Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Cara Mengajarkan Anak Berteman, agar Mudah Memiliki Teman di Sekolah

7 Cara Mengajarkan Anak Berteman, agar Mudah Memiliki Teman di Sekolah
Pexels/Yan Krukau
Intinya Sih
  • Mengajarkan si Kecil cara berteman membutuhkan peran aktif orangtua dalam melatih etika sosial dasar serta empati sejak dari lingkungan rumah.

  • Keterampilan bersosialisasi bukan kemampuan instan, melainkan kebiasaan yang dibentuk melalui contoh nyata, simulasi sederhana, dan pembiasaan berbagi.

  • Membuka kesempatan bermain di lingkungan yang kasual membantu si Kecil mempraktikkan teori berteman tanpa merasa tertekan oleh situasi sekolah yang formal.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Melihat si Kecil tumbuh menjadi si Kecil yang supel, ceria, dan dikelilingi oleh banyak teman baik tentu menjadi impian setiap orangtua. 

Namun, bagi sebagian anak, mendekati teman baru atau masuk ke kelompok pertemanan yang baru bisa menjadi hal yang sangat mendebarkan dan memicu rasa canggung.

Anak-anak membutuhkan panduan nyata dari orangtua untuk tahu bagaimana cara berinteraksi yang menyenangkan agar disukai oleh lingkungan sekitarnya.

Berikut Popmama.com rangkum 7 cara praktis mengajarkan si Kecil berteman yang bisa Mama terapkan dalam pola asuh harian!

Table of Content

1. Jadilah contoh dalam menunjukkan sikap ramah dan bersosialisasi

1. Jadilah contoh dalam menunjukkan sikap ramah dan bersosialisasi

Cara mengajarkan anak berteman adalah dengan mencontohkannya secara langsung
Pexels/Kampus Production

Anak-anak akan meniru orangtuanya, di mana mereka akan menyerap cara berinteraksi sosial dengan melihat bagaimana orangtuanya memperlakukan orang lain. 

Cara paling mudah untuk mengajarkan si Kecil berteman adalah dengan menunjukkan sikap ramah dalam kehidupan sehari-hari Mama. 

Biasakan diri untuk menyapa tetangga dengan senyuman, berbicara dengan sopan kepada kasir supermarket, atau menyambut tamu yang datang ke rumah dengan hangat. 

Ketika si Kecil terbiasa melihat Mama menunjukkan keterbukaan sosial dan mudah menjalin hubungan baik dengan orang di sekitar, ia akan menganggap bahwa menyapa orang lain adalah sebuah hal yang menyenangkan dan aman untuk ditiru.

2. Latih cara menyapa dan memperkenalkan diri lewat permainan di rumah

Cara mengajarkan anak untuk berteman adalah dengan sering berlatih di rumah
Pexels/www.kaboompics.com

Sebelum melepas si Kecil ke lingkungan sekolah yang luas, berikan ia bekal berupa kalimat-kalimat sederhana untuk memulai suatu pertemanan. 

Banyak anak yang menyendiri di sekolah bukan karena mereka tidak mau berteman, melainkan karena bingung harus mengucapkan kata apa sebagai pembuka. 

Gunakan waktu santai di rumah untuk bermain peran bersama si Kecil. Ajarkan ia cara melakukan kontak mata yang sopan, memberikan senyuman ramah, lalu mengucapkan kalimat perkenalan yang mudah, seperti "Halo, namaku [Nama Anak]. Boleh tahu namamu?" atau "Mainanmu bagus sekali, bolehkah aku ikut bermain bersama?".

3. Tanamkan konsep berbagi dan bergantian sejak dini

Cara mengajarkan anak untuk berteman adalah mengenalkan konsep berbagi
Pexels/cottonbro studio

Dunia anak-anak usia dini sering kali masih berpusat pada diri mereka sendiri, sehingga ego untuk memiliki suatu benda secara mutlak terkadang masih sangat kuat. 

Padahal, esensi dari sebuah pertemanan yang awet adalah kemampuan untuk saling berbagi dan mengalah demi kenyamanan bersama. 

Di rumah, Mama bisa melatih kebiasaan ini melalui aktivitas sehari-hari, misalnya dengan membiasakan si Kecil mengantre saat ingin menggunakan kamar mandi, atau bergantian menggunakan mainan dengan kakak-adik. 

