Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Tips Montessori untuk Melatih Fokus dan Kegigihan Anak Tanpa Drama

4 min read
Tips Montessori untuk Melatih Fokus dan Kegigihan Anak Tanpa Drama
Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI
  • Orangtua dianjurkan tidak mengganggu anak dengan banyak pertanyaan saat ia fokus bermain atau berkegiatan; cukup beri apresiasi agar konsentrasi alaminya tetap terjaga.

  • Saat anak kesulitan, orangtua sebaiknya tidak langsung mengambil alih. Berikan contoh langkah dasar bila diperlukan, lalu beri anak kesempatan mencoba dan menyelesaikan sendiri.

  • Kesalahan kecil selama aman tidak perlu sering dikoreksi. Dampingi anak membersihkan atau memperbaiki hasilnya agar ia berani bereksplorasi dan tidak takut gagal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menemani tumbuh kembang si Kecil memang menuntut kesabaran ekstra dari Mama dan Papa di rumah, ya.

Seringkali, tanpa disadari, kita justru melakukan kebiasaan kecil yang membuat anak menjadi kurang fokus, mudah kehilangan motivasi, dan gampang menyerah. 

Padahal Ma, melatih kegigihan serta fokus anak sejak dini adalah fondasi penting agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, lho.

Sebagai orangtua, wajar sekali jika merasa gemas dan ingin selalu terlibat dalam setiap aktivitas yang sedang dikerjakan anak. 

Namun, intervensi yang terlalu berlebihan justru dapat mengaburkan esensi kemandirian si Kecil lho, Ma.

Oleh karena itu, penting bagi Mama dan Papa untuk mengenali batasan kapan harus mendampingi dan kapan harus membiarkan anak berproses dengan dunianya sendiri. 

Yuk, simak di Popmama.com tips Montessori, latih fokus dan kegigihan anak tanpa drama!

  1. 1. Hentikan kebiasaan bertanya saat anak sedang fokus

    Mama mengganggu anaknya yang sedang bermain
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Kebiasaan orangtua saat anaknya sedang asyik bermain atau melakukan kegiatan pasti sering bertanya.

    Terlihatnya memang simple ya Ma, seperti bertanya, “Adik main apa?” atau “Adik sedang membuat apa?”

    Tapi Ma, pertanyaan simple tersebut justru membuat si Kecil kehilangan fokusnya, lho.

    Tips menurut Montessori untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menahan diri untuk tidak bersuara dan membiarkan anak menikmati dunianya tanpa merasa diawasi secara ketat. 

    Keberhasilan orangtua dalam mendidik anaknya memang tricky ya Ma, salah satunya tidak memberikan banyak pertanyaan kepada si Kecil saat ia fokus.

    Sebagai contoh kalimat yang tepat, Mama cukup tersenyum dan berkata, "Wah, Mama lihat Adik fokus sekali merangkai baloknya, silakan dilanjutkan ya." 

    Jika anak menoleh, hindari mencecarnya dengan pertanyaan detail, melainkan cukup berikan apresiasi pada usahanya saja. 

    Cara ini terbukti menjaga taraf pembelajaran anak tetap tinggi tanpa merusak fokus alaminya. 

    Dengan begitu, si Kecil akan belajar menghargai proses konsentrasi yang sedang ia bangun di dalam otaknya sendiri, deh.

  2. 2. Menahan diri untuk tidak membantu pekerjaan anak

    Mama sedang memerhatikan anaknya yang bermain
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Naluri orangtua ketika anaknya kesulitan adalah membantunya. 

    Tapi Ma, Pa, jika terus-terusan membantu si Kecil, hal itu juga tidak bagus untuk perkembangan dirinya, lho.

    Perilaku anak ketika menghadapi kesulitan biasanya akan mulai merengek, mengeluh, atau bahkan langsung meminta tolong kepada orang di dekatnya. 

    Refleks Mama atau Papa biasanya adalah langsung mengambil alih mainan tersebut dan menyelesaikannya agar anak tidak sedih. 

    Tips dari Montessori mengajarkan kita untuk tidak langsung membantu anak jika mereka tidak secara spesifik meminta bantuan, lho.

    Perilaku terlalu cepat membantu ini terbukti dapat mengurangi motivasi anak mama.

    Tidak hanya dalam penyelesaian masalah saat bermain, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari kelak. 

    Apabila Mama ingin membantu, biasakan untuk mencontohkan langkah dasarnya terlebih dahulu daripada langsung memberikan solusinya secara instan. 

    Contoh kalimat yang bisa Mama ucapkan adalah, "Mama contohkan sekali cara memasukkan kancing ini ke lubangnya, setelah itu Adik coba sendiri ya." 

    Melalui pendekatan ini, si Kecil akan merasa didukung tanpa kehilangan kesempatannya.

  3. 3. Jangan keseringan mengoreksi tindakan anak

    Mama menasehati anaknya yang sedang bermain
    Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

    Saat anak sedang mencoba hal baru, perilaku mereka seringkali ceroboh, salah memasukkan benda, atau membuat sedikit kekacauan di lantai. 

    Respons insting Mama dan Papa adalah langsung menegur, "Eh, bukan begitu caranya, salah!" 

    Penanganan yang jauh lebih bijak adalah dengan membiarkan anak mengalami kesulitan dan berbuat kesalahan, Ma.

    Tentu saja selama situasi tersebut masih berada dalam batas aman. 

    Memang terasa sangat susah bagi orangtua untuk diam melihat kesalahan.

    Tetapi hal ini pasti bisa dibiasakan demi ketahanan mental si Kecil, Ma.

    Dalam buku panduan Montessori, terdapat konsep Three Period Lesson yang melatih kita mengenalkan hal baru tanpa harus mendikte setiap gerak-gerik anak. 

    Contoh kalimat penyemangat yang bisa Mama gunakan adalah, "Tidak apa-apa tumpah, yuk kita ambil kain lap bersama-sama untuk membersihkannya kembali."

    Dengan cara ini, anak tidak akan tumbuh menjadi pribadi yang takut salah atau penakut, melainkan anak yang berani bereksplorasi. 

    Kesalahan kecil justru menjadi guru terbaik yang menempel kuat di dalam memori dan logika berpikir si Kecil, lho.

    Menerapkan pola asuh ala Montessori memang membutuhkan komitmen serta kesadaran penuh dari diri Mama dan Papa setiap harinya. 

    Itu dia tips Montessori, latih fokus dan kegigihan anak tanpa drama!

    Perubahan kecil yang Mama dan Papa lakukan di rumah akan memberikan dampak jangka panjang yang luar biasa bagi kemandirian si Kecil. 

    Mari jadikan proses membersamai tumbuh kembang anak sebagai momen belajar bersama yang menyenangkan, hangat, dan minim tekanan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More