Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Perbedaan Radang Tenggorokan dan Amandel

7 Perbedaan Radang Tenggorokan dan Amandel
trustcarehealth.com
Intinya Sih
  • Radang tenggorokan terjadi di faring dan biasanya disebabkan infeksi virus, sedangkan radang amandel menyerang tonsil dan bisa dipicu virus maupun bakteri.

  • Gejala radang tenggorokan cenderung ringan seperti nyeri atau gatal, sementara radang amandel menimbulkan pembengkakan, bintik putih, hingga demam tinggi.

  • Penanganan dengan istirahat dan cairan hangat, sedangkan radang amandel akibat bakteri memerlukan antibiotik dan bisa berisiko komplikasi bila tak ditangani.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr. Maya Damayanti, Sp.THT-BKL

Radang tenggorokan dan amandel sering dianggap sama karena sama-sama menimbulkan rasa nyeri di area tenggorokan.

Padahal, keduanya adalah kondisi yang berbeda, baik dari penyebab, gejala, maupun cara penanganannya.

Agar tidak keliru, penting memahami perbedaannya sejak awal. Dengan begitu, kamu bisa menentukan penanganan yang lebih tepat.

Berikut Popmama.com sajikan informasi lengkap 7 perbedaan radang tenggorokan dan amandel. Simak di bawah!

1. Lokasi peradangan

7 Perbedaan Radang Tenggorokan dan Amandel
pinterest.com/terapi alternatif

Perbedaan paling mendasar ada pada letak peradangannya. Radang tenggorokan terjadi di bagian faring, yaitu dinding belakang tenggorokan yang menghubungkan hidung dan mulut.

Sementara itu, radang amandel terjadi pada tonsil atau amandel yang berada di sisi kanan dan kiri tenggorokan. Karena lokasinya berbeda, area yang terasa sakit juga biasanya tidak sama.

2. Gejala yang muncul

7 Perbedaan Radang Tenggorokan dan Amandel
commons.wikimedia/klem

Radang tenggorokan umumnya ditandai dengan rasa perih, kering, atau gatal, terutama saat menelan. Suara juga bisa menjadi serak karena iritasi di area tersebut.

Di sisi lain, radang amandel punya ciri khas tambahan seperti amandel yang membengkak, kemerahan, hingga muncul bintik putih atau nanah. Gejalanya biasanya terasa lebih jelas dan terlihat saat diperiksa.

3. Usia yang sering terkena

7 Perbedaan Radang Tenggorokan dan Amandel
emedihealth.com

Radang amandel lebih sering dialami oleh anak-anak, terutama usia sekolah. Hal ini karena sistem imun mereka masih berkembang dan amandel bekerja lebih aktif.

Sementara radang tenggorokan bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Karena itu, kondisi ini lebih umum ditemukan di berbagai kelompok usia.

4. Penyebab utama

7 Perbedaan Radang Tenggorokan dan Amandel
pexels.com/Andrea Piacquadio

Radang tenggorokan paling sering disebabkan oleh infeksi virus, seperti flu atau pilek, dan penularannya cukup mudah melalui udara atau kontak langsung. Namun, penyebabnya tidak terbatas pada infeksi saja, karena bisa juga dipicu oleh kondisi seperti laring faring reflux (LPR).

Sedangkan radang amandel bisa disebabkan oleh virus maupun bakteri. Jika disebabkan bakteri, gejalanya biasanya lebih berat dan butuh penanganan khusus.

5. Gejala tambahan

7 Perbedaan Radang Tenggorokan dan Amandel
pexels.com/Karola G

Pada radang amandel, gejala yang muncul biasanya lebih kompleks. Misalnya demam tinggi, pembengkakan kelenjar di leher, hingga nyeri yang bisa menjalar ke telinga.

Berbeda dengan itu, radang tenggorokan umumnya hanya menimbulkan rasa tidak nyaman di tenggorokan. Gejala tambahan seperti demam biasanya lebih ringan.

6. Cara penanganan

7 Perbedaan Radang Tenggorokan dan Amandel
pexel.com/Gustavo Fring

Radang tenggorokan ringan biasanya bisa membaik dengan perawatan sederhana di rumah. Istirahat cukup dan minum air hangat sering kali sudah membantu meredakan gejala.

Sementara radang amandel, terutama yang disebabkan bakteri, bisa membutuhkan antibiotik dari dokter. Pada kondisi tertentu, bahkan bisa diperlukan penanganan lanjutan.

7. Risiko komplikasi

7 Perbedaan Radang Tenggorokan dan Amandel
freepik.com

Jika tidak ditangani dengan tepat, radang amandel berisiko menimbulkan komplikasi. Misalnya infeksi yang menyebar atau gangguan pernapasan akibat pembengkakan.

Radang tenggorokan juga tetap perlu diperhatikan, meski umumnya lebih ringan. Penanganan yang tepat sejak awal bisa membantu mencegah kondisi jadi lebih serius.

Itu dia informasi tentang 7 perbedaan radang tenggorokan dan amandel. Dengan memahami perbedaannya, kamu bisa lebih tepat mengenali gejala dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.



Referensi:

“Sore Throat Basics”. Centers for Disease Control and Prevention, Diakses April 2026.

“Tonsillitis”. National Health Service UK, Diakses April 2026.

“What is Pharyngitis?”. Verywell Health, Diakses April 2026.

“Sore Throat 101: Symptoms, Causes, and Treatment”. Healthline, Diakses April 2026.

FAQ Tentang Radang Tenggorokan

1. Berapa lama radang tenggorokan sembuh sendiri?

Radang tenggorokan umumnya sembuh sendiri dalam 5–10 hari, terutama yang disebabkan oleh infeksi virus. Sebagian besar kasus membaik dalam 5-7 hari dengan perawatan di rumah.

2. Lebih baik meludah atau menelan saat sakit tenggorokan?

Lendir berlebih di tenggorokan atau paru-paru bisa terasa tidak nyaman, dan Anda mungkin merasa lebih baik dengan meludahkannya.

3. Apa ciri-ciri kena radang tenggorokan?

Ciri-ciri radang tenggorokan (faringitis) umumnya meliputi rasa sakit, gatal, atau sensasi kering di tenggorokan yang semakin parah saat menelan atau berbicara.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Related Articles

See More