Melihat si Kecil mendadak tantrum hebat di tempat umum tentu bisa membuat dada terasa sesak. Di tengah situasi yang kacau tersebut, biasanya apa yang akan Mama lakukan?
Mungkin ada yang ikut tersulut emosi, berteriak, atau menganggap anak mama sengaja "menguji kesabaran". Namun, pernahkah Mama merasa bahwa makin panik dan marah respon orangtua, justru amukan anak malah makin menjadi-jadi?
Secara psikologis, anak adalah peniru ulung yang menyerap respon emosional dari lingkungan terdekatnya. Ibarat spons cuci piring, ia menyerap energi di sekitarnya.
Sering kali, reaksi anak saat menghadapi rasa frustrasi bukanlah tanda bahwa ia nakal, melainkan cerminan dari bagaimana orang-orang di sekitarnya mengelola stres.
Sebelum buru-buru menyalahkan perilakunya, mari pahami bagaimana emosi orangtua memiliki peran besar dalam membentuk kestabilan emosi anak. Berikut sudah Popmama.com rangkum informasinya.
