Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Dampak Skincare Dewasa pada Anak yang Wajib Mama Tahu

5 Dampak Skincare Dewasa pada Anak yang Wajib Mama Tahu
Magnific/user18526052
  • Tren anak memakai skincare dan riasan dewasa memicu kekhawatiran karena kulit mereka lebih tipis dan rentan terhadap bahan aktif seperti retinol, AHA, serta vitamin C dosis tinggi.
  • Paparan produk dewasa dapat menyebabkan kemerahan, ruam, iritasi, dermatitis kontak, alergi, hingga mengganggu tidur dan kenyamanan anak, yang berdampak pada aktivitas serta tumbuh kembangnya.
  • Penggunaan berlebihan berisiko mengganggu kesehatan kulit jangka panjang dan membentuk kebiasaan konsumtif; perawatan anak cukup memakai produk lembut yang diformulasikan sesuai usia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Akhir-akhir ini, Mama mungkin pernah melihat video anak-anak menggunakan berbagai produk skincare hingga makeup orang dewasa di media sosial. Fenomena yang dikenal dengan istilah #SephoraKids ini ramai diperbincangkan karena anak mulai tertarik menggunakan produk perawatan kulit dengan berbagai kandungan aktif yang sebenarnya belum mereka butuhkan.

Menurut dr. Permatami Herwansyah, Sp.A, Dokter Spesialis Anak, kulit anak memiliki karakteristik yang berbeda dengan kulit orang dewasa. Terutama pada bayi dan balita, fungsi pelindung kulit atau skin barrier masih mengalami proses pematangan sehingga kulit cenderung lebih mudah mengalami iritasi terhadap bahan tertentu.

“Pada dasarnya, anak dengan kulit sehat tidak membutuhkan rangkaian skincare yang kompleks. Semakin banyak produk yang digunakan, terutama produk dengan bahan aktif yang tidak sesuai usia, semakin besar pula kemungkinan timbulnya iritasi atau masalah pada kulit,” jelas dr. Permatami.

Nah, daripada fomo ikutan tren yang belum tentu aman, berikut Popmama.com rangkumkan dampak skincare dewasa pada anak yang wajib Mama ketahui.

  1. 1. Iritasi dan skin barrier yang rusak

    kulit anak lebih sensitif
    Drolfa.com

    Salah satu masalah yang paling sering terjadi akibat penggunaan produk skincare dewasa pada anak adalah iritasi.

    Produk yang ditujukan untuk orang dewasa dapat mengandung bahan aktif seperti retinoid, AHA, BHA, atau bahan eksfoliasi lainnya dalam konsentrasi yang tidak dibutuhkan oleh kulit anak.

    “Bahan aktif tersebut bukan berarti selalu berbahaya, tetapi penggunaannya harus mempunyai indikasi yang jelas dan disesuaikan dengan usia serta kondisi kulit anak. Penggunaan tanpa indikasi justru dapat menyebabkan kulit menjadi merah, kering, perih, mengelupas, atau terasa terbakar,” jelas dr. Permatami.

    Penggunaan terlalu banyak produk sekaligus juga dapat mengganggu fungsi skin barrier sehingga kulit menjadi lebih sensitif dan mudah mengalami peradangan.

    Jika setelah menggunakan suatu produk kulit anak terlihat kemerahan, terasa perih, mengelupas, atau anak tampak tidak nyaman, sebaiknya penggunaan produk segera dihentikan.

  2. 2. Dermatitis kontak dan reaksi alergi

    anak mengantuk
    Magnefic/pvproductions

    Selain iritasi, beberapa kandungan dalam skincare juga dapat menyebabkan dermatitis kontak, baik akibat iritasi langsung maupun reaksi alergi terhadap bahan tertentu.

    Pewangi (fragrance), essential oil, serta sejumlah bahan tambahan pada produk kosmetik dapat menjadi pemicu pada anak yang memiliki kulit sensitif.

    “Reaksi yang muncul dapat berupa kemerahan, gatal, bentol, kulit kering, atau ruam pada area yang terkena produk. Namun, tidak semua ruam setelah menggunakan skincare berarti alergi. Karena itu, bila keluhannya cukup berat atau tidak membaik setelah produk dihentikan, anak sebaiknya diperiksakan,” ujar dr. Permatami.

    Mama juga tidak perlu langsung menganggap semua bahan pengawet sebagai bahan yang berbahaya. Produk perawatan kulit tetap membutuhkan sistem pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Yang terpenting adalah memilih produk yang sesuai usia, memiliki izin edar, dan digunakan sesuai petunjuk.

  3. 3. Kulit menjadi semakin sensitif akibat penggunaan produk berlebihan

    alergi kulit
    Emedicinehealth.com

    Anak dengan kulit normal sebenarnya tidak membutuhkan berbagai serum, toner, exfoliating acid, maupun produk anti-aging.

