Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
8 Tanda Toddler Tidak Mendapatkan Cukup Tidur, Mama Perlu Waspada
Pexels/paveldanilyuk
  • Tidur cukup penting bagi toddler untuk mendukung perkembangan otak, emosi, dan fisik; kurang tidur bisa memicu perubahan perilaku yang sering tidak disadari orang tua.

  • Tanda anak kurang tidur meliputi mudah tertidur di perjalanan, sulit tidur saat waktunya, lebih manja, rewel, sering tantrum, hingga tampak hiperaktif menjelang malam.

  • Mengenali tanda-tanda ini membantu orang tua menyesuaikan rutinitas tidur agar anak memiliki pola istirahat yang konsisten dan tumbuh dengan kondisi emosional serta fisik yang stabil.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tidur merupakan salah satu kebutuhan penting bagi toddler karena berperan besar dalam mendukung tumbuh kembangnya. Anak usia balita membutuhkan waktu tidur yang cukup agar perkembangan otak, emosi, serta kemampuan fisiknya berjalan optimal. Ketika kebutuhan tidur tidak terpenuhi, perubahan perilaku biasanya mulai terlihat dalam aktivitas sehari-hari.

Sayangnya, tanda anak kurang tidur tidak selalu berupa menguap atau terlihat mengantuk. Beberapa toddler justru menunjukkan reaksi yang berbeda, seperti menjadi lebih aktif, rewel, atau sulit diatur. Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk mengenali berbagai tanda berikut ini.

1. Mudah tertidur saat bepergian

Pexels/yankrukov

Jika si Kecil sering tertidur di mobil, stroller, atau saat perjalanan singkat, hal ini bisa menjadi tanda bahwa ia sebenarnya belum mendapatkan waktu tidur yang cukup. Anak yang kebutuhan tidurnya terpenuhi biasanya tetap aktif selama perjalanan, terutama jika durasi perjalanan tidak terlalu lama. Sebaliknya, toddler yang kelelahan cenderung lebih cepat tertidur karena tubuhnya berusaha “mencuri” waktu istirahat kapan pun ada kesempatan. Kondisi ini sering terlihat saat anak langsung terlelap hanya beberapa menit setelah duduk di mobil, digendong, dan saat di stroller. Walaupun kadang terlihat lucu, kebiasaan ini bisa menjadi sinyal bahwa jadwal tidur anak belum optimal. Jika terlalu sering terjadi, tidur singkat saat bepergian juga bisa mengganggu jadwal tidur utama anak, baik tidur siang maupun tidur malam. Akibatnya, anak akan semakin sulit memiliki pola tidur yang konsisten.

2. Sulit tidur saat sudah waktunya

Pexels/yangkrukov

Toddler yang kurang tidur justru sering mengalami kesulitan saat waktunya tidur. Hal ini terjadi karena tubuh anak sudah terlalu lelah sehingga hormon stres meningkat dan membuatnya lebih sulit untuk tenang. Mama mungkin juga melihat si Kecil bolak-balik dari tempat tidur, meminta minum, atau mencari alasan lain untuk menunda waktu tidur.

Padahal, sebenarnya tubuhnya sudah membutuhkan istirahat. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, anak bisa memiliki pola tidur yang tidak teratur.

Tidur malam menjadi lebih larut, sementara waktu bangun tetap sama, sehingga total jam tidur berkurang. Dalam jangka panjang, kurang tidur dapat memengaruhi kondisi tubuh anak.

3. Menjadi sangat manja

Pexels/paveldnilyuk

Anak yang kurang tidur biasanya menjadi lebih manja dari biasanya. Ia mungkin lebih sering meminta digendong, tidak mau ditinggal, atau terus mencari kedekatan dengan orang tuanya. Hal ini terjadi karena saat kelelahan, anak merasa kurang nyaman dan membutuhkan rasa aman lebih besar. Selain itu, kurang tidur juga dapat membuat anak lebih sensitif terhadap lingkungan sekitarnya.

Hal-hal kecil seperti suara, perubahan rutinitas, atau situasi baru bisa membuatnya lebih mudah merasa tidak nyaman. Akibatnya, anak cenderung lebih clingy dan sulit mandiri. Jika terjadi berulang, Mama bisa mengevaluasi apakah waktu tidur si Kecil sudah cukup.

Dengan istirahat yang optimal, anak biasanya lebih stabil secara emosional dan mampu bermain dengan lebih mandiri.

4. Menjadi lebih cranky

Pexels/pragyanbezbo

Kurang tidur dapat memengaruhi suasana hati toddler secara signifikan. Anak bisa menjadi lebih mudah kesal, sensitif, dan cepat marah. Bahkan, hal kecil seperti mainan yang tidak sesuai keinginannya bisa memicu tangisan.

