Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Cara Hewan “Pecinta Hujan” Bertahan saat Musim Kemarau

7 Cara Hewan “Pecinta Hujan” Bertahan saat Musim Kemarau
Pexels/ChrisK
Intinya Sih
  • Hewan seperti cacing, kodok, dan siput beradaptasi saat kemarau dengan bersembunyi di tempat lembap atau menggali lebih dalam untuk menjaga suhu dan kelembapan tubuh.
  • Banyak hewan mengurangi aktivitas siang hari, berpindah ke area yang masih memiliki air, serta menjaga kelembapan tubuh agar tidak dehidrasi di tengah cuaca panas.
  • Beberapa hewan memasuki fase estivasi untuk menghemat energi dan menunda berkembang biak hingga kondisi kembali lembap, membuat mereka tampak jarang terlihat selama musim kemarau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Musim kemarau di Indonesia diperkirakan mulai sekitar April 2026 menurut BMKG. Saat hujan mulai jarang turun, mungkin kamu mulai sadar hewan-hewan yang biasanya sering muncul saat hujan jadi lebih sulit ditemukan.

Tenang, mereka bukan hilang, kok. Hewan seperti cacing, kodok, siput, bekicot, hingga serangga seperti kepik sebenarnya sedang beradaptasi dengan lingkungan yang lebih kering.

Lalu, apa saja yang mereka lakukan saat musim kemarau? Berikut Popmama.com rangkum 7 hal yang terjadi.

1. Menggali dan bersembunyi di tempat yang lebih lembap

Dua tangan memegang segenggam tanah hitam yang berisi beberapa cacing tanah, menunjukkan kondisi tanah yang subur.
Pexels/SippakornYamkasikorn

Beberapa hewan seperti cacing, semut tanah, dan larva serangga akan masuk lebih dalam ke tanah saat cuaca panas.

Ini karena:

  • Tanah bagian dalam lebih dingin
  • Kelembapannya lebih terjaga
  • Terlindungi dari panas matahari langsung

Cara ini membantu mereka tetap hidup meski permukaan tanah sudah kering.

2. Mengurangi aktivitas di siang hari

Cacing tanah berwarna cokelat merayap di atas rumput hijau dengan tekstur tanah yang terlihat di beberapa bagian.
Pexels/SippakornYamkasikorn

Hewan seperti kodok, katak, dan siput biasanya menghindari aktivitas di siang hari saat cuaca panas.

Mereka cenderung:

  • Bersembunyi di tempat teduh
  • Keluar saat pagi atau malam hari
  • Menghindari paparan panas berlebih

Tujuannya sederhana: menjaga tubuh tetap lembap dan tidak kehilangan cairan terlalu cepat.

3. Pindah ke area yang masih memiliki air

Seekor katak hijau muncul di permukaan air dengan mata menonjol, dikelilingi daun teratai di lingkungan alami yang tenang.
Pexels/Ilofrey

Saat sumber air berkurang, beberapa hewan akan berpindah ke tempat yang lebih mendukung, seperti:

  • Pinggir sungai atau danau
  • Area berlumpur
  • Lingkungan dengan banyak tanaman
  • Di dalam tanah

Contohnya katak, kodok, dan keong yang sangat bergantung pada air untuk bertahan hidup.

4. Menjaga kelembapan tubuh agar tidak dehidrasi

Kumbang koksi merah dengan bintik hitam merayap di atas daun hijau dengan latar belakang buram berwarna abu-abu.
Pexels/ErikKarits

Hewan seperti cacing, siput, dan bekicot sangat bergantung pada kondisi lembap.

Saat kemarau, mereka akan:

  • Mengurangi aktivitas
  • Mencari area basah
  • Menjaga tubuh tetap lembap

Jika lingkungan terlalu kering, mereka bisa mengalami dehidrasi yang berbahaya.

5. Masuk ke fase “istirahat” (estivasi) saat panas ekstrem

Kumbang koksi berwarna merah dengan bintik hitam merayap di atas daun hijau muda di bawah sinar matahari.
Pexels/ErikKarits

Beberapa hewan memiliki cara unik untuk bertahan, yaitu estivasi atau “tidur” saat cuaca panas.

Dilansir dari Discovery Place Nature, saat estivasi terjadi hewan akan:

  • Laju pernapasan melambat
  • Detak jantung menurun
  • Metabolisme tubuh ditekan untuk menghemat energi

Contohnya:

  • Siput dan bekicot, bahkan menurut National Geographic ada jenis siput yang bisa bertahan hingga bertahun-tahun dalam kondisi ini
  • Beberapa jenis katak, seperti katak penampung air
  • Serangga tertentu seperti kepik, kumbang, dan nyamuk

Mereka akan “menunggu” sampai kondisi lingkungan kembali lembap.

6. Menunda berkembang biak

Seekor siput bercangkang belang cokelat dan krem merayap di tepi kayu gelap dengan latar belakang dedaunan hijau.
Pexels/ValentineTanasovich

Banyak hewan “pecinta hujan” membutuhkan air untuk berkembang biak.

Misalnya:

  • Katak dan kodok bertelur di air
  • Serangga tertentu berkembang di lingkungan lembap

Saat kemarau, mereka cenderung menunda proses ini karena:

  • Air tidak mencukupi
  • Risiko anak tidak bertahan hidup lebih tinggi

7. Tetap ada, tapi jarang terlihat

Cacing tanah berwarna cokelat merayap di atas rumput hijau dengan beberapa daun kering di sekitarnya pada siang hari.
Pixels/kaboompics

Meski jarang muncul, hewan-hewan ini sebenarnya tidak ke mana-mana. Mereka hanya:

  • Lebih sering bersembunyi
  • Berpindah ke tempat yang aman
  • Mengurangi aktivitas di permukaan

Selain cacing dan kodok, hewan seperti kecoak tanah, lipan kecil, dan rayap juga melakukan hal serupa saat musim kemarau.

Ternyata, banyak hewan punya cara cerdas untuk bertahan hidup saat musim kemarau. Mereka mungkin terlihat “menghilang”, tapi sebenarnya sedang beradaptasi dengan lingkungannya.

Saat musim hujan kembali, hewan-hewan ini biasanya akan muncul lagi dan jadi lebih aktif. Seru banget untuk diamati, ya!

Share
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Related Articles

See More
4 Nama Negara dari Huruf J

4 Nama Negara dari Huruf J

23 Apr 2026, 00:03 WIBBig Kid