"Bayangkan kamu duduk di sekitar api unggun yang indah. Kamu merasakan hangatnya, mengagumi cahayanya, terasa nyaman dan aman. Tapi jika api itu menyebar keluar dari batasnya, ia menjadi berbahaya dan merusak. Seperti itulah seks. Di dalam batasnya (pernikahan), ia indah dan aman. Di luarnya, ia kehilangan nilainya dan menjadi berbahaya."
Anak Tanya Soal Apa Seks Menyenangkan? Ini Jawaban Tenang dari Pakar Pendidikan

Saat anak tiba-tiba bertanya, "Ma, apakah seks itu sesuatu yang menyenangkan?" pasti reaksi pertama Mama adalah bingung dan panik, kan? Tenang, Mama nggak sendirian!
Banyak orangtua yang masih menganggap topik ini tabu, padahal jawaban yang tenang dan jujur sangat penting untuk membangun kepercayaan anak kepada Mama.
Nah, baru-baru ini Dr. Hanaa Ghannoum, seorang pakar pendidikan anak dan parenting coach, berbagi pengalamannya saat anaknya yang berusia 11 tahun melontarkan pertanyaan serupa.
Dalam unggahan Instagram-nya @drhanaa.peacewithinhome, ia menjelaskan bahwa kunci utama menjawab pertanyaan sensitif ini adalah ketenangan dan fondasi komunikasi yang sudah dibangun sejak kecil.
Bisa jadi motivasi untuk Mama dan Papa saat anak bertanya soal seks, berikut Popmama.com rangkumkan kunci menjawab dengan tenang menurut pakar pendidikan.
1. Fondasi keterbukaan dibangun sejak dini

Dr. Hanaa menegaskan bahwa percakapan seperti ini nggak terjadi secara instan atau tiba-tiba. Ini adalah hasil dari pembicaraan rutin yang sudah Mama bangun seiring tumbuh kembang anak.
Jika sejak kecil anak sudah terbiasa bertanya tentang tubuhnya atau asal-usul bayi, maka ketika pertanyaan besar perihal seks datang, ia sudah merasa aman dan percaya bahwa Mama adalah tempat bertanya yang nyaman.
Bayangkan, jika Mama merespons dengan panik atau mengalihkan pembicaraan, anak bisa menangkap pesan bahwa topik ini adalah sesuatu yang salah atau memalukan.
Padahal, yang ia butuhkan adalah jawaban jujur yang sesuai usianya. Dr. Hanaa mengingatkan bahwa percakapan ini dibangun di atas fondasi rasa aman, kepercayaan, dan keterbukaan.
2. Kunci menjawab dengan tenang ala Dr. Hanaa

Jika anak mama mempunyai pertanyaan yang sama seperti anak dari Dr. Hanaa, maka jawaban dengan tenang dan penuh keyakinan akan membantu anak merasa percaya, Ma.
Sebagai seorang Muslim, Dr. Hanaa menjawab pertanyaan sang anak dengan pendekatan Islami, yaitu:
"Seks adalah anugerah indah dari Allah, bermanfaat untuk ikatan dan kesejahteraan suami istri. Allah telah menganugerahkan hal ini untuk pernikahan."
Ini adalah pesan utama yang ingin disampaikan bahwa sesuatu yang indah membutuhkan batasan untuk melindunginya.
Melalui pesan ini, Mama sudah memperkenalkan nilai-nilai agama dan moral tanpa membuat anak merasa takut atau bersalah.
Dengan pendekatan ini, Mama mengajarkan bahwa keintiman bukanlah hal yang kotor atau salah, melainkan karunia dari Allah yang dijaga dengan batasan-batasan mulia.
3. Gunakan analogi yang mudah dipahami

Untuk membuat anak lebih paham, Mama juga bisa memberikan analogi yang akan lebih mudah dimengerti oleh anak, yaitu perumpamaan api unggun.
Analogi seperti ini efektif karena menggunakan gambaran yang konkret dan mudah dicerna oleh anak-anak.
Mama juga bisa pakai perumpamaan serupa yang dekat dengan keseharian anak, sehingga pesan tentang batasan dan perlindungan lebih mudah tertanam dalam benaknya.
4. Pentingnya menjawab anak dengan tenang dan jujur

Dr. Hanaa mengingatkan bahwa terlalu banyak dari kita yang tumbuh dengan perasaan canggung dan malu membahas seksualitas. Tentu kita tidak ingin mewariskan hal ini kepada anak-anak kita kan, Ma.
Itulah mengapa menyambut rasa ingin tahu anak dengan ketenangan, bukan ketakutan, serta kebenaran, bukan rasa malu, mengajarkan bahwa bahkan bagian paling pribadi dalam hidup pun bisa dipandu oleh iman dan keindahan.
Terlebih lagi di era sekarang, di mana segala sesuatu dengan mudah diakses dan dinormalisasi tanpa batas atau nilai, anak-anak kita membutuhkan kejelasan dari Mama lebih dari sebelumnya.
Dengan memberikan fakta yang dibungkus iman dan keindahan, Mama menanamkan benih rasa hormat, kesopanan, dan keamanan emosional pada diri anak.
Ingat, kepercayaan itu suci. Jadi saat Mama menyambut rasa ingin tahu anak dengan lapang dada, ia pun akan selalu datang ke Mama terlebih dahulu, bukan ke sumber-sumber lain yang belum tentu benar atau sesuai dengan nilai-nilai keluarga.
Jangan sampai anak justru lebih percaya dengan orang lain di luar sana, sehingga enggan bertanya pada orangtua karena perasaaan tidak aman dan nyaman.
Itu dia kunci menjawab anak dengan ketika bertanya soal seks. Sekarang sudah tahu cara menjawabnya kan, Ma?
Yuk, mulai terapkan, karena anak yang merasa didengar dan dijawab dengan jujur akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan berpegang pada nilai-nilai baik.


















