Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Diare Tak Kunjung Reda? Kenali Rotavirus dan Cara Mencegahnya
Popmama.com/Violin Heldina/AI
  • Rotavirus menyebabkan gastroenteritis pada bayi dan anak di bawah 5 tahun, menular lewat tangan, benda, makanan, atau air terkontaminasi; gejalanya diare berair, muntah, demam, dan kram perut.
  • Pencegahan dilakukan melalui imunisasi sesuai jadwal, cuci tangan dengan sabun, pengolahan makanan dan air yang higienis, serta pembersihan mainan dan permukaan yang sering disentuh anak.
  • Saat diare, berikan oralit dan makanan sesuai kemampuan, zinc sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta hindari antibiotik sembarangan; segera ke fasilitas kesehatan bila lemas, sulit minum, muntah terus, atau dehidrasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Diare menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami anak.

Meski terlihat seperti kondisi yang umum, Mama dan Papa tetap perlu waspada jika si Kecil mengalami diare berair berkali-kali dalam sehari, terlebih jika disertai muntah dan demam.

Kondisi tersebut dapat membuat anak kehilangan banyak cairan dalam waktu singkat.

Salah satu penyebab diare akut pada anak yang perlu dikenali adalah rotavirus.

Virus ini terutama menyerang bayi dan anak-anak di bawah usia 5 tahun serta dapat menular dengan mudah melalui tangan, mainan, makanan, maupun permukaan benda yang sudah terkontaminasi.

Jika tidak ditangani dengan tepat, diare dan muntah akibat infeksi rotavirus dapat meningkatkan risiko dehidrasi pada anak.

Lantas, apa sebenarnya rotavirus dan bagaimana cara melindungi Si Kecil? Berikut Popmama.com telah merangkum informasi penting yang perlu Mama dan Papa ketahui.

1. Kenali rotavirus dan gejala yang muncul pada anak

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Rotavirus adalah salah satu virus yang dapat menyebabkan gastroenteritis atau infeksi pada saluran pencernaan.

Kondisi ini paling sering menyerang bayi dan anak-anak, terutama yang berusia di bawah 5 tahun.

Penularan rotavirus dapat terjadi ketika anak menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus, kemudian memasukkan tangan atau benda tersebut ke dalam mulut.

Virus juga dapat menyebar melalui makanan dan air yang sudah terkontaminasi.

Salah satu gejala yang paling khas adalah diare berair yang dapat terjadi berkali-kali dan dalam jumlah banyak. Selain itu, anak juga dapat mengalami muntah, demam, serta sakit atau kram perut.

Diare dan muntah yang terjadi berulang perlu diwaspadai karena dapat membuat tubuh anak kehilangan banyak cairan.

Jika cairan yang hilang tidak segera digantikan, anak dapat mengalami dehidrasi.

Karena itu, Mama dan Papa perlu memperhatikan kondisi si Kecil ketika mengalami diare, terutama jika frekuensinya semakin sering atau anak terlihat mulai lemas.

2. Cegah rotavirus dengan langkah sederhana di rumah

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Rotavirus dapat menular dengan mudah, sehingga kebiasaan menjaga kebersihan menjadi bagian penting dalam membantu mencegah infeksi.

Mama dan Papa dapat memulainya dari hal-hal sederhana yang dilakukan setiap hari di rumah.

Pertama, pastikan Si Kecil mendapatkan imunisasi rotavirus sesuai jadwal. Mama dan Papa dapat berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk mengetahui jadwal dan jenis vaksin yang sesuai dengan usia anak.

Selain imunisasi, biasakan anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama saat:

  • sebelum makan,

  • setelah menggunakan toilet,

  • setelah bermain.

Mama dan Papa juga perlu mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan atau memberikan makan kepada anak.

Kebersihan makanan dan air minum juga tidak kalah penting. Pastikan makanan diolah dengan higienis dan air yang dikonsumsi anak aman.

Jangan lupa membersihkan mainan serta permukaan benda yang sering disentuh Si Kecil.

3. Anak diare? Pastikan kebutuhan cairannya tetap terpenuhi

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Ketika anak mengalami diare, salah satu hal yang paling penting adalah mencegah dehidrasi.

