Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Bentuk Stimulasi Motorik Halus Sederhana untuk Anak

5 Bentuk Stimulasi Motorik Halus Sederhana untuk Anak
Pinterest.com/Domusformosa
  • Usia 0–6 tahun menjadi fase penting untuk stimulasi motorik halus, yang bila dilakukan tepat dapat mendukung perkembangan anak secara positif.
  • Aktivitas sederhana seperti menggunting pola, menjepit benda, melipat kertas, bermain playdough, dan merangkai manik-manik melatih kekuatan jari, koordinasi mata-tangan, fokus, serta ketelitian.
  • Media rumahan yang terjangkau dapat digunakan secara konsisten dan menyenangkan untuk membantu kesiapan anak menulis serta menjalani aktivitas mandiri sehari-hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Perkembangan motorik bagi anak usia dini adalah hal yang penting untuk pembentukan karakter dan kepribadian anak di masa depan. Usia 0-6 tahun merupakan fase golden age yang perlu diperhatikan melalui motoriknya, terutama motorik halus. 

Artikel yang ditulis oleh Maharani, et al. (2024) menjelaskan apabila caranya tepat, maka perkembangan motorik halus bagi anak usia dini akan berdampak positif. Lalu bagaimana cara stimulasi perkembangan motorik anak? 

Berikut Popmama.com berikan 5 bentuk stimulasi motorik halus sederhana untuk anak.


  1. 1. Menggunting kertas berpola

    Menggunting kertas berpola
    Pinterest.com/jennifermercz

    Kegiatan ini bertujuan untuk membantu anak melatih kekuatan otot jari tangan, Ma. Tujuan lainnya juga untuk melatih kesabaran anak saat mengikuti alur garis. 

    Cara ini bisa banget digunakan, tapi hati-hati dalam memberikan guntingnya ya.

  2. 2. Menjepit benda

    Anak belajar menjepit benda
    Pinterest.com/breng

    Mama bisa memberikan anak sebuah penjepit baju kepada anak untuk mencoba menjemur bajunya sendiri tujuan menguatkan genggaman jemari anak. Misalnya nih, coba bentangkan tali rafia pendek di antara dua kursi.

    Minta anak menjemur bajunya sendiri menggunakan penjepit baju ke tali rafia yang sudah disiapkan.

  3. 3. Melipat kertas

    Anak belajar melipat kertas
    Pinterest.com/artperez

    Melipat kertas origami dapat membantu anak dalam mengasah ketelitian, koordinasi mata dan tangan, serta pemahaman dasar melalui lipatan presisi. Saat anak menyatukan sudut-sudut kertas, anak belajar tentang konsep simetri, arah, serta melatih kontrol tekanan jemari agar hasil lipatan rapi.

  4. 4. Bermain playdough

    Bermain playdough
    Pinterest.com/fightagainstscreens

    Ketika anak bermain playdough, maka tangan anak akan menekan, memelintir, menggulung, dan meremas adonan. Tentu tujuan efektif memperkuat struktur otot telapak tangan dan pergelangan tangan. Selain memberikan stimulasi taktil (rangsangan sensasi sentuhan), playdough juga menjadi media eksplorasi kreatif yang bebas tanpa takut salah.

  5. 5. Merangkai manik-manik

    Merangkai manik-manik
    Pinterest.com/haylazbusra555

    Kegiatan memasukkan atau merangkai benang ke dalam lubang manik-manik melatih fokus tingkat tinggi, kesabaran, serta akurasi visual-motorik. Gerakan ini bertujuan untuk menuntut kestabilan tangan dan konsentrasi mata untuk memastikan ujung benang masuk dengan tepat tanpa goyah. 

    Nah itu dia 5 bentuk motorik halus sederhana untuk anak. Stimulasi motorik halus tidak harus menggunakan peralatan mahal, media sederhana di sekitar rumah sudah sangat efektif untuk mengasah koordinasi mata-tangan dan kecepatan gerak otot. 

    Gimana Ma? Hal ini bisa diterapkan kepada anak mama untuk melatih perkembangan motorik halus. Melalui latihan yang konsisten dan menyenangkan, anak akan memiliki kesiapan fisik yang matang untuk belajar menulis serta menjalani aktivitas mandiri sehari-hari secara optimal.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More