Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Psoriasis Bukan Masalah Kulit Biasa, Lakukan Ini agar Anak Terhindar!

Psoriasis Bukan Masalah Kulit Biasa, Lakukan Ini agar Anak Terhindar!
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI
Intinya Sih
  • dr. Herlin Ramadhanti menegaskan psoriasis bukan sekadar masalah kulit, melainkan cerminan kondisi tubuh yang terganggu akibat peradangan dan gangguan sistem imun.

  • Pola makan tinggi Ultra-Processed Food dan tepung terigu disebut sebagai pemicu utama peradangan yang memperburuk kondisi autoimun seperti psoriasis.

  • Pencegahan sejak dini dilakukan dengan membatasi UPF, mengajarkan manajemen stres, serta membentuk pola hidup sehat agar sistem imun anak tetap kuat dan seimbang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Masalah kesehatan kulit sering kali dianggap sebagai gangguan luar semata yang cukup diatasi dengan obat oles atau krim tertentu. 

Namun, sebuah edukasi kesehatan holistik yang dibagikan oleh dr. Herlin Ramadhanti di akun Instagram pribadinya, @dr.herlin.ramadhanti, membuka mata akan fakta sebaliknya. 

Melalui kisah seorang pasien yang terdiagnosis autoimun psoriasis, dr. Herlin mengingatkan bahwa apa yang tampak di luar sebenarnya adalah cerminan dari kondisi di dalam tubuh.

Berikut Popmama.com rangkum kasus autoimun psoriasis tersebut beserta panduan agar anak-anak Mama terhindar dari risiko serupa di masa depan!

Table of Content

1. Keluhan yang dirasakan pasien autoimun psoriasis

1. Keluhan yang dirasakan pasien autoimun psoriasis

Psoriosis bukan masalah kulit biasa
Instagram.com/dr.herlin.ramadhanti

Saat pertama kali menjalani pemeriksaan, pasien dengan diagnosis autoimun psoriasis dari dokter datang dengan tumpukan keluhan fisik yang cukup banyak dan tidak hanya terbatas pada masalah luar saja. 

Gejala yang dirasakan di sekujur tubuhnya meliputi rasa kulit gatal yang intens, munculnya plak psoriasis yang menebal di permukaan kulit, kondisi tubuh yang mudah lelah meskipun tidak beraktivitas berat, hingga keluhan sering sakit badan atau linu di area persendian.

2. Beberapa penyakit dalam yang menyertai masalah kulit

Psoriosis bukan masalah kulit biasa
Instagram.com/dr.herlin.ramadhanti

Selain masalah psoriasis yang terlihat kasat mata, pasien tersebut juga mengidap beberapa gangguan kesehatan serius lainnya di dalam tubuh. 

Beliau tercatat memiliki kadar kolesterol tinggi, mengalami gangguan lambung atau pencernaan kronis, serta adanya temuan berupa benjolan di leher sebelah kiri. 

Autoimun tidak pernah berdiri sendiri melainkan saling memengaruhi sistem metabolisme organ lainnya.

3. Pola makan buruk yang menjadi pemicu utama peradangan

Psoriosis bukan masalah kulit biasa
Instagram.com/dr.herlin.ramadhanti

Berdasarkan hasil evaluasi mendalam, pola makan harian pasien ternyata masih sangat sering mengonsumsi Ultra-Processed Food (UPF) atau makanan kemasan siap saji serta berbagai makanan berbahan dasar tepung terigu. 

“Yang sering saya sampaikan adalah psoriasis bukan sekadar masalah kulit. Karena kulit sering kali hanya menjadi ‘layar’ dari apa yang sedang terjadi di dalam tubuh,” jelas dr. Herlin.

Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi peradangan inilah yang merusak sistem imun, sehingga ditekankan bahwa fokus penyembuhan bukan lagi sekadar mengurangi gejala di luar, melainkan memperbaiki fondasi kesehatan secara menyeluruh.

4. Batasi konsumsi UPF dan tepung sejak dini

Kurangi konsumsi produk UPF untuk cegah psoriosis
Pexels/ready made

Langkah awal agar anak terhindar dari risiko autoimun adalah dengan membatasi ketat pemberian makanan tinggi proses (UPF) dan makanan berbahan dasar terigu atau gluten sejak mereka kecil. 

