Instagram.com/meisya__siregar
Melalui pengalaman yang hampir merenggut nyawa putranya, Meisya berharap tidak ada keluarga lain yang mengalami hal serupa.
Ia mengingatkan bahwa kondisi laut sangat sulit diprediksi, sehingga orangtua tidak boleh lengah, meskipun sudah berkali-kali mengunjungi pantai yang sama.
Menurut Meisya, rasa aman yang muncul karena sudah terbiasa dengan suatu tempat justru bisa membuat orangtua menurunkan kewaspadaan.
Padahal, perubahan ombak dapat terjadi dalam hitungan detik dan berpotensi membahayakan siapa saja, terutama anak-anak yang sedang bermain di tepi pantai.
"Untuk semua orang tua yang menonton video ini, jangan pernah lengah meskipun pantai itu sudah berkali-kali kita datangi. Laut tidak pernah bisa diprediksi. Satu detik saja bisa mengubah segalanya," tutupnya.
Itu dia informasi mengenai kronologi anak Meisya Siregar terseret ombak di Bali. Semoga kisah ini dapat menjadi pelajaran bagi para orangtua untuk tetap waspada dan tidak lengah, karena satu momen singkat bisa membawa perubahan yang besar.