Pexels/Atlantic Ambience (ayah dan anak laki-laki)
Ketersediaan waktu papa untuk hadir secara fisik dan emosional adalah prediktor kuat bagi perkembangan gender anak yang sehat. Penelitian menunjukkan bahwa papa dari anak-anak yang memiliki masalah identitas gender cenderung melaporkan waktu yang jauh lebih sedikit bersama putra mereka pada tahun-tahun pertama perkembangan.
Waktu berkualitas yang dihabiskan bersama papa memungkinkan terjadinya proses peniruan perilaku maskulin secara alami. Semakin banyak waktu yang dihabiskan papa bersama putranya, semakin kuat korelasi antara identitas peran gender papa yang maskulin dengan perkembangan identitas serupa pada sang anak.
Namun, perlu dicatat bahwa dari beberapa sumber di atas menyebutkan kontribusi peran papa terhadap orientasi seksual.
Sementara, American Psychological Association (APA) dan American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut tidak ada bukti hubungan kausal yang pasti antara gaya pengasuhan tertentu dengan orientasi seksual anak.
Orientasi seksual dianggap sebagai hasil interaksi kompleks faktor biologis, kognitif, dan lingkungan yang dialami anak. Untuk lebih mengenal perkembangan identitas dan orientasi seksual anak sebaiknya orangtua memahami bahwa setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang kompleks dan tidak bisa disederhanakan hanya dari pola asuh saja.
Itulah tadi informasi mengenai peran papa bagi anak laki-laki agar tak jadi gay. Semoga membantu ya!