Dongeng Fabel Anak: Cerita Kancil dan Kura-Kura

Anak-anak dapat mengambil pesan moral dalam ceritanya, Ma

22 Oktober 2020

Dongeng Fabel Anak Cerita Kancil Kura-Kura
Youtube.com/Dongeng Kita

Membacakan dongeng menjadi pilihan stimulasi untuk anak yang dapat Mama lakukan. Ada banyak hal yang bisa dipelajari, seperti mengenal ragam tokoh beserta sifatnya, menambah kosakata dan bahasa baru, serta memetik pesan moral dari dongeng. 

Salah satu dongeng yang dapat diceritakan pada si Kecil, yaitu fabel atau cerita tentang binatang. Pada setiap fabel, terdapat berbagai binatang dengan cerita yang menarik untuk diketahui anak, Ma. 

Misalnya, dalam cerita kancil dan kura kura. Berikut dongeng yang telah Popmama.com rangkum. Barangkali dapat menjadi referensi Mama dan anak. 

1. Suatu hari, kancil memanen sayurannya

1. Suatu hari, kancil memanen sayurannya
Youtube.com/Dongeng Kita

Di suatu pagi yang cerah, terlihat kancil sedang memandang kebun sayur. Sudah cukup lama, ia menanti sayuran. Sekarang, kancil siap memanen sayuran yang telah ditanamnya. 

"Wah, akhirnya aku dapat makan sayur sebanyak-banyaknya," ujar kancil dengan gembira. 

Setelah merasa kenyang, kancil lalu beranjak pergi menuju sungai untuk minum. 

2. Kancil bertemu banyak teman binatang lain

2. Kancil bertemu banyak teman binatang lain
Youtube.com/Dongeng Kita

Di tengah perjalanan menuju sungai, kancil melihat teman-temannya, yaitu kerbau, ibu rusa, dan kura-kura yang sedang berkumpul. 

Kancil bergumam, "Ada apa ini? Kelihatannya kerbau dan ibu rusa sangat akrab dengan kura-kura. Wah, aku harus mencari tahu."

Sepanjang jalan menuju sungai ia berpikir tentang teman-temannya yang ditemui tadi. Sesampainya di sungai, kancil pun minum. 

"Hmmm, segar," kata kancil setelah meminum air sungai beberapa kali. 

Seperti rencananya tadi, kancil bergegas kembali menuju teman-temannya yang ia temui. 

"Sekarang, aku akan menemui kerbau," ucapnya. 

3. Kancil pun menemui kerbau

3. Kancil pun menemui kerbau
Youtube.com/Dongeng Kita

Kancil pun menghampiri kerbau dan kemudian bertanya, "Kerbau,"

"Iya kancil. Ada apa?" jawab kerbau sambil menoleh. 

Kancil kembali bertanya, "Kenapa kamu akrab sekali dengan kura-kura?," 

Mendengar pertanyaan dari kancil, kerbau menjawab, "Karena dia sangat baik dan tidak sombong."

"Benar kah?," timpal kancil heran. 

"Iya, benar." kata kerbau meyakinkan. 

"Hm, baiklah. Aku mau cari buah dahulu," balas kancil yang pergi meninggalkan kerbau. 

4. Kancil juga menemui ibu rusa

4. Kancil juga menemui ibu rusa
Youtube.com/Dongeng Kita

Kancil tidak percaya dengan perkataan kerbau. Ia akan bertanya lagi kepada ibu rusa tentang kura-kura. 

Setelah bertemu dengan ibu rusa, kancil bertanya, "Ibu rusa, boleh kah aku bertanya sesuatu?"

"Iya, silahkan," jawab ibu rusa pada kancil. 

"Aku lihat, tadi engkau sangat akrab dengan kura-kura," tanya kancil. 

"Ya, memang. Sebab kura-kura sangat baik. Ada apa kancil?," kata ibu rusa. 

"Hehehe. Tidak ada apa-apa, ibu rusa," jelas kancil.

Ia kemudian pergi meninggalkan ibu rusa dan bergumam penuh rasa iri.

"Semua berpihak pada kura-kura. Tidak ada yang mengatakan aku baik, seperti yang dibilang kerbau dan ibu rusa pada kura-kura. Teman kura-kura juga lebih banyak daripada aku," kata kancil kesal. 

Kancil pun berencana jahat pada kura-kura agar dijauhi oleh teman-teman binatang lain. 

"Aku harus cari ide agar semuanya menghindari kura-kura. Aku akan mengatakan sesuatu yang buruk pada kerbau dan ibu rusa tentang kura-kura," ungkap kancil. 

Editors' Picks

5. Kancil memiliki niat jahat pada kura-kura

5. Kancil memiliki niat jahat kura-kura
Youtube.com/Dongeng Kita

Kancil merasa iri pada kura-kura sehingga ia memiliki niat jahat dan anak mencari kerbau serta ibu rusa untuk mengatakan sebuah kebohongan. 

Kemudian, kancil bergegas menemui kerbau, "Kerbau! Gawat. Kamu harus berhati-hati dengan kura-kura," kata kancil. 

"Kenapa kancil?" jawab kerbau sembari bertanya. 

"Tadi, aku lihat kura-kura membawa minum untuk merpati. Namun, setelah merpati meminumnya, ia langsung kejang-kejang dan kura-kura meninggalkannya," cerita kancil. 

Kerbau yang mendengar cerita itu langsung ketakutan.

"Aku tidak mau berteman lagi dengan kura-kura," kata kerbau. 

Kancil pun tertawa dalam hati sambil berujar, "Hahaha. Aku berhasil!"

