Dampak Buruk Terlalu Banyak Minum Susu UHT untuk Balita

Setelah lepas dari ASI, anak biasanya akan mengganti asupan ke susu. Salah satunya adalah susu UHT. Ultra-high temperature processing (UHT) atau ultra pasteurisasi adalah teknologi pemrosesan makanan dengan mensterilkan makanan cair, terutama susu. Makanan cair itu dipanaskan di atas 135 ° C, suhu ini diperlukan untuk membunuh spora dalam susu. Proses dilakukan selama 2 hingga 5 detik.
Semakin besar, konsumsi anak terhadap susu akan semakin banyak. Jangan dibiarkan ya, Ma, karena terlalu banyak susu UHT Memiliki dampak yang tidak baik bagi si Kecil.Â
Ada anak yang bisa sampai minum susu 1 liter per hari. Wah!
Lalu, apa saja efek buruk dari terlalu banyak mengonsumsi susu UHT? Berikut Popmama.com jabarkan untuk Mama.
1. Anak bisa alami defisiensi zat besi

joker with card - Freepik/Jcomp Balita membutuhkan banyak zat besi untuk mendukung pertumbuhannya. Meski di dalam susu terdapat zat besi, namun tidak cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan harian anak.
Karena itu penting memilih susu yang dilengkapi nutrisi lebih seperti zat besi sekaligus mengimbangi dengan pola makan bergizi seperti daging merah dan sayuran hijau setiap harinya.
Lalu, berapa jumlah yang tepat untuk konsumsi susu UHT bagi anak-anak? Menurut seorang peneliti bernama dr. Jonathon Maguire dari Toronto, Kanada, anak berumur 2-5 tahun cukup mengonsumsi 500 ml susu per hari.Â
Jumlah ini sudah cukup memenuhi kebutuhan vitamin D anak dan tidak menurunkan zat besi di tubuh si Kecil.
Inilah susu pertumbuhan yang memiliki zat besi untuk memenuhi kebutuhan harian anak, SGM Eksplor 1+ mengandung lebih banyak nutrisi dengan Zat Besi 3x lebih banyak, DHA 100% lebih banyak, minyak ikan tuna, Omega 3 &6, dan double protein untuk dukung si Kecil jadi lebih cepat tanggap dan tumbuh lebih tinggi.

dok. SGM Dilengkapi serat pangan, vitamin D, kalsium, dan zinc membuat nutrisi yang di dapat si Kecil lebih lengkap. Selain itu, ada kombinasi unik zat besi dan vitamin C yang membantu penyerapan zat besi 2X LIPAT lebih baik, pokoknya lengkap deh Ma. Selain itu, adakombinasi unik zat besi dan vitamin C yang membantu penyerapan zat besi 2X LIPAT lebih baik, pokoknya lengkap deh Ma! SGM Eksplor 1+ tersedia dalam dua varian yaitu vanila dan madu dan harganya terjangkau hanya Rp 3.700/saji.
2. Anak jadi konsumsi gula berlebih

Freepik Hampir semua susu UHT mengandung gula. Apalagi susu yang berperisa seperti cokelat atau stroberi, akan semakin banyak kandungan gula di dalamnya.Â
Jika si Kecil terlalu banyak mengonsumsi susu UHT di setiap harinya, dikhawatirkan akan memiliki gula tinggi di darahnya.
Oleh karena itulah, anak yang terlalu banyak mengonsumsi minuman berperisa memiliki kecenderungan terkena diabetes dini. Harus diwaspadai ya, Ma.
3. Membuat anak jadi enggan makan

Rawpixel/Chanikarn Thongsupa Susu memang pelengkap menu harian karena kandungannya bisa memenuhi kebutuhan vitamin dan nutrisi yang berguna untuk tubuh.
Namun jangan sampai ia jadi malas makan karena terus-terusan minum susu. Sensasi rasa kenyang yang dihasilkan setelah minum susu membuat mereka enggan makan.
Alhasil, asupan gizinya malah dari susu saja. Ini tidak baik untuk perkembangannya karena bagaimanapun anak membutuhkan makanan yang bergizi.
4. Susu UHT berlebihan bisa buat gigi keropos

Freepik/Lunamarina Anak-anak sering minum susu sebelum tidur. Nah, bagi mereka yang meminum susu saat mau tidur memiliki kecenderungan gigi keropos.Â
Terlebih mereka yang minum susu UHT berperisa. Kandungan gula yang terdapat di susu bisa membuat gigi keropos.Â
Usahakan untuk menyikat gigi si Kecil setelah minum susu. Juga, jangan lupa untuk berkumur jika ia meminta susu lagi setelah sikat gigi.Â
5. UHT berlebihan bisa membuat sembelit

Orami.com Saat terlalu banyak susu yang diminum, otomatis semakin sedikit makanan yang dikonsumsi. Dengan begitu, tubuh jadi kekurangan serat karena susu tidak memiliki serat yang dibutuhkan.Â
Dari sanalah, anak-anak yang terlalu banyak minum susu UHT bisa terkena sembelit. Ini dikarenakan kurangnya asupan serat harian.
Jadi, pastikan untuk menyeimbangkan konsumsi makanan dan susu si Kecil ya, Ma.
Yuk Ma, dampingi pertumbuhan si Kecil dengan susu yang tepat!






















