Ritsuki Lahap Makan Brokoli, Kenapa Banyak Anak Justru Benci?

- Video anak Ritsuki yang lahap makan brokoli viral karena kebanyakan anak justru menolak sayuran pahit, memicu pembahasan soal faktor genetik di balik selera makan.
- Penelitian menjelaskan gen TAS2R38 berperan besar dalam sensitivitas terhadap rasa pahit, membuat sebagian orang lebih sulit menikmati sayuran seperti brokoli atau kubis.
- Meskipun faktor genetik berpengaruh, studi menunjukkan paparan berulang terhadap sayuran pahit bisa membantu anak terbiasa dan akhirnya menyukai rasanya.
Mama Mega kerap mengabadikan banyak momen kedua anaknya, Natsuki dan Ritsuki. Salah satu yang membuat kagum mama-mama penggemar mereka berdua adalah kegeraman Natsuki dan Ritsuki yang lahap makan brokoli. Video mengenai momen itu pun sempat menarik perhatian warganet!
Bukan tanpa sebab, tidak sedikit anak yang justru menolak sayuran, terutama yang memiliki rasa pahit seperti brokoli. Rupanya fenomena itu dijelaskan oleh kreator konten kesehatan Natasya Limano yang menyebut bukan sekadar soal selera. Ia menjelaskan bahwa faktor genetik juga bisa memengaruhi cara seseorang merasakan makanan.
“Ini bukan hanya soal selera, tapi juga soal gen. Ada gen namanya TAS2R38 yang memengaruhi seberapa sensitif kamu terhadap rasa pahit. Jadi saat makan brokoli terasa lebih pahit dibandingkan orang lain,” jelasnya, di salah satu videonya.
Gen TAS2R38 yang berkaitan dengan sensitivitas terhadap rasa pahit. Karena itu, sayuran seperti brokoli bisa terasa lebih pahit bagi sebagian orang dibandingkan yang lain.
Wah, kok bisa?
Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya mengenai kenapa anak membenci rasa sayuran? Ternyata bisa jadi genetik lho!
1. Gen TAS2R38 memang memengaruhi sensitivitas terhadap rasa pahit

Jurnal di Pubmed, dengan judul TAS2R38 Predisposition to Bitter Taste Associated with Differential Changes in Vegetable Intake in Response to a Community-Based Dietary Intervention tahun 2018 menjelaskan mengenai gen TAS2R38 itu. Faktanya, gen TAS2R38 mengkode reseptor rasa pahit di lidah.
Variasi gen ini membuat sebagian orang jauh lebih sensitif terhadap rasa pahit pada makanan tertentu seperti brokoli, kubis, atau Brussels sprouts. Penelitian yang dilakukan oleh Daniel Hwang dari University of Queensland Institute for Molecular Bioscience menyebutkan bahwa sekitar 70 persen populasi memiliki setidaknya satu salinan gen tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa orang dengan varian gen tertentu dapat merasakan makanan yang sama jauh lebih pahit dibandingkan orang lain, sehingga tidak jarang mereka cenderung menghindari sayuran dengan rasa pahit.
“Gen TAS2R38 mengatur seberapa kuat kita merasakan rasa pahit pada makanan seperti brokoli dan Brussels sprouts,” jelasnya, dikutip dar website The University of Queensland.
Artinya, pengalaman rasa memang bisa berbeda antar orang walaupun makan sayur yang sama.
2. Lebih sensitif terhadap rasa pahit cenderung makan sayur lebih sedikit

Studi menunjukkan orang dengan varian gen yang membuat mereka sangat sensitif terhadap rasa pahit lebih mungkin menghindari sayuran.
Contohnya, penelitian tahun 2010 berjudul Age modifies the genotype-phenotype relationship for the bitter receptor TAS2R38, menemukan individu dengan gen yang sensitif terhadap pahit 2,5 kali lebih mungkin berada pada kelompok dengan konsumsi sayur rendah.
Penelitian pada anak juga menemukan bahwa anak yang “taster” (sensitif pahit) makan lebih sedikit sayuran pahit seperti brokoli dibanding non-taster.
3. Jumlah taste buds (supertaster) juga memengaruhi intensitas rasa

Sebagian orang memiliki lebih banyak papila pengecap (taste buds), sehingga disebut “supertaster.” Mereka merasakan semua rasa, terutama pahit, lebih intens dibanding orang lain.
Akibatnya rasa sayur tertentu terasa sangat pahit, lalu kopi atau cokelat hitam bisa terasa terlalu kuat.
4. Sensitivitas rasa bisa memengaruhi pola makan jangka panjang

Variasi gen pada reseptor rasa pahit dapat memengaruhi preferensi makanan dan konsumsi sayur seseorang. Artinya, sensitivitas rasa bukan hanya soal selera sesaat, tetapi dapat berpengaruh pada kebiasaan makan dan pola diet.
“Makanya untuk sebagian orang sayur itu manis dan untuk orang lain sayur itu pahit banget. Dan ini yang penting banget, semua ini memengaruhi pola makan jangka panjang. Orang yang lebih sensitif terhadap rasa pahit itu cenderung menghindari sayur,” jelas Natasya Limano.
Hal ini juga didukung oleh penelitian berjudul “TAS2R38 Predisposition to Bitter Taste Associated with Differential Changes in Vegetable Intake in Response to a Community-Based Dietary Intervention.”
Studi tersebut juga menemukan bahwa persepsi rasa pahit dapat memengaruhi pola konsumsi sayuran. Dalam penelitian yang melibatkan 497 partisipan, individu yang lebih sensitif terhadap rasa pahit cenderung memiliki peningkatan konsumsi sayur yang lebih kecil, bahkan ada kelompok yang justru menurunkan konsumsi sayur selama periode penelitian.
5. Namun preferensi rasa tetap bisa berubah melalui paparan

Studi tentang persepsi rasa menyebut bahwa penolakan terhadap sayuran pahit dapat berubah melalui pengalaman dan paparan berulang. Anak perlu berulang kali diperkenalkan pada makanan pahit agar akhirnya terbiasa dan menerima rasanya.
Penelitian berjudul “The effects of taste sensitivity and repeated taste exposure on children's intake and liking of turnip (Brassica rapa)” tahun 2021 menunjukkan bahwa anak dapat belajar menerima sayuran pahit setelah diperkenalkan berulang kali.
Hasil penelitian pada 172 anak usia 3-5 tahun menemukan bahwa setelah paparan berulang terhadap sayuran pahit (turnip), terjadi peningkatan signifikan pada konsumsi dan kesukaan terhadap sayuran tersebut.
Kutipan inti dari penelitian menyebut, “paparan rasa secara berulang terbukti menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan penerimaan sayuran pada anak”.
Artinya, paparan rasa secara berulang terbukti efektif meningkatkan penerimaan sayuran pada anak, bahkan pada anak yang sensitif terhadap rasa pahit.
Itulah tadi informasi mengenai kenapa anak membenci rasa sayuran? Ternyata bisa jadi genetik. Fakta menarik nih!


















