Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Fetal Microchimerism, Bukti Ilmiah Sel Anak Menetap di Tubuh Mama

Fetal Microchimerism, Bukti Ilmiah Sel Anak Menetap di Tubuh Mama
Magnific/tirachardz
Intinya Sih
  • Fenomena fetal microchimerism menjelaskan bahwa sel janin dapat menetap di tubuh ibu selama puluhan tahun, menciptakan ikatan biologis yang nyata antara ibu dan anak.
  • Sel anak ditemukan di berbagai organ penting seperti jantung, otak, paru-paru, dan hati, bahkan bisa berfungsi layaknya sel tubuh ibu sendiri.
  • Penelitian menunjukkan sel janin membantu memperbaiki jaringan tubuh ibu yang rusak serta membentuk hubungan biologis dua arah antara keduanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Ma, pernah nggak Mama merasakan firasat kuat saat si Kecil sedang ada masalah, meski kita jauh darinya? Atau merasakan ikatan batin yang sulit dijelaskan dengan anak?

Ternyata, perasaan itu punya dasar ilmiah yang luar biasa bikin kita tersentuh, lho.

Prof. Dr. Riza Arief Putranto, D.E.A., dosen Bioteknologi sekaligus Science Communicator, melalui unggahan di Instagram @rizaputranto mengupas fenomena menakjubkan bernama fetal microchimerism.

Ini menjelaskan bahwa hubungan Mama dan anak ternyata meninggalkan jejak biologis yang mendalam, bukan hanya sekadar ikatan emosional. Sel-sel si Kecil benar-benar tinggal di tubuh Mama.

Mengutip dari penjelasan yang dibagikan oleh Prof. Riza, berikut Popmama.com rangkumkan penjelasan ilmiah yang membuat ikatan Mama dan anak begitu spesial.

1. Apa Itu fetal microchimerism?

mama memeluk anak perempuannya
Freepik

Dalam unggahan Prof. Riza, fenomena ini dijelaskan sebagai keberadaan sel janin yang menyeberang ke tubuh Mama selama kehamilan.

Istilah "chimerism" berasal dari kata "chimera", makhluk mitologi yang tubuhnya terdiri dari berbagai bagian hewan berbeda.

Dalam dunia medis, istilah ini dipakai untuk menggambarkan seseorang yang memiliki populasi sel dengan materi genetik berbeda di dalam tubuhnya. Jadi, secara harfiah, Mama membawa bagian dari anak di dalam tubuh.

Yang bikin takjub nih, Ma, sel-sel kecil ini tidak hilang setelah Mama melahirkan. Mereka bisa bertahan puluhan tahun, bahkan hingga lebih dari 30 tahun kemudian.

Saat si Kecil sudah beranjak remaja atau dewasa, sebagian dirinya masih tinggal di dalam tubuh Mama. Penelitian menunjukkan bahwa semakin lama durasi kehamilan, semakin banyak pula sel janin yang berhasil menginap.

Ini seperti kenang-kenangan biologis seumur hidup yang tak kasat mata, Ma. Makanya sering disebut ikatan batin Mama dan anak itu nggak pernah bohong, ya.

2. Organ Mama yang jadi 'rumah' sel anak

flight with kid (1).jpg
Magnific/prostooleh

Sel-sel kecil ini nggak cuma diam di satu tempat, Ma. Mereka berkelana dan menetap di berbagai organ penting Mama.

Para ilmuwan menemukan sel janin di jantung, paru-paru, hati, ginjal, kulit, otak, hingga kelenjar tiroid dan sumsum tulang belakang.

Jantung menjadi organ yang paling sering ditemukan jejak sel anak, sejalan dengan ungkapan bahwa "seorang Mama selalu membawa anaknya di dalam hati." Ternyata ungkapan puitis ini punya dasar ilmiah, Ma.

Yang lebih menarik, sel-sel ini bukan sekadar numpang lewat, tapi bisa berintegrasi dan berfungsi seperti sel tubuh Mama sendiri.

Misalnya di otak, beberapa sel janin bahkan berubah menjadi sel neuron. Jadi, ada bagian kecil dari anak yang ikut berpikir bersama Mama. Luar biasa, kan? Ini seperti hadiah kecil dari si Kecil yang nyata adanya.

3. Sel anak bisa bantu perbaiki jaringan Mama

rutinitas anak
Magnific/prostooleh

Nah, ini bagian yang paling mengharukan, Ma. Penelitian yang dibagikan Prof. Riza menunjukkan sel janin cenderung ditemukan lebih banyak di area jaringan Mama yang mengalami cedera atau peradangan.

Misalnya, pada jantung yang rusak akibat serangan jantung, atau pada luka kulit yang sedang sembuh. Para ilmuwan menduga sel-sel ini turut berkontribusi aktif dalam proses perbaikan dan regenerasi jaringan.

Caranya, sel janin bisa berubah menjadi sel pembuluh darah atau sel otot jantung untuk membantu menambal bagian yang rusak. Beberapa penelitian bahkan menyebut sel ini bisa merangsang tubuh Mama memproduksi lebih banyak sel punca alami.

Jadi, saat Mama sakit atau terluka, ada tangan kecil dari si anak yang ikut menyembuhkan Mama. Ini seperti wujud kasih sayang yang bekerja dari dalam tubuh, bahkan sebelum mereka bisa mengucapkan "Aku sayang Mama."

4. Pertukaran sel yang terjadi dua arah

anak pemalu bersama Mamanya
Magnific/prostooleh

Perjalanan sel ini tuh nggak cuma satu arah, Ma. Sama seperti sel janin yang masuk ke tubuh Mama, sebagian sel Mama juga ditemukan di tubuh anak.

Ini menunjukkan ikatan biologis antara Mama dan anak adalah hubungan timbal balik yang sangat kuat, meninggalkan jejak di kedua belah pihak. Bahkan sampai ke tingkat genetik, lho.

Menariknya, jumlah sel Mama yang ditemukan di tubuh anak biasanya jauh lebih sedikit dibandingkan sel janin di tubuh Mama.

Para ilmuwan menduga sistem imun janin yang masih berkembang cenderung lebih ramah terhadap sel asing, sehingga lebih banyak sel Mama yang bertahan.

Fenomena ini juga menjelaskan mengapa beberapa penyakit autoimun Mama bisa membaik saat hamil, atau justru muncul setelah melahirkan, karena ikatan Mama dan anak benar-benar terjadi dua arah, Ma.

Jadi, setiap kali Mama merasakan ikatan istimewa dengan siKecil, ingatlah bahwa itu bukan hanya perasaan. Ada jejak biologis nyata yang menghubungkan Mama dan anak, sebuah bukti ilmiah bahwa cinta seorang Mama benar-benar abadi, bahkan hingga ke tingkat sel.

Seperti pesan yang dibagikan Prof Riza, "Maka sangat disayangkan jika seorang ibu mengabaikan anaknya dan sungguh mulia seorang ibu yang tidak lelah mendedikasikan hidupnya untuk anaknya."

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More