Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengatasi Dampak Negatif Gadget pada Anak dengan Strategi Pembelajaran
Freepik/jcomp

Pada usia berapa Mama mengizinkan anak menggunakan gadget? Apakah dimulai sejak anak belum berusia 5 tahun, atau setelahnya?

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, anak-anak kini semakin terpapar pada penggunaan gadget dengan dominasi game dan media sosial.

Penelitian National Institute of Health pada 2019 mengungkapkan anak-anak yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari di depan layar menunjukkan skor lebih rendah dalam tes bahasa dan kognitif.

Selain itu, studi lain University of California pada 2023 menunjukkan paparan layar secara berlebihan dapat mengganggu pola tidur, kemampuan konsentrasi, dan perkembangan sosial anak terutama di usia pertumbuhan kritis.

Dampak penggunaan teknologi yang tidak terkontrol ini jadi perhatian utama para orangtua dan pendidik, karena dapat membatasi anak dalam melakukan kegiatan eksplorasi aktif yang mendukung pembelajaran dan pengembangan kreativitas mereka. Berikut ini Popmama.com telah rangkum penjelasannya.

Proses Pembelajaran Sangat Penting bagi Anak

Freepik

Proses pembelajran pada anak memengaruhi perkembangan otak anak. Maka proses belajar berkelanjutan menjadi hal penting untuk memberi stimulasi kecerdasan otak dan kesehatan tubuh si Kecil.

Menanggapi ini, Yudi Lesmana sebagai International Grandmaster of Memory dan pakar strategi belajar mengatakan pembelajaran berbasis pengembangan otak amat dibutuhkan. Ini disebabkan semakin kompleksnya tantangan dan hal-hal baru yang muncul di luar pengalaman sebelumnya.

"Dengan kemampuan otak yang optimal dan strategi belajar yang tepat, seseorang bisa mempelajari hal baru dengan cepat. Karena itu, strategi pembelajaran aktif (active learning strategy) menjadi sangat relevan ke depannya," kata Yudi.

Penerapan Active Learning Strategy

Dok. IngatanGajah

Menurut dia, active learning strategy ini antara lain bisa diperoleh lewat pembelajaran di IngatanGajah, lembaga pendidikan yang fokus pada pengembangan kognitif, dan berperan aktif selama lima tahun terakhir dalam menyelenggarakan berbagai holiday program inspiratif bagi anak-anak usia 6-18 tahun.

Tahun ini, IngatanGajah kembali menghadirkan solusi inovatif melalui Holiday Program dengan pendekatan interactive brain-based learning.

Program ini mengintegrasikan memory sports dengan materi riset terbaru dari Singapura dan Korea Selatan dan didukung pengajar berpengalaman yang memiliki pendekatan ramah serta berkualitas.

"Melalui program ini, kami bertujuan membantu orang tua memberikan pengalaman belajar menyenangkan sekaligus efektif bagi anak-anak," kata dia.

Adapun fokus utama program ini meliputi peningkatan daya ingat, keterampilan berpikir kritis, manajemen waktu, kepercayaan diri, kemampuan berbicara di depan umum, komunikasi efektif, serta pengembangan keterampilan penting lainnya.

Mengenai program, Yudi menjelaskan untuk Holiday Program Innovation Camp 2024 terdapat Robokit Inventor's Find the Inventor in You (12-18 tahun), Student Memory Course (9-18 tahun), Public Speaking (10-18 tahun), Growth Mindset Program (10-18 tahun), Little Da Vinci (6-8 tahun), Little Sherlock (6-8 tahun), dan Little Scientist (4-6 tahun).

"IngatanGajah juga akan menggelar Kompetisi Daya Ingat Internasional yaitu 5th Indonesia Open Memory Championship (IOMC), yang akan diikuti lebih dari 100 peserta dari 14 kota di Indonesia dan peserta internasional dari Singapura, Australia, dan Filipina di Hotel Azana Suites Antasari, Jakarta, pada 28 Desember 2024," urainya. 

Mahira, peserta Holiday Program Public Speaking yang berusia 12 tahun, mengakui Holiday Program berdampak positif secara signifikan.

"Dulu, saat presentasi, suara saya gemetar karena gugup. Sekarang, jauh lebih percaya diri dan merasa lebih siap berbicara di depan orang banyak atau saat melakukan presentasi."

 

Pengalaman Pemenang Salah Satu Kejuaraan Akademik di Singapura

Dok. IngatanGajah

Faiza Aliyya, Juara 1 Gold Medals, Asia Open Memory Championship di Singapura 2024, juga turut berbagi pengalaman.

"Aku senang bisa meraih juara Overall Champion, First Place! Harapanku ke depan yakni meraih gelar Grandmaster of Memory dan mencetak lebih banyak prestasi yang bisa membantu masuk universitas impian melalui jalur prestasi," terang Faiza. 

Perjalanan menempuh edukasi bagi anak jadi lebih menyenangkan karena anak bisa lebih fokus setelah memahami banyak hal. Latih dan membiasakan anak-anak dengan beragam kegiatan akan lebih baik daripada menghabiskan waktu memainkan gadget sepanjang hari. 

Editorial Team

Related Article