Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Kata Ahli: Aturan Basic di Rumah Jadi Kunci Anak Stabil di Masa Depan
Superprof.co.id
  • Psikolog Irma Gustiana menegaskan bahwa aturan basic di rumah berperan sebagai fondasi utama pembentukan anak yang stabil secara emosi dan perilaku.
  • Ia menyarankan lima aturan sederhana seperti berbicara sopan, jujur, tidak menyakiti, bertanggung jawab, serta mengatur waktu agar mudah diterapkan setiap hari.
  • Konsistensi orangtua dalam menjalankan dan memberi contoh nyata atas aturan tersebut menjadi kunci agar anak tumbuh disiplin, mandiri, dan berpikir terstruktur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tahukah Mama, bahwa ternyata keluarga yang konsisten dengan aturan basic ternyata menjadi fondasi utama lahirnya anak yang stabil secara emosi dan perilaku, lho!

Hal ini disampaikan langsung oleh Irma Gustiana A, Psikolog Klinis Anak, Remaja & Keluarga dalam paparannya di salah satu acara, yang juga dibagikan dalam Reels terbarunya.

Menurut Irma, anak yang tumbuh stabil secara emosi dan perilaku umumnya berasal dari keluarga yang konsisten menerapkan aturan basic.

Aturan ini bukan berarti mengekang anak ya, Ma, melainkan menjadi fondasi karakter yang membuat anak bertanggung jawab, mandiri, disiplin, serta mampu menganalisis dan berpikir strategis.

Tanpa aturan basic di rumah, anak cenderung tidak paham batasan di luar rumah, yang mana akan membuatnya kesulitan membedakan mana yang boleh dan tidak, serta kurang memiliki kesadaran sosial.

Yuk, simak rangkuman yang sudah Popmama.com mengenai aturan basic di dalam rumah menurut ahli.

1. Alasan mengapa aturan basic itu penting

Magnific/Lifestylememory

Irma menyebut aturan basic dalam keluarga ibarat sebuah "pagar aman" untuk seluruh anggota keluarga.

Fungsinya bukan untuk memenjarakan anak, melainkan memberi batasan yang jelas sehingga anak tahu mana yang baik, mana yang boleh dilakukan, dan bagaimana cara hidup bersama orang lain.

Dengan pagar ini, anak tidak akan merasa kehilangan arah. Ia justru merasa tenang karena dunianya teratur dan ia sudah belajar memahaminya sejak dini.

Nah, inilah yang kemudian jadi fondasi awal yang membuat anak merasa aman secara psikologis.

2. Contoh aturan sederhana yang bisa diterapkan di rumah

Freepik

Sesuai namanya, aturan basic ini menjadi aturan sederhana yang nggak perlu dibuat dengan puluhan aturan rumit.

Lebih lanjut, Irma membagikan lima aturan basic sederhana namun sangat berdampak untuk seluruh keluarga, termasuk anak-anak.

  1. Biasakan bicara sopan sesama anggota keluarga

  2. Jujur dan terbuka, agar adanya komunikasi yang baik dengan anak

  3. Tdak menyakiti orang lain, termasuk saudara sendiri

  4. Belajar tanggung jawab dengan membereskan barang sendiri

  5. Mengatur waktu ibadah, istirahat, bermain, serta screen time secara teratur

Aturan-aturan ini mencakup aspek moral, sosial, dan disiplin diri. Yang terpenting, jumlahnya yang tidak banyak sehingga mudah diingat dan dijalankan oleh anak setiap hari.

3. Konsistensi jadi kunci sukses anak dispilin

Freepik

Di mana pun kita berada, aturan tidak akan berarti apa-apa jika tidak dijalankan dengan konsisten.

Jadi, aturan sederhana di atas sebaiknya perlu dibuat bersama anak, serta disertai edukasi mengapa aturan itu ada, bukan sekadar perintah sepihak.

Lebih penting lagi, orangtua wajib memberi contoh nyata akan aturan yang dibuat tersebut. Jika Mama Papa melarang bicara kasar tapi sendiri sering membentak, maka aturan tersebut kehilangan makna di mata anak.

Anak adalah peniru ulung, jadi ia akan melihat apa yang orangtua nya lakukan sebagai contoh nyata sehari-hari. Maka konsistensi dari orangtua adalah kunci agar anak benar-benar menginternalisasi nilai-nilai tersebut.

4. Dampak penting adanya aturan basic di rumah

Freepik/jcomp

Dari aturan sederhana yang dijalankan secara konsisten, anak sebenarnya sedang melatih banyak kemampuan penting, Ma.

Adanya aturan basic di rumah akan membuat anak belajar regulasi diri, memahami hubungan sebab-akibat, serta membuat keputusan yang lebih matang.

Bahkan lebih dari itu, kemampuan berpikir analitis dan strategis anak juga ikut terasah, Ma, sebagaimana yang dipaparan oleh Irma.

Dengan aturan sederhana yang secara konsisten diterapkan, anak belajar menghargai orang lain, mempertimbangkan konsekuensi sebelum bertindak, serta menyusun strategi dalam menyelesaikan masalah.

Inilah yang kemudian akan menjadi modal besar agar ia tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan mampu berpikir terstruktur hingga dewasa.

Jadi, tidak perlu menunggu sempurna untuk mulai membuat aturan basic di rumah. Mulailah dari hal sederhana, lakukan bersama dengan konsisten, dan berikan contoh nyata.

Anak yang stabil di masa depan dimulai dari pagar aman yang Mama Papa bangun hari ini. Yuk, sama-sama mulai sejak dini, Ma, Pa.

Editorial Team

Related Article

7 Nama Negara dari Huruf E31 Mei 2026, 00:20 WIBBig Kid