Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Raccoon Eyes pada Anak, Memar di Sekitar Mata yang Perlu Diwaspadai!
Popmama.com/Violin Heldina/AI
  • Raccoon eyes atau periorbital ecchymosis adalah memar kebiruan di sekitar kedua mata yang dapat muncul satu hingga beberapa hari setelah anak mengalami benturan kepala.

  • Memar ini bisa terjadi saat darah dari benjolan di dahi mengalir ke bawah, tetapi tampilannya dapat menyerupai tanda cedera serius seperti patah tulang dasar tengkorak.

  • Orangtua perlu memantau muntah, sakit kepala memburuk, mengantuk, kebingungan, perubahan perilaku, atau memar di belakang telinga; segera periksakan anak bila memar sekitar mata muncul setelah benturan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernahkah Mama melihat memar gelap muncul di sekitar mata anak beberapa hari setelah kepalanya terbentur? Sekilas kondisi ini mungkin terlihat seperti mata lebam biasa.

Namun, dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal sebagai raccoon eyes atau periorbital ecchymosis dan bisa menjadi tanda adanya cedera kepala yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Belakangan, seorang paramedis membagikan kisah seorang anak laki-laki yang kepalanya membentur tepi bangku batu hingga muncul benjolan besar di dahi. Anak tersebut tampak baik-baik saja setelah kejadian. Namun sekitar satu minggu kemudian, memar gelap mulai muncul di sekitar kedua matanya.

Meski hasil CT scan menunjukkan tidak ada masalah serius, kemunculan raccoon eyes setelah benturan kepala menjadi pengingat bahwa beberapa tanda cedera kepala bisa muncul terlambat dan tidak boleh diabaikan.

Lalu, apa sebenarnya raccoon eyes itu dan kapan Mama perlu waspada? Simak penjelasan yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.

1. Raccoon eyes adalah memar di sekitar mata yang muncul setelah cedera kepala

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Raccoon eyes adalah memar berwarna kebiruan atau keunguan yang muncul di area sekitar kedua mata. Kondisi ini terjadi karena darah dari pembuluh darah yang pecah berkumpul di jaringan sekitar mata. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut periorbital ecchymosis.

Berbeda dengan mata lebam akibat benturan langsung pada area mata, raccoon eyes sering kali muncul beberapa hari setelah cedera terjadi.

Bahkan menurut Cleveland Clinic, tanda ini dapat muncul satu hingga tiga hari setelah benturan kepala dan terkadang lebih lambat tergantung pada lokasi cedera.

Karena kemunculannya yang tertunda, sebagian orangtua mungkin mengira kondisi anak sudah membaik, padahal tubuh sedang menunjukkan tanda yang perlu diperhatikan lebih lanjut.

2. Bisa terjadi karena darah dari benjolan di dahi mengalir ke bawah

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Tidak semua kasus raccoon eyes berarti terjadi cedera serius. Dalam beberapa kasus, darah dari benjolan besar di dahi dapat bergerak turun mengikuti gravitasi dan berkumpul di area sekitar mata. Hal inilah yang diduga terjadi pada anak dalam kisah yang dibagikan paramedis tersebut.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa benjolan di dahi sering kali tampak besar karena area kepala memiliki banyak pembuluh darah. Bahkan benturan ringan sekalipun dapat menyebabkan pembengkakan yang cukup mencolok.

Meski demikian, tampilan luar memar akibat aliran darah biasa dan memar akibat cedera yang lebih serius bisa terlihat sangat mirip. Karena itu, pemeriksaan oleh tenaga medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

3. Raccoon eyes juga bisa menjadi tanda patah tulang dasar tengkorak

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Inilah alasan mengapa raccoon eyes tidak boleh dianggap sepele. Cleveland Clinic menyebutkan bahwa kondisi ini dapat menjadi salah satu tanda patah tulang dasar tengkorak (basilar skull fracture), yaitu cedera serius pada bagian bawah tengkorak.

Selain memar di sekitar mata, tanda lain yang perlu diwaspadai meliputi memar di belakang telinga (Battle's sign), keluarnya cairan bening dari hidung atau telinga, muntah berulang, sakit kepala yang semakin berat, hingga perubahan kesadaran.

Karena tidak mungkin membedakan penyebabnya hanya dari tampilan memar, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan pencitraan seperti CT scan jika dicurigai ada cedera yang lebih serius.

4. Orangtua perlu memantau anak selama beberapa hari setelah benturan kepala

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Cedera kepala tidak selalu langsung menimbulkan gejala. Beberapa tanda justru dapat muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah kejadian. Gejala cedera otak ringan maupun komplikasi lain bisa berkembang secara bertahap.

Karena itu, setelah anak terbentur kepala, Mama sebaiknya tetap mengamati kondisinya. Perhatikan apakah anak mengalami:

  • muntah,

  • sakit kepala yang semakin berat,

  • mengantuk berlebihan,

  • kebingungan,

  • sulit berjalan,

  • perubahan perilaku,

  • muncul memar di sekitar mata dan belakang telinga.

Pemantauan ini penting terutama jika benturan terjadi pada permukaan keras atau menimbulkan benjolan yang cukup besar.

5. Segera periksakan anak jika memar muncul beberapa hari setelah benturan

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Jika Mama melihat memar gelap muncul di sekitar mata anak beberapa hari setelah kepalanya terbentur, jangan menunggu hingga gejala lain muncul. Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat.

Raccoon eyes bisa saja berasal dari memar biasa yang mengalir ke bawah, tetapi juga dapat menjadi petunjuk adanya cedera yang lebih serius pada tengkorak atau otak. Pemeriksaan medis membantu memastikan penyebabnya sehingga anak bisa mendapatkan penanganan yang sesuai.

Itulah penjelasan mengenai raccoon eyes yang dapat muncul setelah anak terbentur kepala. Meski tidak selalu berbahaya, tanda ini tidak boleh diabaikan karena terkadang menjadi petunjuk awal adanya cedera yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jadi, jika Mama menemukan memar di sekitar mata anak setelah benturan kepala, jangan ragu untuk segera memeriksakannya ke dokter ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article