Diare yang terjadi berulang dapat membuat tubuh kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah yang cukup banyak, terlebih jika disertai muntah.

Mama dan Papa dapat memberikan oralit setiap kali anak BAB cair untuk membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.

Berikan sesuai petunjuk penggunaan. Jika anak muntah, cairan dapat diberikan sedikit demi sedikit tetapi lebih sering agar lebih mudah diterima tubuh.

Anak yang sudah mengonsumsi makanan juga tetap perlu mendapatkan makanan seperti biasa sesuai kemampuan dan kondisinya. Hindari sengaja membuat anak tidak makan karena khawatir diare semakin parah.

Selain itu, zinc dapat diberikan sesuai anjuran tenaga kesehatan, umumnya selama 10 hari.

Pemberian zinc tetap perlu mengikuti dosis berdasarkan usia anak.

Yang tidak kalah penting, jangan memberikan antibiotik sembarangan karena rotavirus disebabkan oleh virus dan antibiotik tidak dapat menyembuhkan infeksi virus tersebut.

4. Waspadai tanda dehidrasi akibat diare

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Diare pada anak tidak hanya membuatnya bolak-balik ke toilet. Jika terjadi berkali-kali, kondisi tersebut dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan.

Risiko ini semakin besar apabila diare disertai muntah.

Karena itu, Mama dan Papa perlu mengenali tanda-tanda dehidrasi pada anak. Salah satunya adalah anak terlihat sangat lemas atau tidak seaktif biasanya.

Anak juga dapat menjadi sulit atau bahkan menolak minum.

Perhatikan pula kondisi mulut dan bibirnya. Bibir atau mulut yang terlihat kering dapat menjadi salah satu tanda tubuh kekurangan cairan. Mata anak yang tampak cekung juga perlu diperhatikan.

Tanda lainnya adalah anak menjadi lebih jarang buang air kecil. Pada anak yang masih menggunakan popok, Mama dan Papa dapat memperhatikan apakah popoknya lebih jarang basah dibandingkan biasanya.

Anak yang menangis tanpa mengeluarkan air mata juga dapat menunjukkan adanya kekurangan cairan.

Jika beberapa tanda tersebut muncul, jangan menunggu kondisi anak semakin memburuk. Segera bawa Si Kecil ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

5. Segera ke fasilitas kesehatan jika kondisi anak memburuk

Popmama.com/Violin Heldina/AI

Sebagian kasus diare pada anak dapat ditangani dengan memastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi. Namun, Mama dan Papa tetap perlu mengetahui kapan waktunya membawa si Kecil ke fasilitas kesehatan.

Segera periksakan anak jika ia terlihat sangat lemas, sulit minum, atau menolak minum. Kondisi tersebut dapat membuat kebutuhan cairannya tidak terpenuhi, terutama ketika anak masih terus mengalami BAB cair atau muntah.

Anak yang muntah terus-menerus juga perlu mendapatkan perhatian. Muntah berulang dapat membuat cairan yang sudah diberikan kembali keluar sehingga anak semakin berisiko mengalami dehidrasi.

Jangan menunggu sampai anak terlihat semakin lemah untuk mencari pertolongan. Anak dapat kehilangan cairan dengan lebih cepat dibandingkan orang dewasa.

Rotavirus memang mudah menular, tetapi Mama dan Papa dapat melakukan berbagai langkah untuk membantu mencegahnya. Mulai dari:

  • melengkapi imunisasi,

  • membiasakan cuci tangan dengan sabun,

  • menjaga kebersihan makanan dan lingkungan,

  • memastikan anak mendapatkan cairan yang cukup ketika mengalami diare.

Jika kondisi si Kecil menunjukkan tanda dehidrasi atau semakin memburuk, jangan menunda untuk membawanya ke fasilitas pelayanan kesehatan. Penanganan yang cepat dapat membantu mencegah komplikasi akibat kehilangan cairan.

Itulah beberapa hal yang perlu Mama dan Papa ketahui tentang rotavirus.

Semoga Si Kecil yang sedang mengalami diare bisa segera pulih, kembali aktif bermain, dan sehat seperti sedia kala ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article