Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

9 Ciri-Ciri Anak Kecanduan Gadget

9 Ciri-Ciri Anak Kecanduan Gadget
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI
Intinya Sih
  • Penggunaan gadget berlebihan pada anak dapat memicu ketergantungan emosional, menurunkan interaksi sosial, serta mengganggu perkembangan fisik dan emosional mereka.
  • Tanda kecanduan meliputi sulit lepas dari layar, mudah marah saat dibatasi, menurunnya konsentrasi belajar, hingga munculnya konflik dalam keluarga.
  • Pakar menekankan pentingnya pembatasan waktu layar dan aktivitas fisik rutin agar anak tetap sehat secara mental, sosial, dan kognitif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Perkembangan zaman tentunya mengubah cara perilaku dan pola bermain pada anak. Di era saat ini, penggunaan gadget atau gawai menjadi bagian yang tak lepas kaitannya dari kehidupan sehari-hari anak.

Namun, penggunaan gadget tanpa batas sering kali memicu ketergantungan yang membahayakan pada anak. Tanpa disadari, anak menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar hingga melupakan aktivitas fisik dan interaksi sosial

Oleh karena itu, diperlukan tanda-tanda awal agar dapat melakukan pencegahan sedini mungkin pada anak. Lantas apa saja ciri-ciri anak kecanduan gawai yang perlu diketahui?

Berikut ini Popmama.com telah merangkum ciri ciri anak kecanduan gadget yang perlu orangtua tahu. Yuk, disimak!

Table of Content

1. Tidak mampu lepas dari gadget

1. Tidak mampu lepas dari gadget

anak bermain hp
Freepik

Anak yang mulai kecanduan dengan gadget biasanya menunjukkan kegelisahan ketika perangkatnya diambil. Ia bisa terlihat gelisah, marah, atau menangis hanya karena tidak memegang layar dalam waktu singkat.

Kondisi ini menunjukkan adanya ketergantungan emosional yang kuat anara anak dengan gadget. Anak merasa nyaman, dan terhibur hanya ketika berinteraksi dengan layar, bukan dengan lingkungan sekitarnya. Tak jarang menunjukkan respons dimana ia merasakkan defensif ketika seseorang mencoba untuk mengambil gawai miliknya.

2. Mengurangi interaksi sosial

anak laki-laki bermain gawai di lapangan
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Anak yang kecanduan gadget lebih memilih duduk berjam-jam di depan layar daripada berlari, bermain di luar, atau berinteraksi dengan teman sebaya. Padahal, aktivitas fisik merupakan hal yang cukup penting untuk perkembangan motorik, dan kekuatan otot. Kurangnya gerak pada tubuh juga dinilai dapat meningkatkan risiko ganguan emosi jika dibiarkan cukup lama.

Selain berdampak pada aspek sosial, berkurangnya aktivitas fisik juga dapat memengaruhi kesehatan tubuh anak. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), menekankan bahwa anak membutuhkan aktivitas fisik harian untuk mendukung perkembangan motorik, kesehatan jantung serta keseimbangan emosi.

3. Menjadi lebih emosional

anak terlihat sedih
Freepik/pvproductions

Pembatasan waktu bermain gadget sering kali memicu reaksi emosional yang berlebihan. Pola perubahan emosi seperti tantrum, berteriak atau bahkan bersikap agresif ketika gadget diambil saat waktu bermainnya telah selesai.

Reaksi ini menunjukkan bahwa gadget telah menjadi sumber kepuasan utama anak. Ketika akses dihentikan, anak kehilangan rasa nyaman dan mengalami stres emosional.

American Academy of Pediatrics, menekankan bahwa anak yang mengalami kecanduan layar cenderung memiliki toleransi rendah terhadap frustrasi sehingga lebih mudah marah saat tidak mendapatkan apa yang diinginkan.

4. Menurunnya minat belajar dan konsentrasi

anak kelelahan saat belajar
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Salah satu ciri anak kecanduan gadget adalah menurunnya minat belajar dan konsentrasi anak. Anak menjadi sulit duduk tenang, cepat bosan, dan tidak mampu menyelesaikan tugas hingga tuntas. Hal ini terjadi karena otak terbiasa menerima rangsangan cepat dari layar.

Ketika harus menghadapi aktivitas yang membutuhkan kesabaran, anak merasa tidak tertarik dan kehilangan motivasi. Bahkan, tak jarang membuat nilai akademik mengalami penurunan yang cukup drastis.

Hal serupa juga sesuai dengan penelitian dari Journal of the American Medical Association Pediatrics, menunjukkan bahwa Screen Time berlebihan berhubungan dengan menurunnya kemampuan konsentrasi dan fungsi eksekutif pada anak.

