Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Sekolah Gratis di Bawah Flyover Tomang yang Sudah 17 Tahun
Instagram.com/anakmentariindonesia
  • Sekolah Anak Mentari Indonesia berdiri sejak 2009 di bawah flyover Tomang, menjadi ruang belajar gratis bagi anak-anak prasejahtera setiap akhir pekan.
  • Awalnya muncul dari kegiatan sosial Ramadan untuk anak pemulung, sekolah ini berkembang jadi komunitas pendidikan sukarela yang konsisten hampir dua dekade.
  • Kegiatan belajar dilakukan secara menyenangkan tanpa tekanan nilai, fokus menumbuhkan minat baca-tulis dan membantu anak yang kesulitan mengikuti pelajaran formal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang kelas. Di bawah flyover Tomang, Jakarta Barat, puluhan anak justru menemukan ruang belajar yang hangat, menyenangkan, dan penuh semangat setiap akhir pekan.

Di tengah hiruk pikuk kendaraan yang melintas, ada sebuah sekolah gratis bernama Sekolah Anak Mentari Indonesia yang telah menjadi tempat belajar bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sejak tahun 2009. Menariknya, kegiatan belajar dilakukan di ruang terbuka dengan konsep yang jauh dari suasana sekolah formal.

Berikut beberapa fakta menarik tentang Sekolah Anak Mentari Indonesia yang berhasil mencuri perhatian publik.

1. Berlokasi di bawah flyover Tomang

Jika biasanya sekolah identik dengan gedung dan ruang kelas, Sekolah Anak Mentari Indonesia justru memanfaatkan area taman di bawah flyover Tomang sebagai tempat belajar.

Anak-anak belajar dengan duduk di atas terpal, dikelilingi pepohonan rindang yang membuat suasana terasa lebih nyaman. Meski sederhana, tempat ini menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang.

2. Berdiri sejak tahun 2009 dan masih aktif hingga sekarang

Instagram.com/anakmentariindonesia

Tidak banyak komunitas pendidikan sukarela yang mampu bertahan selama belasan tahun. Namun Sekolah Anak Mentari Indonesia telah konsisten menjalankan kegiatan belajar gratis setiap hari Minggu selama hampir dua dekade.

Keberlangsungan sekolah ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap pendidikan bisa memberikan dampak besar ketika dilakukan secara konsisten.

3. Awalnya dibuat untuk membantu anak-anak pemulung

Instagram.com/anakmentariindonesia

Sekolah ini bermula dari kegiatan sosial sederhana saat bulan Ramadan. Dari kegiatan berbagi makanan kepada pemulung dan tunawisma, muncul keinginan untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.

Seiring waktu, kegiatan belajar yang awalnya sederhana berkembang menjadi sekolah gratis yang rutin diadakan setiap minggu.

4. Mengajarkan membaca dan menulis dengan cara yang menyenangkan

Instagram.com/anakmentariindonesia

Salah satu aktivitas utama di sekolah ini adalah membaca bersama. Anak-anak bebas memilih buku yang tersedia, lalu membaca bersama relawan.

Setelah itu, mereka diajak menuliskan kembali isi cerita yang sudah dibaca. Cara belajar seperti ini membantu anak memahami bacaan sekaligus melatih kemampuan menulis sejak dini.

Tidak ada tekanan nilai atau ujian. Fokusnya adalah menumbuhkan minat belajar dan rasa percaya diri anak.

5. Menjadi tempat belajar tambahan bagi anak-anak yang membutuhkan

Instagram.com/anakmentariindonesia

Saat ini, murid Sekolah Anak Mentari Indonesia bukan lagi anak-anak yang tinggal di bawah jembatan. Sebagian besar merupakan anak-anak yang membutuhkan bantuan belajar tambahan tetapi terkendala biaya.

Banyak dari mereka masih kesulitan membaca atau mengikuti pelajaran di sekolah formal. Karena itu, kehadiran kelas gratis ini menjadi dukungan penting agar mereka tidak tertinggal dalam proses belajar.

Kisah Sekolah Anak Mentari Indonesia menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak selalu membutuhkan fasilitas mewah. Dengan lingkungan yang aman, relawan yang peduli, dan semangat berbagi, ruang belajar bisa tumbuh di mana saja.

Bagi Mama dan Papa, cerita ini juga bisa menjadi inspirasi untuk mengenalkan anak pada nilai empati dan pentingnya berbagi kesempatan belajar kepada sesama. Karena terkadang, perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. 

Editorial Team

Related Article