Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Usia 5 Tahun Masih Sulit Pegang Pensil? Kenali Penyebabnya

Usia 5 Tahun Masih Sulit Pegang Pensil? Kenali Penyebabnya
Pexels/Mikhail Nilov
Intinya Sih
  • Kesulitan anak usia 5 tahun memegang pensil umumnya disebabkan oleh otot jari dan tangan yang belum kuat, serta koordinasi mata-tangan yang masih berkembang.
  • Kurangnya aktivitas motorik halus sehari-hari seperti bermain, melipat, atau meronce dapat memperlambat kemampuan anak dalam mengontrol pensil dengan baik.
  • Cara genggam pensil yang belum tepat dan kemungkinan adanya tantangan perkembangan tertentu perlu diperhatikan agar anak mendapat stimulasi dan pendampingan sesuai kebutuhannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Melihat anak seusia 5 tahun belum mampu memegang pensil dengan baik sering kali membuat orangtua merasa khawatir. Apalagi ketika teman-teman sebayanya sudah mulai lancar menggambar, menulis nama sendiri, atau mewarnai dengan lebih rapi.

Ada proses perkembangan motorik halus yang perlu dilalui setiap anak. Kecepatan perkembangannya pun bisa berbeda-beda.

Selama tidak disertai tanda gangguan perkembangan lainnya, anak yang masih kesulitan memegang pensil biasanya hanya membutuhkan stimulasi yang tepat dan dilakukan secara konsisten.

Lalu, apa saja penyebab anak usia 5 tahun masih sulit memegang pensil? Yuk, simak penjelasannya yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.

1. Kekuatan otot jari dan tangan belum berkembang optimal

Anak usia 5 tahun masih sulit pegang pensil karena otot jari belum berkembang optimal
Pexels/Maria Mileta

Salah satu penyebab paling umum anak usia 5 tahun masih kesulitan memegang pensil adalah karena kekuatan otot-otot kecil pada jari dan tangannya belum berkembang secara optimal.

Kemampuan ini dikenal sebagai motorik halus, yaitu keterampilan yang melibatkan gerakan kecil pada tangan dan jari untuk melakukan aktivitas yang membutuhkan ketelitian, seperti:

  • menulis,
  • mengancingkan baju,
  • menggunting,
  • menyusun balok kecil.

Ketika otot tangan belum cukup kuat, anak biasanya akan menggenggam pensil terlalu erat, mudah merasa pegal, atau justru kesulitan mengontrol arah gerakan pensil saat menggambar maupun menulis.

Perlu dipahami, kekuatan tangan tidak terbentuk hanya dengan latihan menulis. Justru, anak perlu mendapatkan banyak pengalaman bermain yang melibatkan aktivitas menggunakan jari-jari tangan.

Misalnya, bermain playdough, meronce manik-manik, menyusun lego, membuka dan menutup penjepit, memindahkan benda menggunakan pinset mainan, hingga menggunting kertas dengan gunting khusus anak.

Berbagai aktivitas tersebut membantu memperkuat otot-otot kecil pada tangan secara bertahap tanpa membuat anak merasa dipaksa belajar.

Mulailah dari sesi latihan singkat sekitar 10 hingga 15 menit setiap hari, kemudian berikan jeda agar tangan anak tidak cepat lelah.

2. Koordinasi mata dan tangan belum berkembang dengan baik

Mata dan tangan belum berkembang optimal makanya anak masih sulit memegang pensil
Pexels/Vietnam Hidden Light

Selain kekuatan otot jari, kemampuan memegang pensil juga dipengaruhi oleh koordinasi mata dan tangan atau hand-eye coordination.

Kemampuan ini membuat anak dapat menggerakkan tangannya sesuai dengan apa yang dilihat oleh mata.

Saat koordinasi tersebut belum berkembang optimal, anak mungkin terlihat kesulitan mengikuti garis, mewarnai tanpa keluar batas, menebalkan huruf, atau menyalin bentuk sederhana.

Tak jarang, anak juga tampak sering menghapus hasil gambarnya karena merasa gerakan tangannya tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Koordinasi mata dan tangan sebenarnya berkembang melalui berbagai aktivitas bermain sejak anak masih balita.

Karena itu, Mama tidak perlu selalu melatih anak dengan buku menulis. Justru, permainan sederhana sering kali lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan ini. Misalnya:

  • menghubungkan titik-titik,
  • bermain puzzle,
  • menyusun balok,
  • memasukkan kancing atau pompom ke dalam wadah menggunakan penjepit,
  • bermain maze,
  • menangkap dan melempar bola berukuran kecil.

Aktivitas tersebut mengajarkan otak untuk mengoordinasikan informasi visual dengan gerakan tangan secara lebih akurat.

Saat melatih anak, usahakan memberikan tantangan yang sesuai dengan usianya. Jika aktivitas terasa terlalu sulit, anak bisa kehilangan rasa percaya diri dan enggan mencoba lagi.

3. Kurangnya kesempatan untuk melatih motorik halus melalui aktivitas sehari-hari

Anak usia 5 tahun sulit untuk memegang pensil karena motorik hauls kurang dilatih
Pexels/cottonbro studio

Kemampuan memegang pensil tidak hanya dipelajari saat anak duduk di meja belajar. Justru, keterampilan ini berkembang dari berbagai aktivitas motorik halus yang dilakukan setiap hari.

