Daripada hanya melabeli anak sebagai pemalu tanpa mendampinginya untuk bersikap lebih berani, coba deh Mama lakukan langkah sederhana untuk menumbuhkan rasa percaya diri si Kecil.
Kuncinya adalah kesabaran dan dukungan yang konsisten dari orangtua. Salah satunya dengan memberikan pujian atas usaha yang dilakukan anak, bukan hanya fokus pada hasil instan, Ma.
Anak-anak sangat menghargai pujian, terutama ketika mereka berhasil melakukan sesuatu. Saat si Kecil berani mencoba hal baru atau keluar dari zona nyamannya, berikanlah apresiasi yan tulus.
Pujian seperti "Wah, hebat banget, tadi adik sudah berani salaman sama tante dan sepupu lain!" akan membangun motivasi internalnya untuk terus mencoba, meskipun hasilnya belum sempurna.
Cara lainnya adalah dengan mengajak si Kecil menyapa tetangga atau memesan makanan sendiri di restoran. Meski gterdengar sederhana, cara ini sangat ampuh untuk membiasakan anak belajar keluar dari zona nyamannya.
Bermain peran juga bisa Mama coba sebagai cara membantu anak lebih berani dan percaya diri. Di sini, anak akan terlatihberbagai skenario sosial yang bisa membuatnya merasa lebih siap untuk interaksi sungguhan di kemudian hari.
Terakhir, jangan lupa untuk selalu memvalidasi perasaannya ya, Ma, katakan bahwa perasaan malu itu wajar dan Mama pun pernah mengalaminya.
Hindari memaksa anak ke dalam situasi yang membuatnya sangat tidak nyaman, karena hal itu justru bisa memperparah rasa malunya.
Dengan mengganti label pemalu dan memberikan pemahaman pada anak untuk jadi pribadi yang lebih berani, Mama sudah memberikan bekal berharga bagi si Kecil untuk melangkah lebih percaya diri ke dunianya.
Namun, jika rasa malu sudah sangat mengganggu aktivitasnya sehari-hari, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan psikolog anak untuk pendampingan lebih lanjut.
Semangat mendampingi si Kecil untuk tumbuh lebih baik lagi ya, Ma.