- Campak (measles): membantu mencegah gejala seperti demam tinggi, ruam kulit, hingga risiko komplikasi seperti pneumonia.
- Gondongan (mumps): mencegah pembengkakan kelenjar ludah yang berpotensi menyebabkan peradangan pada testis atau ovarium.
- Rubella: melindungi dari infeksi yang berbahaya, terutama bagi ibu hamil karena dapat memengaruhi kondisi janin.
Perbedaan Vaksin MR dan MRR untuk Mencegah Campak pada Anak
.jpg)
- Campak dan rubella masih jadi ancaman serius bagi anak-anak, dengan ribuan kasus global tiap tahun, sehingga imunisasi rutin terus digencarkan pemerintah untuk menekan angka penularan.
- Vaksin MR melindungi dari campak dan rubella, sedangkan vaksin MMR juga mencakup gondongan; perbedaan utama terletak pada cakupan penyakit, jadwal pemberian, serta ketersediaan di fasilitas kesehatan.
- Pemerintah memprioritaskan vaksin MR dalam program nasional karena fokus pada pengendalian campak dan rubella, sementara vaksin MMR dapat diberikan setelahnya untuk perlindungan yang lebih lengkap.
Campak menjadi salah satu penyakit menular yang masih perlu diwaspadai pada anak. Untuk melindungi si Kecil, pemberian vaksin campak secara lengkap sangat dianjurkan.
Namun, masih banyak orangtua yang bingung karena terdapat dua jenis vaksin yang umum digunakan, yaitu vaksin MR dan MMR. Lalu, apa sebenarnya perbedaan antara keduanya dan mana yang sebaiknya diberikan lebih dulu?
Simak informasi selengkapnya telah Popmama.com rangkum mengenai perbedaan vaksin MR dan MRR untuk mencegah campak anak.
Table of Content
Pentingnya Imunisasi sejak Dini pada Anak

Perlu diketahui, campak dan rubella merupakan penyakit yang mudah menular melalui saluran pernapasan atau droplet. Campak disebabkan oleh infeksi virus measles, sedangkan rubella disebabkan oleh virus rubella.
Keduanya memiliki tingkat penularan yang tinggi, terutama pada anak-anak dan orang dewasa yang belum mendapatkan imunisasi. Bahkan, campak dapat memicu komplikasi serius, sementara rubella berisiko membahayakan kehamilan.
Berdasarkan data dari WHO, terdapat sekitar 95.000 kematian akibat campak di seluruh dunia pada tahun 2024. Sebagian besar kasus tersebut terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun yang belum menerima vaksinasi atau belum mendapatkan imunisasi secara lengkap.
Melihat kondisi tersebut, pemerintah Indonesia bersama Kementerian Kesehatan terus mendorong pemberian imunisasi rutin pada anak, termasuk vaksin campak melalui vaksin MR maupun MMR.
Upaya ini bertujuan untuk menekan angka penularan dan melindungi anak dari risiko komplikasi yang lebih serius.
Apa Itu Vaksin MR dan MMR?

Sebelum vaksin MR dan MMR digunakan secara luas, Indonesia sempat menggunakan vaksin campak tunggal. Namun, seiring meningkatnya perhatian terhadap pencegahan rubella, pemerintah kini lebih mengutamakan penggunaan vaksin MR.
Mengutip dari laman IDAI, vaksin MR (measles rubella) merupakan jenis vaksin yang berfungsi untuk mencegah infeksi virus campak dan rubella sekaligus. Vaksin ini diberikan kepada anak sebagai perlindungan dasar terhadap dua penyakit tersebut.
Sedangkan, vaksin MMR adalah vaksin kombinasi yang melindungi dari tiga penyakit sekaligus, yaitu campak, rubella, dan gondongan (mumps). Kandungan di dalamnya membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap ketiga penyakit tersebut dalam satu kali pemberian.
Adapun manfaat vaksin MMR meliputi:
Perbedaan Vaksin MR dan MMR

Vaksin MR lebih sering ditemui karena menjadi bagian dari program imunisasi massal pemerintah yang dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan posyandu. Hal ini membuat vaksin MR lebih familiar di kalangan orangtua Indonesia.
Alasan pemerintah lebih mengutamakan vaksin MR adalah karena fokus utama saat ini adalah pengendalian campak dan rubella yang dinilai memiliki dampak besar terhadap kesehatan masyarakat.
Perbedaan vaksin MR dan MRR ada pada jumlah penyakit yang dapat dicegah. Selain itu, terdapat beberapa perbedaan yang perlu Mama ketahui:
1. Periode pemberian vaksin
Menurut anjuran IDAI, vaksin MR perlu diberikan saat anak berusia 9 bulan. Sementara vaksin MMR memiliki dua tahap pemberian, yaitu dosis pertama pada usia 15 bulan dan dosis lanjutan (booster) pada usia 5–7 tahun.
2. Cara memperoleh vaksin
Vaksin MR umumnya tersedia di fasilitas kesehatan pemerintah seperti puskesmas dan posyandu, serta rumah sakit dan klinik. Sedangkan, vaksin MMR biasanya hanya bisa didapatkan secara mandiri di rumah sakit swasta, klinik anak, atau klinik vaksinasi khusus.
3. Harga vaksin
Vaksin MR yang disediakan pemerintah biasanya bisa didapatkan secara gratis. Namun, jika dilakukan di rumah sakit atau klinik, biayanya berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp900 ribu.
Untuk vaksin MMR, harganya cenderung lebih tinggi, yaitu sekitar Rp500 ribu hingga Rp1,3 juta per dosis, tergantung merek dan tempat pemberian.
Mana yang Perlu Diprioritaskan, Vaksin MR atau MMR?

Perbedaan antara vaksin MR dan MMR memang cukup membuat orangtua bingung dalam menentukan pilihan. Namun, dalam situasi tertentu seperti Kejadian Luar Biasa (KLB), pemerintah lebih mengutamakan pemberian vaksin MR.
Hal ini karena vaksin MR berfokus pada pencegahan dua penyakit yang saat ini menjadi perhatian utama di Indonesia, yaitu campak dan rubella. Meski begitu, anak tetap bisa mendapatkan vaksin MMR setelah menyelesaikan imunisasi MR.
Menurut anjuran IDAI, pemberian vaksin MMR sebaiknya dilakukan dengan jarak minimal 6 bulan setelah vaksin MR, yang biasanya diberikan saat anak berusia 9 bulan. Artinya, vaksin MMR dapat diberikan ketika anak memasuki usia 15 bulan.
Sebaliknya, anak yang sudah mendapatkan vaksin MMR juga tetap dianjurkan untuk menerima vaksin MR guna memastikan perlindungan yang optimal terhadap campak dan rubella.
Demikian perbedaan vaksin MR dan MRR untuk mencegah campak anak. Semoga informasinya membantu ya, Ma.


















