Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Jangan Langsung Marah saat Anak Rewel, Ini Arti Sebenarnya Menurut Dokter

Jangan Langsung Marah saat Anak Rewel, Ini Arti Sebenarnya Menurut Dokter
Freepik
Share Article

Ma, siapa sih yang nggak pernah merasa kesal saat anak tiba-tiba rewel minta ini itu? Apalagi setelah seharian Mama capek kerja atau ngurus rumah. Rasanya sabar itu tipis banget, ya.

Tapi tunggu dulu, Ma. Jangan langsung marah atau membentak. Menurut dr. Cathryn, seorang dokter anak yang kerap berbagi edukasi dalam Instagram pribadinya @healthiest_baby, ada arti mendalam di balik tingkah rewel si Kecil yang jarang disadari.

Ternyata, anak rewel bukan berarti dia nakal atau manja. Bisa jadi dia hanya sedang bertanya, "Apa aku masih berarti buat Mama?"

Biar Mama nggak salah paham lagi, berikut Popmama.com rangkumkan alasan selengkapnya menurut dokter.

1. Anak rewel tanda ingin tetap terhubung

crying kid
Freepik

Seringkali saat anak minta “satu lagi” saat dibacakan buku cerita, atau terus-terusan manggil “Mama… Mama…”, tanpa sadar Mama berpikir dia sedang coba memanipulasi.

Apalagi kalau Mama lagi lelah, rasanya kesal itu langsung muncul, kan. Tapi dr. Cathryn menjelaskan bahwa anak kecil belum punya kemampuan berpikir sekompleks itu untuk memanipulasi orangtua.

Yang sebenarnya terjadi adalah, mereka hanya ingin tetap merasakan kedekatan dengan Mama.

Setelah seharian berpisah, entah karena dirinya sekolah, bermain, atau Mama bekerja, momen bersama adalah waktu paling berharga baginya.

Jadi saat dia rewel minta perhatian, itu artinya “Aku belum selesai merasa dekat dengan Mama.” Jangan langsung marah, ya, Ma, si Kecil hanya mau tetap terhubung, kok!

2. Bahasa rahasia anak lewat tingkah laku menyebalkan

ventilasi udara cegah ISPA.jpg
Magnific/freepik

Anak-anak terutama usia balita, mereka belum bisa bilang, “Ma, aku butuh perhatian.” Jadi, yang bisa dilakukan anak hanyalah pakai bahasa tubuh dan kebiasaan.

Contohnya, mengikuti Mama ke dapur, minta digendong padahal badannya sudah berat, atau bahkan mengejek saudarnya.

Semua itu sebenernya kode yang sama, Ma, yaitu pertanyaan “Apakah aku masih berarti buat Mama?

Termasuk saat anak rewel tanpa sebab jelas, menjilat tangan Mama, atau pura-pura nggak bisa melakukan sesuatu. dr. Cathryn menambahkan bahwa di sini anak sedang ‘menguji’ apakah koneksi emosional dengan Mama masih aman.

Nah, kalau Mama sudah tahu maksud dari kebiasaan-kebiasaan yang kerap menyebalkan ini, jangan langsung marah ya, Ma. Coba tarik napas dan perhatikan, mungkin anak cuma butuh dipeluk atau didengar sebentar.

3. Boleh bilang tidak, tapi tetap dengan lembut

anak belaajr sambil tiduran
Freepik/jcomp

Dalam unggahan yang dibagikannya, dr. Cathryn menegaskan bawa Mama nggak harus selalu mengiyakan semua permintaan anak. Memberi batasan itu penting dan sehat dilakukan, Ma.

Yang membedakan adalah cara Mama merespons. Jangan langsung marah atau membentak, karena itu justru bikin anak makin cemas dan rewel.

Coba ganti dengan kalimat yang tegas tapi hangat, misalnya “Nggak ada buku lagi malam ini, Sayang. Tapi pilih satu untuk besok, nanti Mama simpan di sini. Mama bacain lagi besok, ya.

Dengan begitu, anak tetap merasa diperhatikan meski permintaannya nggak dituruti. Anak belajar bahwa batasan itu bukan akhir dari kasih sayang, melainkan sesuatu yang terasa aman.

4. Respons lembut berarti mengajarkan anak rasa aman

anak belajar bersama orangtua
Magnific/prostooleh

Mungkin sebagian dari Mama merasa khawatir, “Kalau aku selalu baik-baik saja saat anak rewel, nanti dia tambah manja, dong?

Padahal, justru sebaliknya, Ma. Anak yang sering dimarahi atau direspons dengan dingin akan semakin gelisah dan minta perhatian dengan cara yang lebih mengganggu.

Sedangkan anak yang mendapat respons hangat meski dibatasi, akan tumbuh dengan rasa aman di dalam hatinya. Anak akan memahami bahwa, “Mama boleh bilang tidak, tapi Mama tetap sayang aku.”

Nah, inilah yang menjadi fondasi kesehatan mental anak. Jadi mulai sekarang, saat si Kecil rewel, ingat pesan dr. Cathryn ya, Ma, jangan langsung marah.

Meski sering menyebalkan, tingkahnya itu ternyata sedang memertanyakan “Apa aku berarti buat Mama?” Dan jawaban terbaiknya adalah ketenangan Mama.

Tetap semangat dalam mendidik dan mengasihi si Kecil ya, Ma.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More

20 Kegiatan Seru di Rumah saat Liburan Sekolah, Hemat tapi Tetap Seru

13 Jun 2026, 11:50 WIBKid