Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

10 Jenis Mainan dan Manfaatnya bagi Perkembangan Anak, Jarang Disadari

10 Jenis Mainan dan Manfaatnya bagi Perkembangan Anak, Jarang Disadari
Pexels/Liliana Drew
Intinya Sih
  • Bermain bukan sekadar hiburan, tetapi sarana penting bagi anak untuk mengembangkan kemampuan sosial, emosional, kognitif, dan motorik sesuai tahap perkembangannya.

  • Beragam mainan seperti kartu, boneka, clay, puzzle hingga alat musik memiliki manfaat spesifik dalam melatih strategi berpikir, empati, kreativitas, fokus, serta kemampuan memecahkan masalah anak.

  • Psikolog Hertha Christabelle Hambalie menekankan pentingnya peran orangtua memahami fungsi edukatif setiap mainan agar stimulasi yang diberikan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bermain bukan sekadar aktivitas yang menyenangkan bagi anak. Di balik setiap permainan, terdapat proses belajar yang membantu si Kecil mengembangkan berbagai kemampuan, mulai dari keterampilan sosial, emosional, hingga kognitif. 

Bahkan, mainan sederhana sekalipun bisa memberikan stimulasi yang bermakna jika digunakan sesuai tahap perkembangan anak. Manfaat yang diperoleh anak pun bergantung pada cara bermain, tujuan, hingga stimulasi yang diberikan selama proses tersebut. 

Karena itu, penting bagi orangtua untuk tidak hanya melihat mainan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media belajar. Lantas, apa saja manfaat dari berbagai jenis mainan untuk tumbuh kembang anak?

Berikut ulasannya telah Popmama.com siapkan mengenai jenis mainan dan manfaatnya bagi perkembangan anak.

1. Permainan kartu mengajarkan strategi dan kesabaran

Permainan kartu sering kali dianggap hanya sebagai hiburan keluarga. Padahal, di balik keseruannya, permainan ini melatih kemampuan berpikir anak untuk menyusun strategi agar bisa memenangkan permainan. 

Anak juga belajar membuat keputusan berdasarkan kartu yang dimiliki dan situasi yang sedang berlangsung. Selain itu, permainan kartu juga mengajarkan anak untuk menunggu giliran, mengikuti aturan, serta menerima hasil permainan dengan lapang dada.

“Padahal anak menyusun strategi, belajar menunggu giliran, memahami konsep menang kalah,” tulis Hertha Christabelle Hambalie, M.Psi, selaku Psikolog Klinis Anak, Remaja dan Dewasa melansir dari unggahannya di Instagram @hertha.psikolog. 

2. Mainan masak-masakan membantu mengembangkan empati

Mainan masak-masakan membantu mengembangkan empati
Pexels/Polesie Toys

Permainan masak-masakan identik dengan aktivitas berpura-pura menjadi koki, orangtua, atau pemilik restoran. Saat bermain, anak sebenarnya sedang melatih kemampuan pretend play, yaitu bermain imajinatif yang berperan penting dalam perkembangan kognitif dan sosial.

Melalui permainan ini, anak juga belajar menunjukkan kepedulian kepada orang lain. Misalnya saat berpura-pura memasak makanan untuk anggota keluarga atau teman bermain. Aktivitas tersebut dapat menumbuhkan sikap peduli dan berbagi sejak usia dini. 

“Anak sedang melatih kemampuan caring & sharing, pretend play,” ujar Hertha Christabelle.

3. Boneka menjadi media anak mengenal emosi

Boneka menjadi media anak mengenal emosi
Pexels/kaboompics.com

Boneka sering kali menjadi teman bermain sekaligus teman bercerita bagi anak. Saat memeluk atau berbicara dengan boneka, anak sebenarnya sedang membangun rasa aman dan nyaman terhadap lingkungannya.

Tak hanya itu, bermain boneka juga membantu anak mengenali serta mengekspresikan emosinya. Anak dapat menciptakan berbagai cerita sesuai imajinasinya, sehingga kemampuan berbahasa, kreativitas, hingga regulasi emosi pun ikut berkembang secara alami.

“Anak proses membangun rasa aman, bicara soal emosi, dan melatih imajinasi,” ungkap Hertha Christabelle.

4. Bermain batu menstimulasi kemampuan sensorik

Bermain batu menstimulasi kemampuan sensorik
Pexels/anni

Batu merupakan salah satu benda alami yang dapat dijadikan media bermain tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Tekstur, ukuran, dan bentuknya yang beragam mampu memberikan stimulasi sensorik yang baik bagi anak.

Selain melatih indra peraba, anak juga bisa menyusun, menghias, atau membuat berbagai kreasi dari batu. Aktivitas sederhana ini membantu meningkatkan kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, sekaligus memperkenalkan anak pada kekayaan alam di sekitarnya.

