7 Makanan Penyebab Amandel Meradang, Ada Makanan Pedas hingga Asin

- Tonsilitis menyebabkan nyeri saat menelan dan perlu perhatian khusus terhadap makanan yang dikonsumsi agar tidak memperparah peradangan amandel.
- Tujuh jenis makanan yang sebaiknya dihindari meliputi makanan keras, pedas, asam, kuning telur, tinggi gula, terlalu asin, serta produk olahan susu.
- Makanan tersebut dapat mengiritasi tenggorokan, memperburuk pembengkakan, memicu infeksi bakteri, hingga meningkatkan produksi lendir yang membuat tenggorokan makin tidak nyaman.
Nyeri saat menelan, tenggorokan terasa gatal, hingga demam ringan adalah tanda-tanda amandel (tonsil) kamu sedang meradang.
Kondisi yang secara medis lebih dikenal dengan sebutan tonsilitis ini memang sangat mengganggu kenyamanan aktivitas sehari-hari, apalagi saat waktu makan tiba.
Alih-alih menikmati hidangan lezat, setiap suapan makanan atau tegukan minuman justru sering kali terasa seperti siksaan tersendiri di tenggorokan.
Nah, supaya kondisinya tidak makin parah, penting buat kamu untuk mengetahui makanan yang perlu dihindari. Berikut Popmama.com rangkum 7 makanan penyebab amandel. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Makanan keras dan renyah

Memulai daftar pantangan ini, kita punya godaan terbesar di kala santai, yaitu camilan keras dan renyah. Mengutip dari Healthline, saat amandel sedang bengkak, hal terpenting yang harus dijaga adalah mencegah terjadinya iritasi lanjutan pada dinding tenggorokan.
Makanan dengan tekstur keras seperti keripik, kerupuk, kacang goreng, atau bahkan bagian tepi roti panggang yang garing memiliki pinggiran yang tajam ketika dikunyah.
Serpihan tajam inilah yang berisiko menggores jaringan amandel yang sedang sensitif, sehingga memicu rasa sakit yang lebih tajam dan memperlambat proses penyembuhan luka di dalamnya.
2. Makanan pedas

Setelah menahan diri dari camilan renyah, kamu juga harus ekstra sabar untuk beralih dari hidangan yang sering bikin ketagihan, yaitu sajian pedas. Bagi sebagian besar orang, makan tanpa tambahan sambal memang terasa hambar dan kurang lengkap.
Namun, kapsaisin, senyawa yang memberikan sensasi panas pada cabai, bersifat sebagai iritan yang sangat kuat. Ketika zat ini melewati amandel yang sedang meradang, efeknya bisa memicu sensasi terbakar dan perih yang luar biasa.
Bukannya meredakan, makanan pedas justru akan memperlebar pembuluh darah di area tenggorokan yang otomatis membuat pembengkakan amandel makin parah.
3. Buah-buahan rasa asam

Buah-buahan memang identik dengan sumber vitamin dan kata sehat, tapi tunggu dulu, ternyata tidak semua buah aman dikonsumsi saat kamu sedang sakit leher.
Dilansir dari Oladoc, buah-buahan dari keluarga sitrus seperti jeruk, lemon, jeruk nipis, hingga tomat mengandung kadar asam yang cukup tinggi.
Kandungan asam alami pada buah-buahan ini dapat memberikan efek perih seperti "menggigit" pada jaringan amandel yang sedang meradang.
Sebagai alternatifnya, kamu bisa memilih buah dengan tekstur lembut dan minim asam, seperti pisang atau pepaya, yang jauh lebih ramah saat meluncur di tenggorokan.
4. Kuning telur

Di sisi lain, kamu mungkin bertanya-tanya mengenai lauk pauk berprotein harian, seperti telur rebus yang kerap disajikan untuk orang sakit.
Secara umum, telur memang baik untuk memulihkan energi, namun bagian kuning telur, khususnya yang direbus matang sempurna, memiliki tekstur yang padat, kering, dan mudah hancur menjadi serpihan berpasir.
Tekstur seret inilah yang membuatnya cukup sulit untuk ditelan ketika jalur tenggorokan menyempit akibat bengkak. Serpihan kuning telur rawan menempel di sekitar area amandel dan memicu refleks batuk.
5. Makanan mengandung gula tinggi

Beralih dari tekstur yang seret, bagaimana dengan camilan yang manis-manis? Sayangnya, makanan ringan dengan kandungan gula tinggi juga harus masuk dalam daftar jeda kamu.
Mengutip dari Oladoc, makanan olahan yang sarat akan gula tambahan seperti permen, kue manis, dan sirup berpotensi melemahkan sistem kekebalan tubuh jika dikonsumsi berlebihan.
Sisa gula pekat yang menempel di area rongga mulut dan amandel bisa menjadi favorit bagi bakteri penyebab infeksi.
Pertumbuhan bakteri yang tidak terkendali ini rawan memicu pembentukan batu amandel (tonsil stones) yang pada akhirnya membuat napas menjadi berbau kurang sedap.
6. Makanan terlalu asin

Sama halnya dengan makanan yang terlampau manis, camilan yang terlalu gurih alias tinggi garam juga punya efek samping yang tak kalah merugikan.
Makanan yang terlalu asin, seperti lauk pauk cepat saji atau camilan kemasan berbumbu tebal, sifatnya menyerap dan menarik cairan di dalam tubuh. Saat kamu mengonsumsinya, area mulut dan tenggorokan akan rentan mengalami dehidrasi ringan.
Tenggorokan yang kering tentu akan membuat gesekan saat menelan ludah maupun makanan menjadi jauh lebih menyakitkan. Padahal, amandel sangat membutuhkan kelembapan yang ekstra agar iritasinya cepat mereda.
7. Produk susu

Terakhir, bahan makanan yang cukup sering memicu perdebatan di kala radang menyerang adalah produk olahan susu. Dikutip dari Oladoc, mengonsumsi produk susu (seperti susu sapi full cream, keju, atau es krim berbahan dasar susu) memang tidak secara langsung merusak amandel.
Namun, susu diketahui dapat merangsang produksi lendir di tenggorokan menjadi jauh lebih tebal dan kental.
Lendir atau dahak yang menebal ini nantinya akan menumpuk dan menutupi sekitar amandel, membuat kamu merasa selalu ingin berdehem atau batuk keras untuk membersihkan tenggorokan.
Nah, itulah pembahasan mengenai 7 makanan penyebab amandel yang harus kamu atur porsinya. Semoga bermanfaat!


