Berikan pemahaman yang lembut bahwa meminjamkan mainan atau berbagi camilan kepada teman di sekolah tidak akan membuat barang miliknya hilang, melainkan justru akan membuat waktu bermain menjadi jauh lebih seru.

4. Ajarkan anak cara membaca emosi dan bahasa tubuh orang lain

Cara mengajarkan anak untuk berteman adalah ajarkan cara baca tubuh temannya
Pexels/Muziyan Du

Menjadi teman yang menyenangkan membutuhkan kepekaan sosial yang baik, salah satunya adalah kemampuan membaca situasi dan perasaan orang di sekitarnya. 

Ajarkan si Kecil untuk mengenali ekspresi wajah, seperti kapan seseorang sedang merasa senang, sedih, marah, atau merasa terganggu. 

Mama bisa memanfaatkan media buku cerita bergambar atau film kartun kesukaannya, lalu tanyakan kepada si Kecil, "Menurutmu, kenapa karakter itu wajahnya cemberut? Sepertinya dia sedang sedih ya?"

Dengan melatih kepekaan emosional ini, si Kecil akan belajar menahan diri untuk tidak mengganggu temannya yang sedang ingin sendiri, atau tahu kapan harus menghibur teman yang sedang bersedih.

5. Buat agenda bermain bersama

Cara mengajarkan anak untuk berteman adalah sering playdate bersama temannya
Pexels/Yan Krukau

Bagi si Kecil yang memiliki kepribadian pemalu atau cenderung introvert, suasana sekolah yang ramai dan bising sering kali membuat mereka merasa kewalahan untuk memulai pergaulan. 

Untuk membantunya, Mama bisa memfasilitasi playdate yang dirancang khusus di lingkungan yang akrab, seperti di rumah atau taman kompleks. 

Undanglah satu atau dua orang teman sekelasnya saja yang memiliki sifat ramah dan cenderung kalem untuk bermain bersama. 

Berinteraksi dalam kelompok kecil yang minim tekanan seperti ini akan memberikan ruang bagi si Kecil untuk mengobrol lebih dalam, membangun kecocokan, dan menumbuhkan rasa percaya diri sebelum akhirnya mereka berinteraksi kembali di sekolah.

6. Ajarkan anak cara menyelesaikan perbedaan pendapat secara damai

Cara mengajarkan anak untuk berteman adalah kontrol emosi mereka
Pexels/Jep Gambardella

Dalam dunia pertemanan anak-anak, konflik kecil seperti berebut mainan atau perbedaan pilihan jenis permainan adalah hal yang sangat wajar terjadi. 

Tugas Mama bukanlah selalu hadir untuk membela si Kecil atau memarahi temannya, melainkan mengajarkan si Kecil bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut dengan kepala dingin. 

Beritahu si Kecil bahwa wajar jika sesekali ia merasa kesal dengan temannya, namun ajarkan ia untuk mengekspresikan kekesalan tersebut lewat kata-kata yang jelas, bukan dengan cara memukul, merebut paksa, atau berteriak kasar. 

Ajari ia untuk mencari jalan tengah, seperti menggunakan sistem undian atau bergantian memakai mainan menggunakan stopwatch.

7. Dukung anak untuk mengikuti kegiatan sesuai dengan minatnya

Cara mengajarkan anak berteman adalah dukung minat mereka
Pexels/Tara Winstead

Kesamaan hobi atau ketertarikan pada suatu hal merupakan perekat pertemanan yang paling kuat dan terjadi pada anak-anak. 

Jika si Kecil memiliki ketertarikan khusus pada bidang tertentu, seperti bermain sepak bola, menggambar, menari, atau merakit balok susun, dukunglah ia untuk bergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah atau klub luar sekolah yang relevan. 

Berada di dalam satu ruangan dengan anak-anak lain yang memiliki kesukaan yang sama akan membuat si Kecil memiliki banyak bahan obrolan spontan tanpa perlu bersusah payah mencari topik, sehingga jalinan pertemanan pun bisa terbentuk dengan lebih mengalir.

Kalimat sapaan ramah seperti apa yang paling ingin Mama coba simulasikan bersama si Kecil di rumah mulai minggu ini?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More