Sudah hampir seminggu anak-anak masuk sekolah, tapi Mama masih saja mendapati drama harian di depan gerbang kelas. Siapa Mama di sini sangat relate?
Pasti ada saja yang menangis kencang sambil memeluk erat kaki Mama, ada yang bergelayutan di seragam tak mau dilepas, bahkan tak sedikit yang histeris sampai harus digendong paksa oleh guru.
Momen yang seharusnya menyenangkan ini justru berubah menjadi perjuangan setiap pagi, membuat Mama pusing sekaligus sedih melihat anak seolah begitu terpaksa berpisah.
Lalu, mengapa sih ada anak yang begitu sulit berpisah dari orangtuanya? Apakah ini tanda anak terlalu dimanja? Atau ada hal lain yang lebih mendasar yang perlu Mama pahami?
Menurut Dr. Dono Baswardono, Ph.D., seorang ahli psikoterapi, terapis pernikahan dan keluarga, serta pakar grafologi yang juga aktif sebagai pembicara seminar parenting dan trauma healing, kesulitan berpisah ini berakar pada masalah "kelekatan" atau attachment antara orangtua dan anak.
Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Dr. Dono menjelaskan secara mendalam mengapa sebagian anak mengalami kecemasan berpisah yang berat, apa saja tanda-tandanya, serta bagaimana seharusnya orangtua menyikapi hal ini dengan tepat.
Untuk membantu Mama memahami kondisi anak dan mengatasi drama pagi hari, berikut Popmama.com rangkum penjelasan lengkap dari Dr. Dono tentang anak sulit berpisah di sekolah dan cara membangun kelekatan aman.
