Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Hal yang Perlu Mama Tahu Sebelum Memberikan Probiotik pada Anak

7 Hal yang Perlu Mama Tahu Sebelum Memberikan Probiotik pada Anak
Pexels/martproducttion
Intinya Sih
  • Probiotik memiliki berbagai jenis strain dengan manfaat berbeda, sehingga efektivitasnya tergantung pada kondisi kesehatan, usia, dan keluhan pencernaan anak.
  • Tidak semua produk probiotik cocok untuk setiap anak; pemilihan harus mempertimbangkan jenis strain, jumlah bakteri, tujuan penggunaan, serta usia si Kecil.
  • Probiotik bukan pengganti pemeriksaan medis; orangtua disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum memberi probiotik terutama jika anak memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Keluhan seperti perut kembung, sembelit, atau sakit perut sering membuat orangtua mencari solusi cepat untuk si Kecil. Salah satu yang cukup populer adalah probiotik. Tak sedikit produk yang mengklaim dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan anak.

Namun, apakah probiotik benar-benar cocok untuk semua kondisi? Dilansir dari instagram @drhanifahoswari, seorang dokter anak sepesialis pencernaan memberikan faktanya, probiotik bukanlah solusi instan yang bisa diberikan untuk setiap masalah perut anak. Ada beberapa hal penting yang perlu Mama pahami sebelum memberikannya.

Berikut Popmama.com rangkum penjelasan dr. Hanif Hoswari tentang penggunaan probiotik pada anak.

1. Probiotik tidak bekerja sama untuk semua anak

Mama sedang menuang obat untuk sang anak
Pexels/cottonbrostudio

Banyak orang menganggap semua probiotik memiliki manfaat yang sama. Padahal, probiotik terdiri dari berbagai jenis bakteri dengan fungsi yang berbeda-beda.

Artinya, probiotik yang membantu satu anak belum tentu memberikan hasil serupa pada anak lain. Efektivitasnya juga bisa dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, usia, hingga jenis keluhan yang dialami si Kecil.

2. Setiap strain probiotik punya manfaat yang berbeda

Mama sedang menuangkan obat ke sendok
Pexels/cottonbrostudio

Sama seperti obat yang memiliki fungsi berbeda, probiotik juga terdiri dari berbagai strain atau jenis bakteri.

Ada strain yang lebih sering digunakan untuk membantu diare, ada yang diteliti untuk mendukung kesehatan pencernaan secara umum, dan ada pula yang dikembangkan untuk kondisi tertentu. Karena itu, memilih probiotik tidak bisa hanya berdasarkan label “mengandung bakteri baik”.

Mama perlu memahami bahwa manfaat probiotik sangat bergantung pada strain yang digunakan.

3. Tidak cukup hanya melihat kandungan “bakteri baik”

Mama sedang menyuapi obat untuk anaknya
Pexels/cottonbrostudio

Saat memilih produk probiotik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selain kandungan bakterinya.

Mulai dari jenis strain, jumlah bakteri yang terkandung, lama penggunaan, usia anak, hingga tujuan penggunaannya. Semua faktor tersebut dapat memengaruhi hasil yang diperoleh.

Karena itu, produk yang cocok untuk anak lain belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk si Kecil.

4. Manfaat probiotik bisa berbeda di setiap bagian saluran cerna

Seorang anak sedang terbaring lemas
Pexels/martproducttion

Tidak semua probiotik bekerja dengan cara yang sama di dalam tubuh.

Sebagian probiotik mungkin tidak bertahan lama saat melewati saluran pencernaan, sementara sebagian lainnya dapat mencapai usus besar dan bekerja lebih optimal. Itulah sebabnya manfaat yang dirasakan setiap anak bisa berbeda-beda.

Beberapa penelitian menunjukkan probiotik dapat membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di usus dan mendukung kesehatan lapisan usus. Namun, efeknya tidak selalu sama pada setiap kondisi.

5. Probiotik bukan pengganti pemeriksaan dokter

Mama sedang menuang obat untuk sang anak
Pexels/cottonbrostudio

Jika anak sering mengeluh sakit perut, mengalami perubahan pola BAB, atau kembung berulang, jangan langsung mengandalkan probiotik sebagai solusi utama.

Keluhan pencernaan bisa dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pola makan, kualitas tidur, stres, infeksi, alergi makanan, hingga kondisi kesehatan tertentu.

Karena itu, mencari penyebab utama masalah tetap menjadi langkah yang paling penting.

6. Jangan mudah percaya dengan klaim yang terdengar terlalu sempurna

Seorang wanita duduk di samping tempat tidur anak yang sedang sakit, memegang segelas jus jeruk di kamar bernuansa hangat dengan tanaman hias di meja.
Pexels/martproducttion

Saat ini banyak produk yang mempromosikan probiotik sebagai solusi untuk berbagai masalah kesehatan.

Padahal, secara ilmiah manfaat probiotik perlu dilihat berdasarkan kondisi yang spesifik dan bukti penelitian yang mendukungnya. Tidak ada satu produk yang bisa menyelesaikan semua keluhan pencernaan anak sekaligus.

Mama sebaiknya lebih kritis saat membaca klaim pada kemasan atau iklan produk kesehatan.

7. Konsultasi lebih dulu jika anak memiliki kondisi tertentu

mama dan anaknya saat berkonsultasi dengan dokter
Pexels/LosMuertosCrew

Meski umumnya dianggap aman, probiotik tidak selalu cocok untuk semua anak.

Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter apabila si Kecil masih berusia sangat muda, memiliki gangguan daya tahan tubuh, berat badan sulit naik, mengalami BAB berdarah, muntah berulang, atau keluhan pencernaan yang tidak kunjung membaik.

Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan agar anak mendapatkan penanganan yang tepat.

Probiotik bisa membantu, tetapi bukan solusi untuk semua keluhan

Ma, probiotik memang dapat memberikan manfaat pada kondisi tertentu. Namun, penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan anak, jenis keluhan yang dialami, usia, serta rekomendasi tenaga kesehatan.

Sebelum mencoba berbagai produk, ada baiknya Mama mengamati terlebih dahulu pola makan, kebiasaan BAB, dan kondisi sehari-hari si Kecil. Terkadang, memahami akar masalah justru lebih penting daripada buru-buru mencari solusi instan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More