Selain faktor pergerakan mobil yang belum berhenti, kemarahan sang Mama juga dipicu oleh minimnya pemahaman anak mengenai blind spot alias titik buta pengemudi.
Anak-anak mungkin beranggapan sederhana, seperti:
“Kalau aku bisa lihat mobilnya, berarti orang di dalam mobil pasti bisa lihat aku.”
Padahal kenyataannya tidak demikian lho, Ma.
Blind spot adalah area di sekitar kendaraan yang tidak dapat terlihat oleh pengemudi, baik secara langsung melalui mata maupun lewat cermin spion.
Untuk itu agar anak lebih waspada, Mama bisa mengenalkan beberapa titik blind spot utama pada mobil yang wajib mereka hindari:
Bagian belakang bawah mobil, pengemudi tidak bisa melihat objek yang berada tepat di bawah kaca belakang atau di balik pintu bagasi.
Sisi samping (kiri dan kanan) belakang, area diagonal di belakang pilar spion samping merupakan titik di mana kendaraan lain atau pejalan kaki sering kali 'hilang' dari pandangan pengemudi.
Bagian depan bawah kap mobil, kap mesin yang tinggi menciptakan titik buta di area depan bawah, bila ada anak yang berdiri dekat bumper depan, pengendara tidak akan melihatnya dari kursi kemudi.
Pilar depan mobil, batang pilar yang menyangga kaca depan mobil dapat menghalangi pandangan pengemudi saat hendak berbelok atau memarkirkan kendaraan.
Selain itu, sang Mama turut menegaskan aturan sederhana yang wajib diingat oleh anak, yaitu kalau ada mobil bergerak, berhenti, tunggu, dan lihat.
Jadi, anak hanya boleh lewat atau mendekat jika pengemudi sudah memberi aba-aba aman.
Mama dapat mengajarkan blind spot ini agar anak paham kapan harus diam dan menjaga jarak dari mobil ya.
Keselamatan anak adalah prioritas utama ya Ma. Mulai ajarkan anak kebiasaan 'Stop, Wait, and Look' setiap kali melihat mobil yang menyala atau bergerak di area parkir.
Jangan bosan untuk terus mengingatkan aturan keselamatan ini ya, Ma.