Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Fakta Tawon Purba yang Dinamai Dengan Pembalap F1 Oscar Piastri

7 Fakta Tawon Purba yang Dinamai Dengan Pembalap F1 Oscar Piastri
Pexels/WillfriedWende
Intinya Sih
  • Peneliti Universitas Oxford menemukan fosil tawon purba berusia sekitar 98 juta tahun dari Myanmar dan menamainya Gwesped piastrii.
  • Nama spesies diambil dari pembalap Formula 1 Oscar Piastri, terinspirasi oleh candaan peneliti Corentin Jouault yang merupakan penggemar F1 sejak kecil.
  • Warna oranye amber tempat fosil ditemukan mengingatkan pada mobil McLaren, membuat penamaan ini semakin cocok dan menarik perhatian publik serta Oscar Piastri sendiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Biasanya nama atlet digunakan untuk stadion, penghargaan, atau bahkan jalan raya. Namun kali ini ada penghormatan yang jauh lebih unik. Seorang peneliti dari Universitas Oxford memberi nama spesies tawon purba yang hidup sekitar 98 juta tahun lalu dengan nama pembalap Formula 1, Oscar Piastri.

Spesies baru tersebut diberi nama Gwesped piastrii setelah ditemukan dalam fosil amber dari era dinosaurus. Tak hanya menarik perhatian ilmuwan, penamaan ini juga menjadi perbincangan di kalangan penggemar Formula 1.

Berikut Popmama.com rangkum 7 fakta tawon purba yang dinamai dengan pembalap F1, Oscar Piastri.

1. Tawon ini hidup pada zaman dinosaurus

tawon hinggap di tanaman
Pexels/skylerewing

Spesies Gwesped piastrii diperkirakan hidup sekitar 98 juta tahun lalu pada periode Kapur atau Cretaceous lho!

Artinya, serangga ini hidup jauh sebelum manusia muncul di Bumi dan bahkan masih satu zaman dengan berbagai spesies dinosaurus.

2. Fosilnya ditemukan dalam amber dari Myanmar

Seekor tawon
- - Pexels/ОлександрК

Tawon tersebut ditemukan terperangkap di dalam amber atau getah pohon yang membatu.

Amber bisa juga dikenal sebagai “kapsul waktu alami” karena mampu mengawetkan organisme kecil selama jutaan tahun dengan detail yang luar biasa, termasuk bentuk tubuh serangga.

3. Namanya diambil dari Oscar Piastri

Seekor tawon hinggap di tanaman
Pexels/skylerewing

Peneliti asal Prancis, Corentin Jouault, memutuskan memberi nama spesies ini berdasarkan nama pembalap McLaren, Oscar Piastri.

Menariknya, ide tersebut awalnya hanya bercanda saat ia berdiskusi dengan rekan-rekannya sesama penggemar Formula 1 di Oxford. Namun, ketika benar-benar menemukan spesies baru, ia menepati janjinya.

4. Penemunya memang penggemar Formula 1 sejak kecil

Seekor tawon
Pexels/ОлександрК

Menurut Jouault, kecintaannya pada Formula 1 sudah dimulai sejak masa kanak-kanak karena sang kakek juga merupakan penggemar balap.

Ia mengaku mengikuti perkembangan Formula 1 selama bertahun-tahun dan mulai mendukung Oscar Piastri sejak musim debut sang pembalap.

5. Nama “piastrii” ternyata bukan salah ketik

Seekor tawon
Pexels/ОлександрК

Banyak orang mengira penulisan piastrii dengan dua huruf “i” merupakan kesalahan.

Fakta menariknya, dalam aturan penamaan zoologi, jika spesies dinamai berdasarkan nama laki-laki, akhiran “-i” harus ditambahkan pada nama belakangnya. Karena nama Piastri sudah berakhir dengan huruf “i”, hasil akhirnya menjadi piastrii. Unik banget ya!

6. Warna ambernya mengingatkan peneliti pada mobil McLaren

Seekor tawon
Pexels/Giomodzmana

Ada alasan unik lain lho, mengapa peneliti merasa nama tersebut cocok. Jadi bukan dua kerena sang penemu seorang penggemar Oskar Piastri tetapi, amber tempat fosil ditemukan memiliki warna oranye terang yang mengingatkannya pada warna khas tim McLaren, yaitu papaya orange yang identik dengan mobil balap mereka.

7. Oscar Piastri ikut mengetahui kabar ini

Oscar piastri memegang piala
Instagram.com/oscarpiastri

Setelah penelitian dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, kabarnya menyebar luas di kalangan penggemar Formula 1.

Tim McLaren bahkan membuat konten media sosial mengenai penemuan tersebut, dan Oscar Piastri sendiri memberikan respons lucu terhadap berbagai lelucon tentang “tawon bernama dirinya”.

Bagi Jouault, melihat reaksinya menjadi salah satu momen paling menyenangkan setelah bertahun-tahun meneliti fosil serangga.

Saat mendengarkan berita ini mungkin kamu merasa lucu ya tetapi penemuan Gwesped piastrii menunjukkan bahwa dunia sains dan olahraga terkadang bisa bertemu dengan cara yang tidak terduga. Dari sebuah fosil berusia 98 juta tahun hingga pembalap Formula 1 modern, cerita ini menjadi contoh unik bagaimana nama seorang atlet dapat diabadikan dalam sejarah ilmu pengetahuan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More