6. Kancil menceritakan kebohongan tentang kura-kura

6. Kancil menceritakan kebohongan tentang kura-kura
Youtube.com/Dongeng Kita

Tidak hanya sampai di situ, kancil juga menemui ibu rusa agar rencana untuk menjauhi kura-kura berhasil. 

Saat bertemu ibu rusa, kancil kembali menceritakan kebohongan tentang kura-kura. 

"Ibu rusa! Ibu rusa! Ibu rusa!" teriak kancil dengan keras memanggil ibu rusa. 

"Ada apa kancil? Tenanglah," jawab ibu rusa. 

"Lebih baik jaga anak-anakmu dengan baik, ibu rusa. Aku tadi melihat kura-kura memberikan buah pada anak-anak tupai. Lalu mereka pun mati. Dengan bahagianya, kura-kura tertawa," jelas kancil berbohong. 

"Apa? Tega sekali dia. Terima kasih, kancil. Aku akan menjaga anak-anakku," jawab ibu rusa. 

Kancil kembali tertawa dalam hati dan bergembira karena merasa rencananya berhasil. 

7. Kura-kura dijauhi teman-temannya

7. Kura-kura dijauhi teman-temannya
Youtube.com/Dongeng Kita

Sehabis kebohongan yang diceritakan kancil pada kerbau dan ibu rusa, kura-kura mulai dijauhi. 

Suatu hari, kura-kura bertemu dengan kerbau. Dengan sikap ramah dan penuh senyum seperti biasa, kura-kura menyapa kerbau, "Selamat pagi," 

Namun, kerbau tidak menjawab perkataan kura-kura sama sekali. Lalu, kerbau langsung pergi meninggalkan kura-kura begitu saja. 

Kura-kura tidak merasa curiga. Ia kembali berjalan menyusuri hutan dan ketika bertemu ibu rusa, kura-kura kembali menyapa.

"Selamat pagi, ibu rusa," kata kura-kura. 

Sama seperti kerbau, ibu rusa juga tidak menjawab sapaan si kura-kura. Ibu rusa lalu meninggalkan kura-kura. 

8. Kura-kura merasa sedih tidak memiliki teman

8. Kura-kura merasa sedih tidak memiliki teman
Youtube.com/Dongeng Kita

Kura-kura mulai curiga dan bertanya, mengapa teman-temannya berubah menjadi tidak peduli. Bahkan, seolah-olah benci pada dirinya. 

Padahal, kura-kura tidak merasa melakukan kesalahan apapun. Ia tetap bersikap baik pada semua binatang. 

"Ada apa dengan teman-temanku? Kenapa semuanya menghindar?, kata kura-kura sedih. 

Ia pun berusaha mencari tahu dengan bertanya pada kancil. Kura-kura lalu bergegas mencari kancil. 

"Kancil!" sapa kura-kura. 

"Hai kura-kura. Ada apa?," jawab kancil. 

"Ada apa dengan teman-teman kita? Kenapa mereka semua menjauhiku?," tanya kura-kura penasaran. 

"Tidak tahu," jelas kancil.

"Kancil, ayolah. Jawab dengan jujur," bujuk kura-kura. 

"Aku tidak tahu!" kata kancil dengan kesal. 

"Ayolah, kancil. Jawab pertanyaanku dengan jujur," tanya kura-kura dengan penuh harap. 

9. Kancil meninggalkan kura-kura dan terjebak

9. Kancil meninggalkan kura-kura terjebak
Youtube.com/Dongeng Kita

Semakin jengkel dengan pertanyaan kura-kura, kancil kemudian pergi sambil berteriak, "Tidak tahu! Dasar cerewet!"

Kancil tidak mau jujur atas perbuatannya yang dilakukan pada kura-kura. Ia terus berjalan meninggalkan kura-kura begitu saja. 

"Rasakan! Memangnya enak tidak punya teman," gumam kancil sambil berjalan. 

Di kejauhan, kura-kura merasa sedih dan juga kecewa, "Kancil, kamu benar-benar teman yang kejam."

Kancil masih tidak peduli. Ia terus pergi menjauhi kura-kura. Kancil merasa bangga karena rencana jahatnya berhasil.

Namun, tidak lama setelah itu. Kancil tiba-tiba terjatuh ke dalam lubang besar di hutan. 

"Apa ini? Kenapa aku tiba-tiba masuk dalam jebakan? Oh, tidak!," kata kancil panik. 

Kancil berusaha meminta bantuan dengan cara berteriak. "Tolong! Tolong! Tolong!"

Setelah beberapa kali mencari pertolongan ia merasa putus asa, "Aduh, tidak ada yang mendengar. Aku takut. Tolong!" 

Kancil terus berteriak dari dalam lubang perangkap yang gelap. 

10. Pesan moral dari cerita kancil dan kura-kura

10. Pesan moral dari cerita kancil kura-kura
Youtube.com/Dongeng Kita

Ada pun pesan moral yang dapat Mama petik setelah membaca dongeng fabel ini pada anak. Dari cerita kancil dan kura kura, Mama dapat menyampaikan bahwa sifat iri dan dengki bukanlah hal yang baik. 

Sifat iri dan dengki justru membawa seseorang berperilaku jahat. Sama seperti perbuatan kancil yang menghasut binatang lain untuk membenci kura-kura.

Jika ingin memiliki banyak teman, berbuatlah baik pada siapa pun dengan tulus. Maka, orang lain akan senang berteman dengan kita. 

Sebaliknya, jika kita berperilaku jahat pada sesama. Kita akan menuai perbuatan jahat tersebut dengan musibah dan kesulitan.

Karena apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai. Semua perilaku baik dan buruk masing-masing akan mendapatkan balasannya. 

Itulah dongeng tentang kancil dan kura-kura beserta pesan moral yang dapat diambil. Semoga dapat bermanfaat bagi Mama dan si Kecil, ya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.