“Anak distimulasi sensorinya dari alam dan melatih kreativitas,” kata Hertha Christabelle Hambalie, M.Psi.

5. Mainan figur membantu anak memahami hubungan sosial

Mainan figur membantu anak memahami hubungan sosial
Pexels/Erik Mclean

Action figure, miniatur orang, atau figur hewan sering digunakan anak untuk membuat cerita versinya sendiri. Lewat permainan ini, anak sedang mencoba memahami hubungan antar anggota keluarga maupun interaksi sosial yang ia lihat dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika anak memainkan berbagai karakter, mereka belajar mengenali peran setiap individu, cara berkomunikasi, hingga menyelesaikan konflik sederhana. Permainan ini juga dapat membantu orangtua memahami bagaimana anak memandang lingkungan di sekitarnya.

“Anak sedang memahami relasi keluarga dan lingkungan sosial,” ujar Hertha Christabelle Hambalie, M.Psi.

6. Clay melatih fokus sekaligus menjadi media mengekspresikan emosi

Clay melatih fokus sekaligus menjadi media mengekspresikan emosi
Freepik/freepik

Bermain clay atau plastisin memberikan pengalaman sensorik yang menyenangkan. Anak bebas membentuk berbagai objek sesuai imajinasi, mulai dari makanan, hewan, hingga karakter favoritnya.

Di balik aktivitas tersebut, anak sedang belajar mengendalikan gerakan tangan, meningkatkan koordinasi motorik halus, serta melatih fokus dan kesabaran. Clay juga menjadi media yang aman bagi anak untuk menyalurkan emosi melalui karya yang anak buat.

“Anak sedang mengekspresikan emosi, melatih fokus dan kesabaran,” jelas Hertha Christabelle Hambalie, M.Psi.

7. Puzzle membantu meningkatkan kemampuan berpikir logis

Puzzle membantu meningkatkan kemampuan berpikir logis
Pexels/kaboompics.com

Puzzle menjadi salah satu permainan edukatif yang efektif untuk melatih kemampuan berpikir anak. Saat menyusun potongan gambar, anak belajar mengamati bentuk, warna, serta pola agar setiap bagian dapat tersusun dengan tepat.

Selain melatih logika, puzzle juga mengajarkan anak untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Mereka akan terus mencoba hingga berhasil menemukan solusi, sehingga rasa percaya diri pun ikut meningkat setelah berhasil menyelesaikannya.

8. Balok susun mengembangkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah

Balok susun mengembangkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah
Pexels/cottonbro studio

Balok susun memberikan kebebasan bagi anak untuk menciptakan berbagai bentuk sesuai imajinasinya. Mulai dari rumah, jembatan, menara, hingga kendaraan, semua dapat dibuat melalui permainan sederhana ini.

Saat proses membangun berlangsung, anak belajar memahami konsep keseimbangan, ukuran, dan sebab-akibat. Anak juga terbiasa mencari solusi ketika bangunan roboh, sehingga kemampuan problem solving berkembang secara alami.

9. Permainan musik menstimulasi kemampuan bahasa dan koordinasi tubuh

Permainan musik menstimulasi kemampuan bahasa dan koordinasi tubuh
Freepik/freepik

Alat musik sederhana seperti piano, drum, atau gitar dapat menjadi media belajar yang menyenangkan bagi anak. Melalui bunyi dan irama, anak belajar mengenali pola suara sekaligus meningkatkan kemampuan mendengar.

Bermain musik juga melatih koordinasi antara tangan, mata, dan pendengaran. Selain itu, aktivitas ini dapat membantu anak lebih percaya diri dalam mengekspresikan diri serta mendukung perkembangan kemampuan bahasa sejak dini.

10. Permainan menggambar dan mewarnai dapat melatih kreativitas

Permainan menggambar dan mewarnai dapat melatih kreativitas
Magnific/freepik

Menggambar dan mewarnai menjadi aktivitas yang disukai banyak anak karena memberikan kebebasan untuk menuangkan ide mereka. 

Tidak ada aturan baku mengenai bentuk atau warna yang harus digunakan, sehingga anak dapat bereksplorasi sesuai imajinasinya.

Di sisi lain, kegiatan ini juga melatih motorik halus, konsentrasi, dan koordinasi mata serta tangan. Hasil gambar anak pun dapat menjadi salah satu cara bagi orangtua untuk memahami perasaan maupun cara berpikir si Kecil. 

Nah, itu dia beberapa jenis mainan dan manfaatnya bagi perkembangan anak. Setiap mainan memiliki fungsi tersendiri untuk tumbuh kembang buah hati.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More