Buntut dari kasus tragis di Kazakhstan ini membuat takut apabila si Kecil harus dihadapkan kondisi dibius saat ke dokter gigi.
Namun, apakah penggunaan bius total pada balita memang semenakutkan itu?
Menurut drg. Alana, bius total bukanlah prosedur yang dilarang. Bahkan, tindakan ini dapat menjadi pilihan terbaik pada kondisi tertentu, misalnya ketika banyak gigi anak mengalami kerusakan atau anak tidak memungkinkan menjalani perawatan dalam keadaan sadar.
Namun, prosedur tersebut harus dilakukan sesuai standar medis.
"Bius umum atau bius total itu boleh, asal dilakukannya di kamar operasi dengan adanya dokter spesialis anestesi."
Anak harus berada di ruang operasi rumah sakit. Lalu kondisi anak akan dipantau secara menyeluruh selama tindakan berlangsung. Mulai dari tekanan darah anak, denyut jantung, hingga pernapasan semua harus terpantau dengan baik.
Drg. Alana juga mengingatkan bahwa semakin banyak tindakan yang dilakukan dalam satu prosedur, kebutuhan anestesi dapat meningkat, Ma.
Oleh karena itu, dokter akan mempertimbangkan manfaat dan risikonya sebelum menentukan jenis perawatan yang paling sesuai bagi setiap anak.
Dengan kata lain, Mama tidak perlu langsung takut jika dokter merekomendasikan bius total untuk anak.
Beberapa hal yang wajib menjadi perhatian antara lain:
selama tindakan dilakukan berdasarkan indikasi medis,
dilakukan dengan fasilitas kesehatan yang memadai,
diawasi oleh dokter spesialis anestesi,
maka prosedur ini umumnya dapat dilakukan dengan aman.
Itulah fakta di balik kasus tragis yang sempat menghebohkan media sosial belakangan ini, Ma.
Kehilangan yang terjadi di Kazakhstan menjadi alarm pengingat, bahwa menjaga kesehatan gigi si Kecil merupakan hal penting yang harus diperhatikan.