Langkah Aman Jika Ingin Membawa Anak Imunisasi ke Rumah Sakit

Inilah tips aman dari dr. Yovita Ananta, Sp.A, MHSM, IBCLC, Dokter Spesialis Anak, RS Pondok Indah

31 Agustus 2020

Langkah Aman Jika Ingin Membawa Anak Imunisasi ke Rumah Sakit
webmd.com

Daya tahan tubuh anak kecil berbeda dengan orang dewasa. Namun jika orangtua bisa mencukupi kebutuhan gizi untuk anak, maka anak bisa bertahan karena memiliki imun tubuh yang bagus.

Selama 2 tahun pertama, meski anak terlihat sehat tapi tetap saja orangtua mesti membawanya ke rumah sakit untuk menjalani imunisasi. 

Lalu di tengah masa pandemi seperti saat ini, bagaimana agar anak bisa menjalani imunisasi dengan aman dan Mama tidak perlu merasa was-was.

Menurut keterangan dr. Yovita Ananta, Sp.A, MHSM, IBCLC, Dokter Spesialis Anak, RS Pondok Indah, memang saat ini alasan paling banyak anak dibawa ke rumah sakit meski tengah pandemi, karena jadwal suntik imunisasi.

"Anak usia balita saat ini paling banyak dibawa ke rumah sakit untuk imunisasi (anak sehat) atau demam karena suatu penyakit," ungkap dr. Yovita.

Berikut Popmama.com telah merangkum tips yang telah diberikan oleh dr. Yovita sebagai langkah aman jika ingin membawa anak ke rumah sakit.

Tips aman jika ingin membawa anak memeriksakan kesehatan ke rumah sakit

Tips aman jika ingin membawa anak memeriksakan kesehatan ke rumah sakit
Pexels/Gustavo Fring

Membawa anak ke rumah sakit tentu karena ada alasannya. Banyak orangtua bertanya, apakah boleh membawa si Kecil ke rumahs sakit untuk diberikan imunisasi.

Simak penjelasan dr. Yovita, "Apabila anak mau dibawa ke rumah sakit untuk imunisasi atau konsultasi, terapkan protokol kesehatan juga. Pakai masker untuk anak besar, jaga jarak dan sering cuci tangan."

Cermat dalam memilih rumah sakit juga menjadi hal penting.

"Harap memilih rumah sakit yang dikunjungi yang menerapkan pemisahan ruang tunggu anak sehat dan sakit. Bila memungkinan menunggu di mobil sampai giliran anak tiba. Setelah selesai diperiksa, cuci tangan, dan ganti baju si Kecil. Sampai di rumah sebaiknya segera mandi dan ganti baju kembali," kata dr. Yovita.

Lalu bagaimana cara menjaga kesehatan anak selama masa pandemi berlangsung?

Editors' Picks

1. Jika tidak mendesak, lebih baik di rumah saja

1. Jika tidak mendesak, lebih baik rumah saja
liveabout.com

Sebisa mungkin jika tidak mendesak, pastikan anak untuk tetap berada di rumah saja. 

"Sedapat mungkin tetap di rumah, saat ini kasus COVID-19 yang aktif di Indonesia masih meningkat terus. Dilonggarkannya PSBB bukan berarti virus SARS CoV-2 sudah tidak ada. Tetap waspada dan hindari bertemu orang yang tidak serumah," papar dr. Yovita.

2. Penting untuk selalu menjaga kebersihan

2. Penting selalu menjaga kebersihan
Freepik

Orang serumah yang terpaksa keluar rumah untuk bekerja, harus menetapkan protokol kesehatan saat berada di luar rumah pakai masker di luar maupun dalam ruangan, ganti masker berkala.

Selain itu, hindari kerumunan, jaga jarak dan sering cuci tangan, maupun ketika baru sampai rumah (segera mandi, keramas dan ganti baju, membersihkan sepatu dan semua benda-benda yang dibawa ke luar rumah).

3. Jaga asupan si Kecil

3. Jaga asupan si Kecil
Pixabay/LuidmilaKot

Selain memberikan makanan dengan gizi seimbang sesuai kebutuhan anak, kegiatan fisik juga penting lho, Ma.

Pastikan anak melakukan aktivitas fisik setiap hari di pagi hari.

"Mengonsumsi makanan bergizi, terutama yang mengandung vitamin C, D, E dan Zinc. Aktivitas fisik minimal 1 jam sehari," ungkap dr.Yovita.

4. Berjemur

4. Berjemur
Pexels/Tatiana Syrikova

Ajak anak untuk berjemur. Jika memungkinkan sambil melakukan aktivitas fisik juga ya, Ma.

Menurut anjuran dr. Yovita, "Berjemur yang baik adalah sebelum jam 9 pagi."

Panas matahari belum terlalu terik, jadi baik untuk kesehatan si Kecil.

Itulah hal yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan si Kecil selama masa pandemi berlangsung. Pastikan juga Mama telah mengikuti langkah-langkah yang dianjurkan dokter jika kondisinya terpaksa harus membawa anak ke rumah sakit.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.