Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hadirkan Simulasi Bencana Gratis, Korea Latih Kesiapsiagaan Anak
Instagram.com/@clara_hello_cebu
  • Pemerintah Kota Seoul menyediakan simulasi bencana gratis di Boramae Safety Experience Center untuk membangun kesiapsiagaan anak sejak dini.
  • Pusat yang dioperasikan Markas Pemadam Kebakaran Seoul ini menawarkan simulasi gempa, kebakaran, topan-banjir, dan kecelakaan lalu lintas, dipandu petugas pemadam aktif.
  • Latihan praktis berulang membantu anak memahami prosedur keselamatan, merespons situasi darurat lebih siap, dan pendidikan kebencanaan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sekolah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di tengah semakin meningkatnya risiko bencana alam akibat perubahan iklim global, Korea Selatan mengambil langkah proaktif nih, Ma.

Melalui unggahan video yang viral oleh akun Instagram @clara_hello_cebu, saat keluarganya mengikuti simulasi ini terlihat bahwa Pemerintah Korea Selatan membangun budaya siaga bencana sejak dini pada generasi muda.

Melalui Boramae Safety Experience Center, pemerintah Kota Seoul menghadirkan simulasi edukasi bencana gratis yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman praktis dan realistis bagi masyarakat, khususnya untuk anak-anak usia sekolah.

Penasaran bagaimana informasi mengenai simulasi bencana untuk anak ini? Berikut sudah Popmama.com rangkum untuk Mama!

1. Menghadirkan simulasi 4 bencana dan pendampingan profesional

Instagram.com/clara_hello_cebu

Fasilitas yang berdiri sejak 25 Mei 2010 ini dioperasikan langsung oleh Markas Pemadam Kebakaran dan Bencana Kota Seoul. Berlokasi di dalam Taman Boramae, Dongjak-gu, Seoul, tempat ini dikunjungi rata-rata lebih dari 500 pengunjung per hari melalui sistem reservasi daring, lho.

Berbeda dengan pusat edukasi biasa, seluruh rangkaian simulasi di Boramae Safety Experience Center tidak dipandu oleh instruktur, nih Ma. Simulasi bencana ini dipandu langsung oleh petugas pemadam kebakaran aktif yang kaya pengalaman di lapangan.

Simulasi dijalankan tiga kali sehari untuk kelompok berkapasitas sekitar 20 orang. Jadi pastikan Mama hadir tepat waktu setelah reservasi kehadiran ya.

Melansir dari etriwebzine, pusat keselamatan ini menyediakan 4 aula pengalaman bencana utama yang bisa Mama dan si Anak praktikan, diantaranya:

  • Simulasi gempa bumi

  • Simulasi kebakaran

  • Simulasi topan & banjir

  • Simulasi kecelakaan Lalu lintas

2. Simulasi yang dihadirkan Boramae Safety Experience Center

Seperti yang diinformasikan sebelumnya, Boramae Safety Experience Center menyediakan empat simulasi bencana untuk anak. Melansir dari unggahan video akun Instagram @clara_hello_cebu dan etriwebzine, berikut gambaran kegiatan simulasinya, Ma:

Merasakan langsung guncangan gempa bumi.

Saat simulasi gempa dimulai, anak-anak tidak hanya diajarkan menghafal langkah penyelamatan, tetapi juga masuk ke ruangan peragaan yang dirancang mirip interior rumah atau ruang kelas asli.

Ketika panggung simulasi bergetar hebat menirukan guncangan gempa nyata, anak dilatih secara refleks melakukan prosedur Drop, Cover, and Hold On, yaitu segera merunduk dan berlindung di bawah meja kokoh untuk melindungi kepala dari reruntuhan.

Menerjang terpaan angin topan

Dalam sesi simulasi angin topan, anak-anak diajak masuk ke koridor khusus yang dilengkapi kipas angin raksasa bertekanan tinggi.

Di sini, ia merasakan langsung sulitnya berjalan di tengah terpaan angin kencang dan hujan deras. Pelatihan ini mengajarkan anak mama untuk mencari pegangan kuat serta menekankan pentingnya berlindung di dalam bangunan kokoh saat badai.

Menghadapi tekanan air saat banjir

Salah satu sesi yang menarik perhatian di media sosial adalah simulasi banjir. Anak diajak mencoba membuka pintu bangunan atau mobil yang bagian luarnya terendam air.

Melalui alat peraga ini, anak-anak merasakan beratnya mendorong pintu akibat tekanan hidrostatik air. Simulasi fisik ini memberikan pemahaman konkret bahwa menunda evakuasi saat air naik dapat menyebabkan mereka terjebak di dalam ruangan.

Menembus lorong gelap berasap kebakaran

Pada simulasi kebakaran, si kecil diajarkan merespons cepat dengan berteriak "Kebakaran!" untuk memanggil bantuan, lalu berlatih memadamkan api buatan menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) simulasi.

Setelah itu, anak harus menyelamatkan diri dari lorong gelap yang dipenuhi asap tebal buatan. Anak dibiasakan membungkukkan badan, menutupi hidung dan mulut dengan lengan baju atau kain basah, serta berjalan merayap mengikuti petunjuk arah evakuasi darurat.

3. Pentingnya melatih kesiapsiagaan anak sejak dini

Pexels/Tahir Xəlfəquliyev

Mama, mengenalkan pendidikan kebencanaan kepada anak sejak dini penting untuk membantu mereka memahami cara menjaga keselamatan diri ketika menghadapi situasi darurat.

Latihan yang dilakukan secara berulang dapat membantu anak mengingat langkah-langkah keselamatan dan membentuk respon yang lebih siap ketika menghadapi keadaan darurat.

Dengan begitu, anak tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga terbiasa mempraktikkannya tanpa mudah panik.

Melansir dari IPB University, Prof Dwi Hastuti, Pakar Pengasuhan dan Tumbuh Kembang Anak, menekankan pentingnya mengenalkan pendidikan kebencanaan kepada anak sejak sekolah dasar. Menurutnya, materi tersebut tidak harus menjadi mata pelajaran khusus, tetapi dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran sains, ilmu sosial, maupun pendidikan jasmani.

Itulah informasi mengenai pemerintah Korea Selatan yang menghadirkan simulasi bencana gratis untuk anak saat menghadapi situasi darurat. Bagaimana apakah Mama tertarik untuk mengajak anak merasakan simulasi bencana tersebut?

Curated For You

Editorial Team

Related Article