    Menggunakan terlalu banyak produk dapat menyebabkan kulit terus-menerus terpapar berbagai bahan yang sebenarnya tidak diperlukan.

    “Konsep perawatan kulit pada anak justru sebaiknya sederhana. Tujuannya menjaga kebersihan, kelembapan, dan melindungi kulit dari sinar matahari, bukan mengejar berbagai manfaat anti-aging seperti pada kulit orang dewasa,” tutur dr. Permatami.

    Penggunaan skincare dewasa sejak kecil tidak terbukti membuat kulit anak menjadi lebih sehat atau mencegah penuaan di kemudian hari. Sebaliknya, bila terjadi iritasi berulang, anak justru dapat mengalami keluhan kulit yang berkepanjangan.

  4. 4. Rasa gatal dan iritasi dapat mengganggu kenyamanan hingga tidur anak

    nap time
    Magnific/Holiac

    Masalah kulit juga dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari anak.

    Rasa gatal, panas, atau perih akibat dermatitis dapat membuat anak menjadi lebih rewel, sering menggaruk, serta sulit tidur dengan nyaman.

    “Kalau kulit terasa sangat gatal atau perih, tentu anak bisa menjadi lebih sulit tidur. Tidur yang terganggu terus-menerus pada akhirnya dapat memengaruhi mood, aktivitas, hingga nafsu makan anak,” jelas dr. Permatami.

    Karena itu, masalah kulit pada anak sebaiknya tidak dianggap sepele, terutama apabila ruam meluas, kulit menjadi bengkak atau melepuh, terdapat luka, atau keluhan sampai mengganggu aktivitas dan tidur.

  5. 5. Membentuk persepsi yang kurang sehat mengenai penampilan sejak dini

    tren sephora kids
    Magnific/prostooleh

    Selain dari sisi kesehatan kulit, tren penggunaan skincare dan kosmetik pada anak juga perlu dilihat dari sisi kebiasaan.

    Anak belajar melalui apa yang mereka lihat dari lingkungan dan media sosial. Paparan terhadap tren kecantikan sejak dini dapat membuat anak menganggap bahwa penggunaan banyak produk merupakan sesuatu yang diperlukan untuk mendapatkan penampilan yang “baik” atau “sempurna”.

    “Pada anak, sebaiknya kita lebih menekankan bahwa merawat tubuh berarti menjaga kebersihan dan kesehatan, bukan mengejar standar penampilan tertentu,” tutur dr. Permatami.

    Orangtua juga dapat membantu anak memiliki hubungan yang sehat dengan tubuhnya dengan tidak terlalu menekankan kecantikan fisik sebagai ukuran utama.

  6. Tips Memilih Skincare Aman untuk Anak Menurut Dokter

    Lalu, skincare seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan anak?

    Menurut dr. Permatami, pada anak dengan kondisi kulit normal, perawatan kulit pada dasarnya cukup sederhana. Mama dapat memilih:

    • Pembersih yang lembut dan sesuai kulit anak.
    • Pelembap bila kulit anak cenderung kering.
    • Perlindungan dari sinar matahari, seperti pakaian tertutup, topi, mencari tempat teduh, serta sunscreen yang sesuai usia bila diperlukan.

    “Untuk bayi usia di bawah enam bulan, perlindungan utama dari sinar matahari adalah menghindari paparan langsung, menggunakan pakaian pelindung, dan berada di tempat teduh. Pada anak yang lebih besar, sunscreen dapat digunakan sesuai usia dan petunjuk produknya,” jelas dr. Permatami.

    Produk yang berlabel “natural” atau “organic” juga tidak otomatis lebih aman karena bahan alami pun tetap dapat menyebabkan iritasi atau alergi pada sebagian anak.

    Mama sebaiknya juga berhati-hati dengan produk yang memiliki banyak bahan aktif atau memang ditujukan untuk mengatasi masalah kulit tertentu.

    “Kalau anak memang memiliki kondisi kulit seperti dermatitis atopik, jerawat pada usia tertentu, atau penyakit kulit lainnya, perawatannya sebaiknya disesuaikan dengan diagnosis dan rekomendasi dokter. Jangan hanya mengikuti tren yang beredar di media sosial,” tambahnya.

    Pada akhirnya, kulit anak tidak membutuhkan rangkaian skincare berlapis-lapis. Prinsip utamanya adalah semakin sederhana, semakin baik, selama kulit anak sehat dan tidak memiliki kondisi medis tertentu.

    Jadi, daripada ikut-ikutan tren skincare dewasa, lebih baik Mama memilih produk sesuai kebutuhan dan usia si Kecil. Bila muncul kemerahan, gatal, bengkak, kulit mengelupas, atau keluhan lain setelah menggunakan suatu produk, segera hentikan penggunaannya dan jangan ragu untuk konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More