Gantilah camilan harian anak dengan bahan makanan utuh (real food) seperti buah segar, sayuran, dan protein hewani berkualitas tinggi guna menjaga dinding pencernaan anak tetap kuat dan terhindar dari peradangan usus yang memicu respons imun abnormal.

Rekomendasi camilan sehat pengganti UPF di rumah:

  • Potongan buah segar kaya antioksidan, sediakan buah potong segar seperti buah naga, alpukat murni tanpa gula tambahan, atau buah beri yang kaya vitamin untuk menangkal radikal bebas.

  • Olahan protein hewani rumahan, berikan camilan padat nutrisi seperti telur puyuh rebus, homemade bakso sapi murni tanpa tepung, atau suwiran ayam panggang.

  • Ubi dan singkong rebus asli, manfaatkan karbohidrat kompleks alami seperti ubi cilembu, jagung manis pipil, atau singkong rebus sebagai pengganti biskuit dan roti terigu kemasan.

5. Ajarkan manajemen stres dan keseimbangan emosi anak

Ajarkan anak untuk mengelola emosi dengan baik agar terhindar dari psoriosis
Pexels/www.kaboompics.com

Sistem imun anak sangat sensitif terhadap tekanan psikologis dan suasana hati di lingkungan sekitarnya, sehingga manajemen stres menjadi terapi wajib dalam menjaga kesehatan imun. 

Mama harus mengajarkan anak cara mengenali dan mengelola emosi mereka dengan baik, menciptakan suasana rumah yang minim konflik, serta memastikan anak mendapatkan waktu istirahat dan tidur malam yang berkualitas demi menjaga kestabilan hormon tubuhnya.

Waktu terbaik mengajak anak beraktivitas fisik/olahraga untuk redakan stres:

  • Pagi hari sebelum jam 9 pagi, mengajak anak berjalan kaki atau bermain di halaman rumah sambil berjemur di bawah sinar matahari pagi untuk mengaktifkan vitamin D alami dan memicu hormon bahagia (endorfin).
  • Sore hari setelah jam 4 sore, waktu ideal untuk melepas energi berlebih anak lewat aktivitas fisik luar ruangan yang seru, seperti bersepeda atau bermain bola, agar tubuhnya lebih rileks saat malam tiba.
  • Saat anak mulai menunjukkan tanda jenuh atau cranky, jadikan olahraga ringan atau gerakan peregangan fun di dalam rumah sebagai coping mechanism yang sehat ketika anak mulai merasa stres dengan kegiatannya.

6. Ciptakan lingkungan yang mendukung proses pemulihan sel

Beri anak suplemen yang cukup untuk mencegah psoriosis
Pexels/Mikhail Nilov

Tubuh manusia pada dasarnya telah dirancang untuk memiliki kemampuan luar biasa dalam menyembuhkan dan memperbaiki kerusakan sel-selnya sendiri. 

Tugas utama Mama sebagai orangtua di rumah adalah membantu menciptakan lingkungan, ekosistem harian, serta suplai nutrisi yang mendukung penuh proses regenerasi sel tersebut, termasuk memberikan suplementasi tambahan yang aman dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

7. Bentuk pola hidup sehat secara konsisten

Jaga pola makan anak agar terhindari dari psoriosis
Pexels/Kampus Production

Membiasakan anak aktif bergerak, berolahraga di luar ruangan, serta terpapar sinar matahari pagi akan membantu mematangkan fungsi sistem kekebalan tubuh mereka secara alami. 

Ketika fondasi pola hidup sehat ini ditanamkan secara konsisten sejak usia dini, tubuh anak akan membentuk benteng pertahanan yang kuat dari risiko penyakit degeneratif maupun autoimun saat mereka beranjak dewasa nanti.

“Tubuh memiliki kemampuan untuk memperbaiki dirinya. Tugas Mama adalah membantu menciptakan lingkungan yang mendukung proses tersebut,” tulis dr. Herlin.

Melalui kombinasi terapi yang tepat, tubuh secara perlahan akan kembali ke jalur pemulihan yang optimal. Menjaga apa yang masuk ke dalam piring harian terbukti menjadi kunci utama dalam merawat kesehatan seluruh anggota keluarga.

Sudahkah Mama mulai mengevaluasi dan mengurangi camilan jenis UPF untuk anak di rumah?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More