Kondisi ini terjadi karena saat lelah, kemampuan anak untuk mengatur emosi menjadi menurun.

Selain itu, kurang tidur juga dapat membuat anak merasa tidak nyaman secara fisik. Ia mungkin terlihat lebih gelisah, mudah frustrasi, atau sulit diajak bekerja sama. Perubahan suasana hati ini sering muncul sepanjang hari, terutama menjelang sore atau malam.

Jika Mama melihat si Kecil lebih rewel tanpa sebab yang jelas, bisa jadi tubuhnya membutuhkan waktu istirahat lebih banyak. Dengan tidur yang cukup, anak biasanya lebih tenang, ceria, dan mudah diajak beraktivitas.

5. Lebih mudah tantrum dari biasanya

Pexels/helenalopes

Tantrum yang lebih sering atau lebih intens juga bisa menjadi tanda toddler kurang tidur. Saat kelelahan, anak lebih sulit mengontrol emosinya sehingga mudah menangis, berteriak, atau bahkan merengek di lantai.

Hal ini terjadi karena kemampuan regulasi emosi anak belum matang, sehingga tidur menjadi faktor penting untuk menjaga kestabilannya. Anak yang kurang tidur juga cenderung memiliki toleransi frustrasi yang lebih rendah. Situasi sederhana seperti diminta berhenti bermain atau menunggu giliran bisa memicu reaksi berlebihan. Selain itu, tantrum akibat kelelahan biasanya berlangsung lebih lama dan lebih sulit ditenangkan.

Jika Mama menyadari anak lebih sering tantrum dibandingkan biasanya, coba perhatikan kembali jadwal tidur si Kecil. Menambah waktu tidur atau memperbaiki rutinitas sebelum tidur dapat membantu mengurangi frekuensi tantrum.

6. Menjadi lebih ceroboh

Pexels/joaoaldeia

Toddler yang kurang tidur biasanya mengalami penurunan koordinasi tubuh. Anak bisa lebih sering tersandung, menjatuhkan benda, atau terlihat kurang fokus saat bermain.

Hal ini terjadi karena kelelahan memengaruhi konsentrasi serta kemampuan motorik anak. Selain itu, kurang tidur juga dapat membuat anak bergerak lebih lambat atau justru terlalu tergesa-gesa. Akibatnya, ia menjadi lebih ceroboh dalam melakukan aktivitas. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai fase aktif biasa, padahal bisa menjadi tanda anak membutuhkan istirahat lebih banyak.

Jika terjadi terus-menerus, kurang tidur juga dapat memengaruhi kemampuan belajar anak. Ia mungkin lebih sulit mengikuti instruksi atau kehilangan minat pada aktivitas tertentu.

Dengan tidur yang cukup, koordinasi dan fokus anak biasanya akan kembali optimal.

7. Terlihat sangat aktif di akhir hari

Pexels/yankrukov

Beberapa toddler justru tampak sangat aktif saat sudah mendekati waktu tidur. Mereka terlihat berlari ke sana kemari, tertawa berlebihan, atau sulit diam. Kondisi ini sering disebut sebagai “second wind”, yaitu saat tubuh anak terlihat masih sangat berenergi. Meskipun terlihat seperti anak masih penuh energi, sebenarnya tubuhnya sudah membutuhkan istirahat.

Aktivitas berlebihan di malam hari justru bisa membuat anak semakin sulit tidur. Selain itu, anak juga mungkin terlihat lebih impulsif dan sulit mengikuti instruksi. Jika Mama sering melihat si Kecil menjadi hiperaktif menjelang malam, ini bisa menjadi tanda bahwa ia sudah terlalu lelah.

Mengatur rutinitas tidur yang konsisten dapat membantu anak lebih mudah beristirahat.

8. Sore hari terasa lebih sulit dari biasanya

Pexels/williamfortunato

Jika waktu sore menjadi momen paling menantang, hal ini bisa menandakan toddler sudah terlalu lelah. Anak mungkin mulai rewel, mudah menangis, atau sulit diajak beraktivitas.

Kondisi ini biasanya muncul karena energi anak sudah menurun setelah beraktivitas seharian. Selain itu, kurang tidur juga membuat anak lebih sensitif terhadap rangsangan di sekitarnya.

Mama mungkin juga melihat si Kecil lebih sering menolak makan, tidak ingin mandi, atau sulit diajak berkomunikasi. Jika pola ini terjadi setiap hari, kemungkinan anak membutuhkan waktu tidur siang yang lebih cukup atau waktu tidur malam yang lebih awal.

Dengan jadwal tidur yang lebih teratur, waktu sore biasanya akan terasa lebih tenang dan nyaman.

Editorial Team