- Ucapkan pamit dengan tenang
- Jelaskan kapan Mama akan kembali
- Pastikan anak dalam kondisi cukup siap sebelum ditinggal
7 Hal yang Perlu Diketahui saat Anak Menangis di Hari Pertama Sekolah

- Tangisan anak saat pertama kali di daycare adalah hal normal dan menandakan proses adaptasi, bukan tanda bahwa anak belum siap sekolah.
- Emosi orangtua sangat memengaruhi reaksi anak; sikap tenang dan pamit yang konsisten membantu anak merasa aman serta percaya diri.
- Orangtua perlu waspada jika tangisan berlangsung lama atau disertai kemunduran perilaku, namun fokus utama tetap pada progres adaptasi anak dari hari ke hari.
Mengantar anak ke daycare atau preschool untuk pertama kalinya memang jadi momen yang penuh emosi. Tidak sedikit anak yang langsung menangis saat harus berpisah dengan orangtuanya. Hal ini sering membuat orangtua bertanya-tanya, “Apakah anakku sebenarnya belum siap sekolah?”
Menurut Montessori edukator, Cici Desri, S.Pd., Dipl.Mont, tangisan di awal perpisahan justru bukan tanda buruk. Dalam banyak kasus, hal ini adalah bagian normal dari proses tumbuh kembang anak.
Berikut Popmama.com rangkum 7 fakta yang perlu Mama pahami:
1. Anak Menangkap Emosi Orangtua

Anak adalah peniru yang sangat peka. Saat orangtua terlihat cemas, ragu, atau berat hati saat berpisah, anak bisa ikut merasakan hal yang sama.
Sebaliknya, jika Mama menunjukkan sikap tenang dan percaya diri, anak akan lebih mudah merasa aman. Kesiapan sekolah bukan hanya soal usia, tapi juga soal bagaimana anak dilatih mandiri dan mengelola emosi di rumah.
2. Tangisan Bisa Jadi Tanda Ikatan yang Sehat

Menangis saat berpisah bukan berarti anak “manja”. Justru ini bisa menunjukkan bahwa anak memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan orangtuanya.
Anak merasa nyaman dan aman bersama Mama, sehingga wajar jika ia butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
3. Separation Anxiety Itu Normal

Dilansir dari preschool.sparks-edu.com, separation anxiety adalah kondisi ketika anak merasa cemas saat harus berpisah dengan orangtua atau pengasuh utamanya.
Di usia dini, anak masih sangat bergantung pada kedekatan emosional, jadi perpisahan sementara bisa terasa besar bagi mereka.
4. Anak Sedang Beradaptasi dengan Lingkungan Baru

Masuk daycare berarti anak menghadapi suasana, orang, dan rutinitas yang benar-benar baru.
Di fase ini, anak sedang belajar banyak hal sekaligus mulai dari bersosialisasi, mengikuti aturan, hingga mengelola emosinya sendiri. Wajar jika proses ini tidak selalu berjalan mulus di awal.
5. Pentingnya Pamit dengan Jelas dan Konsisten

Karena tidak tega, beberapa orangtua memilih “kabur” saat anak lengah. Padahal, cara ini justru bisa membuat anak kehilangan rasa percaya.
Lebih baik:
Kepastian seperti ini membantu anak merasa lebih aman dan percaya bahwa Mama akan kembali.
6. Kapan Orangtua Perlu Waspada?

Meski tangisan itu normal, tetap ada tanda-tanda yang perlu diperhatikan, seperti:
- Anak menangis lebih dari 30 menit setiap hari secara konsisten
- Tidak bisa ditenangkan sama sekali oleh guru
- Mengalami kemunduran perilaku, seperti kembali mengompol atau menolak makan
Jika hal ini terjadi, bisa jadi anak merasa terlalu kewalahan dan membutuhkan bantuan lebih lanjut.
7. Fokus pada Progres, Bukan Tangisan di Hari Pertama

Menilai kesiapan anak tidak bisa hanya dari reaksi di hari pertama. Yang lebih penting adalah perkembangan setelahnya, seperti:
- Apakah anak mulai lebih tenang setelah beberapa waktu?
- Apakah ia mulai tertarik dengan aktivitas di kelas?
- Apakah tangisannya berkurang dari hari ke hari?
Perubahan kecil ini justru menjadi tanda bahwa anak sedang beradaptasi dengan baik.
Melihat anak menangis saat ditinggal memang tidak mudah. Namun, penting untuk diingat bahwa ini adalah bagian dari proses belajar mereka menjadi lebih mandiri.
Daripada langsung menyimpulkan anak belum siap, coba beri waktu dan dukungan secara konsisten. Dengan pendekatan yang hangat dan penuh keyakinan, anak akan perlahan merasa aman di lingkungan barunya.


