5. Mengakibatkan permasalahan keluarga

papa dan mama sedang bertengkar
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Pernahkah Mama merasa hubungan dengan si Anak menjadi lebih tegang sejak kehadiran gadget semakin dominan dalam kesehariannya? Anak menjadi mudah marah saat diminta berhenti bermain gawai, membantah ketika diingatkan, bahkan menolak berinteraksi dengan anggota keluarga.

Menurut psikolog anak dan keluarga, Dr. Shimi Kang, penggunaan gadget berlebihan dapat memengaruhi regulasi emosi anak. Paparan layar yang intens membuat otak anak terbiasa menerima stimulasi cepat sehingga mereka menjadi kurang sabar, lebih impulsif, dan mudah frustrasi saat harus berhadapan dengan aturan.

Tak hanya itu, konten yang dikonsumsi anak juga dapat memengaruhi sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. American Academy of Pediatrics (AAP), menegaskan bahwa anak yang terpapar tayangan agresif, bahasa kasar, atau perilaku negatif berisiko meniru apa yang mereka lihat. Akibatnya, muncul perubahan perilaku seperti sifat membangkang, berbicara tidak sopan, hingga menurunnya rasa hormat terhadap orangtua.

6. Menurunnya kreativitas dan imajinasi

anak sedang bermain sendirian
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Terlalu sering mengonsumsi konten dan bermain gadget dinilai membuat anak kurang terdorong untuk berimajinasi, mencipta, dan bereksplorasi. Anak menjadi terbiasa menerima hiburan instan tanpa perlu berpikir atau berkreasi. Akibatnya, kemampuan problem solving dan daya cipta perlahan menurun Ma.

Menurut Dr. Kathy Hirsh Pasek dari Temple University, menjelaskan bahwa kreativitas tumbuh subur melalui permainan bebas, eksplorasi, dan interaksi nyata dengan lingkungan.

Aktivitas seperti menggambar dan bermain di alam terbuka membantu anak melatih kemampuan berpikir fleksibel serta memecahkan masalah. Sebaliknya, paparan layar berlebihan cenderung membuat anak bersifat pasif karena hanya menerima stimulasi visual tanpa terlibat aktif dalam proses berpikir.

7. Pola tidur menjadi tidak teratur

anak sedang tidur
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Pola tidur tidak teratur merupakan ciri anak kecanduan akan gadget. Anak yang sering bermain gadget hingga malam hari cenderung tidur lebih larut dan sulit terlelap. Cahaya biru dari layar menekan produksi melatonin yang berperan penting dalam siklus tidur.

Studi menyebutkan bahwa anak yang mengalami defisit tidur berisiko lebih mudah rewel, sulit berkonsentrasi, mengalami penurunan daya tahan tubuh, dan menunjukkan gangguan perilaku.

Dalam jangka panjang, kurang tidur juga dapat memengaruhi pertumbuhan serta keseimbangan emosi anak. Oleh karena itu, membatasi penggunaan gadget sebelum tidur dan membangun rutinitas istirahat yang konsisten menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas tidur anak tetap optimal.

8. Mengabaikan kebutuhan dasar seperti makan dan minum

anak tidak mau makan
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Anak yang kecanduan gadget sering lupa makan, minum, bahkan tak jarang menolak berhenti bermain meski sudah lapar sekalipun. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat mengganggu asupan nutrisi dan memengaruhi pertumbuhan fisik anak.

Oleh karena itu, membangun rutinitas makan yang konsisten serta menetapkan aturan penggunaan gadget saat waktu makan menjadi langkah penting agar kebutuhan fisik anak tetap terpenuhi dengan baik.

9. Berbohong demi mendapat waktu layar tambahan

anak sedang main gawai saat malam hari
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Sebagai penutup, ciri yang cukup serius adalah saat anak mulai berbohong demi bisa menggunakan gadget lebih lama. Ia mungkin diam-diam mengambil ponsel, menyembunyikan waktu bermain, atau memanipulasi aturan. Perilaku ini menandakan bahwa ketergantungan sudah masuk ke tahap yang lebih dalam. Anak rela melanggar aturan demi memenuhi dorongan bermain gadget.

Menurut psikolog anak Dr. Shimi Kang, ketergantungan terhadap layar dapat memengaruhi sistem penghargaan di otak sehingga anak terdorong mencari kepuasan instan tanpa mempertimbangkan konsekuensi.

Artinya, kondisi ini membuat anak lebih rentan melanggar aturan, berbohong, dan mengabaikan nilai kejujuran demi memenuhi keinginannya. Jika tidak ditangani, perilaku ini dapat berkembang menjadi pola kebiasaan yang memengaruhi karakter anak dalam jangka panjang.

Itula ma, informasi penting mengenai ciri-ciri anak kecanduan gadget, jadi gimana menurut Mama, apakah tanda ini ada pada anak mama?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Kid

See More