Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Hal yang Perlu Orangtua Ketahui untuk Menjaga Kesehatan Mata Anak
Popmama.com/Nasywa Qurrotu Aini
  • Paparan gadget sejak dini membuat anak lebih rentan mengalami miopia, dengan faktor eksternal seperti durasi screen time kini lebih berpengaruh dibanding faktor keturunan.
  • Dokter menyarankan penerapan aturan 20-20-20 dan pembatasan penggunaan gadget secara bijak agar mata anak tidak mudah lelah dan tetap sehat di era digital.
  • Pemeriksaan mata sebaiknya dimulai sejak usia 3 tahun dan dilakukan rutin untuk mendeteksi gangguan penglihatan yang bisa memengaruhi prestasi belajar anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di era digital saat ini, kesehatan mata anak menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian lebih dari orangtua. Paparan gadget sejak usia dini, aktivitas belajar yang semakin banyak menggunakan layar, hingga kurangnya waktu bermain di luar ruangan dapat memengaruhi kualitas penglihatan anak dalam jangka panjang.

Dilaksanakan pada (20/06/26) di hotel The Orient Jakarta, Dokter Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Zoraya Ariefia Feranthy, dan Dokter Konsultan Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Ucok P. Pasaribu, membagikan sejumlah hal penting yang perlu diketahui orangtua agar kesehatan mata anak tetap terjaga.

1. Anak-anak sekarang lebih rentan mengalami mata minus

Popmama.com/Nasywa Qurrotu Aini

Menurut dr. Zoraya, anak-anak saat ini tumbuh di lingkungan yang sangat dekat dengan perangkat digital. Bahkan balita pun sudah banyak yang terpapar gadget untuk hiburan maupun aktivitas sehari-hari.

“Paparan gadget itu sudah sejak dini dan dalam waktu yang lebih panjang. Semakin bertambah usia, maka semakin intens penggunaan digitalnya,” jelas dr. Zoraya.

Kondisi ini membuat risiko miopia atau mata minus pada anak meningkat dibandingkan generasi sebelumnya.

2. Faktor layar kini lebih berpengaruh dibanding faktor keturunan

Popmama.com/Nasywa Qurrotu Aini

Jika dahulu faktor genetik dianggap sebagai penyebab utama mata minus, kini kondisinya mulai berubah.

“Dulu faktor genetik memegang peranan penting untuk mata minus. Tapi sekarang bergeser, faktor eksternal yang lebih berperan penting, yaitu durasi screen time,” kata dr. Ucok.

Karena itu, bukan hal yang aneh jika orangtua tidak memakai kacamata tetapi anak mengalami minus cukup tinggi akibat kebiasaan menatap layar terlalu lama.

3. Terapkan aturan 20-20-20 setiap hari

Popmama.com/Nasywa Qurrotu Aini

Salah satu cara sederhana yang direkomendasikan dokter untuk menjaga kesehatan mata adalah menerapkan aturan 20-20-20.

“Setiap 20 menit melihat dekat, lihat objek sejauh 20 feet atau sekitar 6 meter selama 20 detik,” ujar dr. Zoraya.

Kebiasaan sederhana ini membantu otot mata beristirahat dan mengurangi risiko kelelahan mata akibat aktivitas membaca, belajar, atau menggunakan gadget dalam waktu lama.

4. Orangtua tidak perlu langsung melarang gadget

Popmama.com/Nasywa Qurrotu Aini

Meski screen time perlu dibatasi, bukan berarti anak harus sepenuhnya dijauhkan dari teknologi.

“Tidak perlu direbut gadgetnya, tetapi kita harus bijak sesuai usia dan mengatur durasi penggunaannya,” jelas dr. Ucok.

Di era digital saat ini, penggunaan teknologi memang sulit dihindari. Yang lebih penting adalah memastikan anak menggunakan gadget sesuai kebutuhan dan dalam batas waktu yang wajar.

5. Pemeriksaan mata sebaiknya dimulai sejak usia 3 tahun

Popmama.com/Nasywa Qurrotu Aini

Banyak orangtua baru membawa anak ke dokter mata saat anak mengeluhkan penglihatan buram. Padahal pemeriksaan bisa dilakukan lebih awal.

“Mulai umur 3 tahun sebaiknya diperiksakan ke dokter mata anak untuk memastikan kondisi matanya sehat,” kata dr. Ucok.

Pemeriksaan dini membantu mendeteksi gangguan penglihatan yang mungkin tidak disadari anak maupun orangtua.

6. Mata minus yang tidak ditangani bisa memengaruhi prestasi belajar

Popmama.com/Nasywa Qurrotu Aini

Menurut dr. Ucok, anak sering kali tidak menyadari bahwa penglihatannya bermasalah. Mereka mungkin hanya terbiasa duduk lebih dekat ke papan tulis atau mengandalkan tebakan saat melihat tulisan dari jauh.

“Yang terganggu akhirnya pendidikannya. Padahal anaknya sebenarnya pintar, tetapi penglihatannya tidak optimal,” ungkapnya.

Karena itu, orangtua perlu memperhatikan tanda-tanda seperti sering menyipitkan mata, mendekat ke layar, atau kesulitan melihat tulisan dari kejauhan.

7. Jangan tunggu sampai anak mengeluh, lakukan kontrol rutin

Popmama.com/Nasywa Qurrotu Aini

Selain pemeriksaan awal, dr. Ucok juga menyarankan orangtua untuk melakukan kontrol mata secara berkala, terutama jika anak sudah memiliki mata minus atau memiliki faktor risiko tertentu.

“Kalau kita tidak mengikuti perkembangan fungsi penglihatannya dan tidak meng-update kebutuhan kacamatanya, pendidikan dan kualitas penglihatannya bisa terganggu,” jelasnya.

Pemeriksaan rutin membantu memastikan perkembangan mata anak tetap optimal selama masa tumbuh kembang.

Di tengah meningkatnya penggunaan gadget dan aktivitas digital, kesehatan mata menjadi bagian penting dari tumbuh kembang anak. Membatasi screen time, menerapkan aturan 20-20-20, mengajak anak lebih banyak beraktivitas di luar ruangan, serta melakukan pemeriksaan mata secara rutin dapat menjadi langkah sederhana yang berdampak besar bagi kualitas penglihatan mereka di masa depan.

Editorial Team

Related Article

9 Nama Negara dari Huruf L21 Jun 2026, 00:10 WIBBig Kid