimal sesuai potensi terbaiknya.

Demikian pembahasan mengenai benarkah tidur di atas jam 9 malam otomatis membuat tinggi badan anak tidak maksimal. Semoga informasinya membantu ya, Ma.

Editorial Team