Jika anak jarang melakukan kegiatan yang melibatkan gerakan jari dan tangan secara aktif, perkembangan kemampuan memegang pensil pun bisa berjalan lebih lambat.

Kondisi ini cukup sering terjadi, terutama ketika waktu bermain anak lebih banyak dihabiskan dengan menonton televisi atau menggunakan gawai yang tidak banyak melibatkan koordinasi jari secara kompleks.

Padahal, ada banyak aktivitas sederhana yang dapat membantu melatih motorik halus anak tanpa harus terlihat seperti sedang belajar.

Mama bisa mengajak si Kecil, melipat kertas origami, membuat kolase dari potongan kertas, mengupas kulit telur rebus, membuka dan menutup resleting, memasang kancing, hingga membantu aktivitas ringan di dapur seperti mengaduk adonan atau memetik sayuran.

Kegiatan-kegiatan tersebut membantu memperkuat otot jari sekaligus meningkatkan kelenturan tangan yang nantinya dibutuhkan saat memegang pensil.

Mama juga tidak perlu menyediakan alat permainan yang mahal untuk melatih motorik halus anak.

Barang-barang yang ada di rumah pun bisa dimanfaatkan menjadi media bermain yang edukatif. Misalnya, memindahkan kacang-kacangan menggunakan sendok, menyusun gelas plastik, atau menjepit kapas dengan penjepit makanan.

Selain melatih keterampilan tangan, aktivitas ini juga mengajarkan anak untuk berkonsentrasi dan menyelesaikan tugas secara mandiri.

4. Cara memegang pensil yang belum tepat

Cara anak memegang pensil kurang tepat jadi penyebab anak kesulitan memegang pensil
Pexels/Tima Miroshnichenko

Sebagian anak mungkin menggenggam pensil menggunakan seluruh telapak tangan, ada yang meletakkan pensil terlalu tinggi atau terlalu rendah, bahkan ada yang menekan pensil terlalu kuat hingga tangan cepat lelah.

Hal ini wajar terjadi, sebab anak masih berada dalam tahap belajar menemukan posisi genggaman yang paling nyaman.

Cara memegang pensil yang kurang tepat dapat membuat anak lebih sulit mengontrol gerakan saat menggambar, mewarnai, maupun menulis huruf.

Pada umumnya, anak akan berkembang menuju pola genggaman yang lebih matang, yaitu tripod grasp, di mana pensil dipegang menggunakan ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah.

Namun, kemampuan ini tidak muncul secara instan dan membutuhkan latihan yang konsisten. Karena itu, Mama tidak perlu terburu-buru mengoreksi setiap kali anak memegang pensil dengan posisi yang kurang tepat.

Terlalu sering mengingatkan justru bisa membuat anak merasa tertekan dan kehilangan minat untuk belajar.

Mama dapat memberikan contoh secara perlahan sambil duduk di samping anak. Gunakan pensil berukuran pendek atau pensil segitiga yang lebih mudah digenggam oleh tangan kecil.

Bila diperlukan, Mama juga bisa menggunakan pencil grip sebagai alat bantu agar posisi jari anak lebih stabil saat memegang pensil.

Selain itu, biasakan anak duduk dengan posisi yang nyaman dan meja yang sesuai dengan tinggi badannya agar ia lebih leluasa menggerakkan tangan.

5. Anak belum siap secara perkembangan atau memiliki tantangan tertentu

Ada tantangan lain yang membuat anak masih kesulitan memegang pensil
Pexels/Ksenia Chernaya

Selain dipengaruhi oleh kematangan perkembangan, kesulitan memegang pensil juga bisa berkaitan dengan tantangan tertentu, seperti gangguan koordinasi motorik, masalah pada kekuatan otot, gangguan penglihatan yang belum terdeteksi, atau keterlambatan perkembangan motorik halus.

Biasanya, kondisi tersebut tidak hanya terlihat saat anak belajar menulis.

Anak juga mungkin mengalami kesulitan saat mengancingkan baju, menggunakan gunting, menyusun benda-benda kecil, membuka tutup botol, atau menggunakan sendok dan garpu dengan baik.

Jika Mama mulai melihat beberapa tanda tersebut muncul bersamaan, sebaiknya jangan menunggu hingga anak memasuki sekolah dasar untuk mencari bantuan.

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengamati kemampuan anak dalam berbagai aktivitas sehari-hari seperti:

  • apakah anak menunjukkan kemajuan meski perlahan?
  • apakah anak masih menikmati kegiatan menggambar dan mewarnai, atau justru selalu menghindarinya karena merasa kesulitan?

Pengamatan sederhana ini dapat menjadi informasi penting saat berkonsultasi dengan dokter anak atau terapis okupasi apabila diperlukan.

Anak usia 5 tahun masih belajar melalui bermain, sehingga stimulasi akan jauh lebih efektif jika dikemas menjadi aktivitas yang menyenangkan.

Namun, apabila dalam beberapa bulan tidak terlihat adanya kemajuan atau justru muncul tanda keterlambatan perkembangan lainnya, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menemukan penyebab sekaligus menentukan stimulasi yang paling sesuai untuk anak.

Semakin dini penyebabnya diketahui, semakin cepat pula anak mendapatkan pendampingan yang sesuai untuk mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.

Itulah penyebab kenapa anak usia 5 tahun masih sulit untuk memegang pensil. Semoga membantu ya, Ma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More