Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Tanda Amandel pada Anak Perlu Dilakukan Tindakan Operasi

4 min read
5 Tanda Amandel pada Anak Perlu Dilakukan Tindakan Operasi
Popmama.com/Violin Heldina/AI
  • Amandel anak umumnya berfungsi melawan kuman, tetapi perlu diperhatikan bila radang tenggorokan berulang, sulit sembuh, atau mengganggu sekolah dan aktivitas sehari-hari.

  • Pembesaran amandel dapat menyempitkan jalan napas, ditandai bernapas lewat mulut, posisi tidur tertentu, dengkuran keras, tidur gelisah, serta kelelahan pada siang hari.

  • Jeda napas saat tidur dan infeksi berulang dapat menjadi pertimbangan tonsilektomi; keputusan operasi harus berdasarkan pemeriksaan, dokumentasi medis, dan penilaian dokter THT atau dokter anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Amandel atau tonsil merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh yang membantu mengenali dan melawan kuman yang masuk melalui mulut dan hidung. Karena memiliki fungsi tersebut, keberadaan amandel pada anak sebenarnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

Namun, bagaimana jika amandel justru sering mengalami peradangan atau ukurannya membesar hingga mengganggu pernapasan anak?

Pediatric Health Educator Ardi Santoso mengingatkan orangtua untuk mulai memperhatikan kondisi amandel anak, terutama jika si Kecil cukup sering mengalami batuk, radang tenggorokan yang sulit sembuh, hingga perubahan suara menjadi terdengar sengau.

Pembesaran amandel yang signifikan juga dapat berkaitan dengan gangguan pernapasan saat tidur. Bahkan, anak bisa mendengkur dengan keras atau mengalami jeda napas ketika sedang terlelap.

Lantas, apa saja tanda amandel anak perlu segera dioperasi? Berikut Popmama.com telah merangkum 5 tanda amandel anak perlu segera dioperasi. Yuk, simak!

  1. 1. Anak sering mengalami radang tenggorokan

    Waspada jika anak sedang mengalami radang tenggorokan
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Radang tenggorokan yang terjadi sesekali memang cukup umum dialami anak. Namun, Mama perlu lebih waspada jika keluhan tersebut terus berulang dan mengganggu aktivitas anak.

    Infeksi tenggorokan yang berulang menjadi salah satu alasan dokter dapat mempertimbangkan tindakan tonsilektomi.

    Pedoman klinis menyebutkan bahwa operasi dapat dipertimbangkan pada anak dengan episode infeksi tenggorokan yang cukup sering dan memenuhi kriteria tertentu berdasarkan frekuensi, gejala, serta dokumentasi medis.

    Artinya, Mama sebaiknya tidak hanya mengingat bahwa anak sering sakit tenggorokan, tetapi juga mencatat kapan keluhan muncul, apakah disertai demam, pembengkakan kelenjar leher, bercak pada amandel, atau hasil pemeriksaan tertentu.

    Jika frekuensinya mulai mengganggu sekolah, aktivitas sehari-hari, maupun kualitas hidup anak, sebaiknya konsultasikan kondisinya kepada dokter anak atau dokter spesialis THT.

  2. 2. Amandel membesar hingga mengganggu pernapasan

    Pernapasan pada anak bisa terganggu karena amandel
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Amandel yang membesar dapat membuat ruang di belakang tenggorokan menjadi lebih sempit. Kondisi ini dapat menyebabkan anak mengalami gangguan bernapas, terutama ketika sedang tidur.

    Mama mungkin melihat anak bernapas melalui mulut, tidur dengan posisi tertentu agar lebih mudah bernapas, atau terdengar mendengkur cukup keras pada malam hari.

    Pembesaran amandel dan adenoid merupakan salah satu penyebab penting gangguan napas saat tidur pada anak. Karena itu, ukuran amandel perlu dinilai bersama dengan gejala yang dialami anak, bukan hanya berdasarkan tampilan amandel ketika dilihat dari mulut.

    Jika gangguan pernapasan mulai terjadi secara rutin, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui apakah pembesaran amandel sudah memengaruhi jalan napas anak.

  3. 3. Anak mendengkur keras saat tidur

    Apabila anak tidur sering mendengkur keras, waspada amandel
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Mendengkur pada anak sebaiknya tidak selalu dianggap sebagai kebiasaan tidur biasa, terutama jika suara dengkurannya keras dan terjadi hampir setiap malam.

    Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda adanya sleep-disordered breathing atau gangguan pernapasan saat tidur. Pembesaran amandel dapat berperan dalam kondisi tersebut dan, pada kasus tertentu, dokter dapat mempertimbangkan operasi untuk membantu mengatasi sumbatan jalan napas.

    Mama juga bisa memperhatikan apakah anak tampak:

    • tidur tidak nyenyak,
    • sering terbangun,
    • bernapas melalui mulut,
    • terlihat kelelahan pada siang hari.

    Jika anak mengalami gangguan tidur akibat masalah pernapasan, jangan hanya menunggu sampai keluhannya semakin berat. Pemeriksaan dapat membantu dokter menentukan penyebab dan penanganan yang sesuai.

  4. 4. Anak seperti berhenti bernapas saat tidur

    Perhatikan pernapasan anak saat ia tertidur
    Pexels/Artem Podrez

    Tanda yang satu ini perlu mendapatkan perhatian lebih serius. Mama mungkin melihat si Kecil mendengkur, kemudian tiba-tiba suara napasnya berhenti selama beberapa saat sebelum kembali bernapas atau terbangun.

    Jeda napas saat tidur dapat menjadi tanda obstructive sleep apnea (OSA), yaitu kondisi ketika jalan napas mengalami sumbatan berulang selama anak tidur. Jika kondisi tersebut berkaitan dengan pembesaran amandel, dokter dapat mempertimbangkan tonsilektomi setelah melakukan penilaian yang diperlukan.

    Jangan menganggap anak akan sembuh sendiri jika Mama melihat pola seperti ini berulang. Gangguan pernapasan saat tidur dapat memengaruhi kualitas tidur dan kesehatan anak sehingga perlu dievaluasi oleh dokter.

  5. 5. Infeksi amandel terjadi berulang dan sangat mengganggu

    Segera periksa ke dokter apabila anak mengalami gejala amandel
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Selain ukuran amandel, frekuensi infeksi juga menjadi pertimbangan penting sebelum dokter menyarankan operasi.

    Pedoman klinis menyebutkan tonsilektomi dapat dipertimbangkan pada anak yang mengalami setidaknya tujuh episode infeksi tenggorokan dalam satu tahun, lima episode per tahun selama dua tahun, atau tiga episode per tahun selama tiga tahun, dengan dokumentasi medis dan tanda klinis tertentu.

    Itulah sebabnya Mama sebaiknya tidak menentukan sendiri apakah amandel anak perlu diangkat hanya berdasarkan seberapa sering ia sakit atau seberapa besar ukuran amandelnya.

    Amandel memang memiliki fungsi dalam sistem pertahanan tubuh, sehingga tidak semua amandel yang membesar perlu diangkat. Keputusan untuk melakukan tonsilektomi perlu dibuat berdasarkan pemeriksaan dan pertimbangan dokter.

    Jika anak mengalami infeksi tenggorokan berulang, mendengkur keras, sulit bernapas saat tidur, atau terlihat seperti berhenti bernapas pada malam hari, sebaiknya segera konsultasikan kondisinya kepada dokter anak atau dokter spesialis THT.

    Itulah 5 tanda amandel anak perlu segera dioperasi. Jadi, jangan abaikan perubahan pola tidur atau keluhan tenggorokan yang terus berulang, ya Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More