Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebiasaan yang Menyebabkan Karies pada Gigi Anak, Masih Bisa Dicegah!
Pexels.com/Pragyan Bezbaruah
  • drg. Alana menjelaskan bahwa gula dari permen, teh manis, jus, dan susu berperisa menjadi salah satu penyebab karies.

  • Kebiasaan anak tidur sambil mengedot susu tanpa menyikat gigi meningkatkan risiko gigi berlubang hingga empat kali lipat akibat sisa susu yang menempel semalaman di permukaan gigi.

  • Anggapan bahwa gigi susu tidak perlu dirawat adalah keliru; jika dibiarkan berlubang, anak bisa mengalami nyeri, kesulitan makan, dan gangguan tumbuh kembang selama bertahun-tahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengajak si Kecil rutin menyikat gigi memang bukan perkara mudah ya, Ma. Padahal, karies masih menjadi salah satu masalah kesehatan gigi yang paling sering dialami anak..

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sehari-hari di rumah justru bisa menjadi pemicunya. Kabar baiknya, kebiasaan tersebut masih bisa dicegah sejak dini.

Dalam sesi wawancara eksklusif bersama media, drg. Alana Aluditasari, Sp.K.G.A., dokter spesialis kedokteran gigi anak RS Pondok Indah–Puri Indah, membagikan beberapa kebiasaan yang perlu dihindari agar gigi si Kecil tetap sehat.

Kali ini sudah Popmama.com rangkum informasi mengenai kebiasaan keliru yang bisa Mama cegah demi memproteksi gigi si Kecil sejak dini!

1. Anak suka permen, teh, dan susu berperisa

Pexels.com/Thang Nguyen

Banyak orang mengira permen adalah penyebab utama gigi berlubang. Padahal, menurut drg. Alana, bukan permennya yang paling berbahaya, melainkan kandungan gulanya.

"Kenapa kita sebut permen itu berbahaya? Karena dibuatnya dari gula. Jadi sebenarnya yang berbahaya bukan permennya, tapi adalah gulanya," jelas drg. Alana Aluditasari, Sp.K.G.A.

Lanjut dokter Alana menambahkan bahwa minuman manis, seperti jus, teh manis, maupun susu berperisa yang mengandung gula tambahan juga dapat meningkatkan risiko karies.

"Minuman lain yang manis-manis seperti jus, bahkan susu yang ada rasanya atau ada gulanya, tetap bisa berbahaya juga karena kandungannya yang tinggi sekali. Jadi sebenarnya tetap bisa menimbulkan risiko karies."

Ketika gula menempel di permukaan gigi dan tidak segera dibersihkan, bakteri di dalam mulut akan mengubahnya menjadi asam yang dapat mengikis lapisan email gigi.

Karena itu, bukan hanya permen yang perlu dibatasi ya, Ma. Semua makanan dan minuman tinggi gula sebaiknya diimbangi dengan kebiasaan menyikat gigi secara rutin.

2. Kebiasaan tidur sambil minum susu dari botol

Pexels.com/Jonathan Borba

Memberikan susu botol sebelum tidur memang sering menjadi cara untuk membantu si Kecil lebih cepat terlelap ya Ma.

Namun, kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko karies apabila anak tertidur sambil mengedot dan tidak menyikat gigi terlebih dahulu lho.

Menurut drg. Alana, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko gigi berlubang hingga tiga sampai empat kali lipat.

"Di teori, ketika anak mengedot saat malam atau sebelum tidur, dan dotnya itu terbawa sampai tidur, biasanya risiko gigi berlubangnya naik sekitar tiga sampai empat kali lipat," ungkap drg. Alana.

Risiko tersebut ternyata semakin besar jika anak mengedot dalam waktu lama, dilakukan terlalu sering, lalu langsung tertidur tanpa membersihkan gigi Ma.

"Dengan syarat ngedotnya sampai ketiduran, enggak sikat gigi lagi sebelum tidur, kemudian durasi ngedot yang lama dan frekuensinya juga sering."

Saat susu tertinggal di permukaan gigi semalaman, bakteri akan lebih mudah berkembang dan menghasilkan asam yang merusak email gigi.

Karena itu, biasakan si Kecil menyikat gigi sebelum tidur dan usahakan tidak membiarkan botol susu tetap berada di mulut hingga ia tertidur ya Ma.

3. Tidak merawat gigi susu anak

Pexels.com/Pankaj Naringrekar

Apakah Mama masih menganggap gigi susu tidak perlu ditambal karena nantinya akan tanggal dengan sendirinya? Padahal, anggapan ini justru bisa membuat kerusakan gigi semakin parah lho.

Menurut drg. Alana, gigi susu tetap memiliki peran penting selama masa pertumbuhan anak. Jika dibiarkan berlubang, si Kecil bisa mengalami nyeri, kesulitan mengunyah, hingga risiko infeksi.

"Gigi susu kan nanti copot sendiri kalau berlubang tidak perlu ditambal. Memang akan diganti, tapi masih di sekitar usia enam sampai delapan tahun.”

Dokter menjelaskan bahwa anak yang mengalami gigi berlubang sejak usia dua atau tiga tahun masih harus menggunakan gigi tersebut selama beberapa tahun sebelum akhirnya tanggal.

"Jadi kalau gigi berlubangnya itu ada di usia dua tahun atau tiga tahun, dia masih butuh waktu sekitar tiga sampai empat tahun untuk gigi tersebut ganti. Bayangkan empat tahun dengan kondisi giginya berlubang."

Artinya, membiarkan gigi susu rusak sama saja membiarkan anak menahan rasa tidak nyaman dalam waktu yang lama Ma. Selain mengganggu aktivitas makan, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kualitas hidup dan tumbuh kembangnya.

Jadi, jangan pernah abaikan lubang sekecil apa pun pada gigi susu si Kecil ya Ma!

Itulah deretan kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari bisa memicu karies dan merusak senyum sehat si Kecil.

Yuk, ubah kebiasaan keliru ini demi memproteksi gigi si Kecil agar senyum indahnya tetap terjaga hingga dewasa!

Curated For You

Editorial Team

Related Article